Home / Islam Digest

Jumat, 19 November 2021 - 09:03 WIB

4 Perbuatan Sepele yang Membatalkan Shalat

Ilustrasi shalat berjamaah di masjid.

Ilustrasi shalat berjamaah di masjid.

AMORFATIMEDIA.COM – Sering kali saat sedang menunaikan shalat seseorang mengerjakan hal-hal yang menurutnya sepele dan wajar tetapi tanpa disadari termasuk perbuatan yang membatalkan shalat. Sementara beberapa lainnya hukumnya makruh.

Berikut kami rangkum empat hal sepele yang sering di lakukan saat shalat tetapi mengarah kepada perbuatan yang membatalkan shalat.

1. Menguap

Terdengar sepele dan sering seseorang membiarkan mulutnya terbuka lebar-lebar saat sedang menguap. Bahkan bila itu terjadi di luar shalat sampai mengeluarkan kata-kata “Haaa” sebagai ekspresi menguap.

Padahal, bila kita telusuri lebih lanjut sesuai dengan hadis Nabi Sallallahu’alaihi wa sallam, menguap sesungguhnya berasal dari setan.

Mengutip hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Nabi Sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ ، فَإذَا تَثَاءَبَ أحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ ، فَإنَّ أحَدَكُمْ إِذَا تَثَاءَبَ ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ

“Adapun menguap, maka itu adalah dari setan. Apabila salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahannya semampu mungkin. Karena, jika salah seorang di antara kalian menguap, maka setan tertawa karenanya.” (HR. Bukhari)

Jikapun tidak mampu, sebuah riwayat lainnya mengungkapkan,

فَلْيُمْسِكْ بِيَدِهِ

“Hendaklah ia tahan dengan tangannya.” (HR. Muslim)

Karena ia merupakan perkara yang tidak disukai, maka menahan menguap menurut Syekh ‘Abdullah Al-Fauzan dalam Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram, sebaiknya dilakukan dengan tangan kiri.

2. Memakai Baju Bergambar

Dari Anas Radhiallahu’anhu berkata,

Baca Juga :  5 Amalan Nisfu Syaban Lengkap dengan Doa dan Keutamaannya

كَانَ قِرَامٌ لِعَائِشَةَ سَتَرَتْ بِهِ جَانِبَ بَيْتِهَا فَقَالَ النَّبِيُ صلى الله عليه وسلم: “أَمِيطِي عَنَّا قِرَامَكِ هَذَا فَإِنَّهُ لاَ تَزَالُ تَصَاوِيرُهُ تَعْرِضُ فِي صَلاَتِي”

“Aisyah mempunyai tirai untuk menutup samping rumahnya. Maka, Nabi Saw. bersabda, ‘Singkirkanlah tiraimu itu dari kita, karena gambar-gambarnya selalu mengganggu shalatku’.” (HR. Al-Bukhari, 374)

Dalam hadis lainnya, Aisyah Radhiallahu’anhu berkata,

أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي خَمِيْصَةٍ لَهَا أَعْلاَمٌ فَنَظَرَ إِلَى أَعْلاَمِهَا نَظْرَةً فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ : اذْهَبُوا بِخَمِيصَتِي هَذِهِ إِلَى أَبِي جَهْمٍ وَأْتُونِي بِأَنْبِجَانِيَّةِ أَبِي جَهْمٍ، فَإِنَّهَا أَلْهَتْنِي آنِفًا عَنْ صَلاَتِي

“Nabi Saw. shalat dengan mengenakan pakaian yang bergambar (bercorak-corak), lalu beliau melihat ke arah corak sepintas. Setelah beliau selesai mengerjakan shalat, beliau bersabda, ‘Bawalah baju ini kepada Abu Jahm dan tukarlah dengan pakaian polos miliknya. Karena pakaian yang bercorak ini telah melalaikanku dari shalatku.” (HR. Al-Bukhari, 373 & Muslim, 556)

3. Menoleh

وعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الالْتِفَاتِ فِي الصَّلاَةِ؟ فَقَالَ: «هُوَ اخْتِلاَسٌ يَخْتَلِسُهُ الشَّيْطَانُ مِنْ صَلاَةِ الْعَبْدِ». رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.

Dari Aisyah Ra., ia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang menoleh dalam shalat, beliau bersabda, ‘Itu adalah curian setan yang ia curi dari shalat seorang hamba’.” (HR. Al-Bukhari, No. 751)

Syeikh Faishal Alu Mubarak dalam Mukhtasharul kalam ala Bulugh al-Maram (Bulughul Maram dan penjelasannya), Ummul Qura, hal. 185-186 menjelaskan, dadis ini menunjukkan tentang makruhnya menoleh dalam shalat, yaitu menoleh yang tidak sampai membelakangi kiblat dengan dada atau leher semuanya. Sebab makruh adalah karena kurangnya kekusyukan.
Membatalkan Shalat

Baca Juga :  Bumi dan Malaikat Menangisi Kepergian Ramadhan

Sementara menoleh yang sampai membelakangi kiblat, maka itu adalah perbuatan yang membatalkan shalat.

4. Meludah

وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إذَا كَانَ أَحَدُكُمْ في الصَّلاَةِ فَإنَّهُ يُنَاجِي رَبَّهُ، فَلاَ يَبْزُقَنَّ بَيْنَ يَدَيْهِ وَلاَ عَنَ يَمِينِهِ، وَلكِنْ عَنْ شِمالِهِ؛ تَحْتَ قَدَمِهِ» مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. وفي رِوايَةٍ: «أَوْ تَحْتَ قَدَمِهِ».

Dari Anas Ra., ia berkata, Rasulullah Saw., bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian shalat, sesungguhnya ia sedang bermunajat kepada Rabbnya. Maka janganlah ia meludah di hadapannya, tidak juga di sebelah kanannya. Tetapi di sebelah kiri di bawah kedua kakinya.” (Muttafaq Alaih. Hadis ini juga terdapat dalam shahih Al-Bukhari, No. 1214 dan shahih Muslim, No. 551).

Dalam hadis ini terdapat larangan meludah ke arah kiblat atau arah kanan jika seseorang sedang shalat dan ini termasuk perbuatan yang membatalkan shalat.

Dalam suatu riwayat, “Atau di bawah kakinya,” khusus bagi orang yang ada di luar masjid. Adapun bagi orang yang ada di dalam masjid, maka ia meludah di bajunya.

Hadis ini terdapat dalam kitab Shahih Al-Bukhari bab Mawathin, (413).

Share :

Baca Juga

Islam Digest

Dilanda Cemburu, Baca Doa Ini untuk Meringankannya

Islam Digest

Mengulik Burung dalam Alquran, Burung Hud-Hud

Islam Digest

Ternyata Ini yang Dilakukan Nabi Muhammad SAW Sebelum Memulai Bisnis

Islam Digest

Tak Terbantahkan! Inilah Bukti Islam adalah Agama Kebenaran

Islam Digest

Doa Akhir Tahun Hijriyah dan Awal Tahun Serta Keistimewaannya

Islam Digest

Penyakit Dunia Islam yang Paling Berbahaya

Islam Digest

Mengiurkan, Namun Dampak Negatif Judi Sudah Diperingatkan Dalam Al Quran

Islam Digest

Pentingnya Menjaga Lisan Menurut Al-Qur’an dan Hadits