Home / Dunia

Sabtu, 20 Agustus 2022 - 19:25 WIB

7 Organisasi HAM Palestina Ditutup, 9 Negara Eropa Kritik Israel

Ilustrasi Bendera Israel dan Palestina. AFP

Ilustrasi Bendera Israel dan Palestina. AFP

AMORFATIMEDIA.COM – Sembilan negara anggota Uni Eropa mengkritik tindakan Israel menutup paksa kantor tujuh organisasi hak asasi manusia (HAM) Palestina. Menurut mereka, aksi Israel tidak dapat diterima.

“Kami sangat prihatin dengan penggerebekan yang terjadi pada 18 Agustus, sebagai bagian dari pengurangan ruang yang mengkhawatirkan bagi masyarakat sipil di kawasan tersebut. Tindakan ini tidak dapat diterima,” kata kementerian luar negeri Belgia, Denmark, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Belanda, Spanyol, dan Swedia dalam sebuah pernyataan bersama menanggapi penutupan kantor tujuh organisasi HAM Palestina, dikutip laman Al Arabiya, Sabtu (20/8/2022).

Menurut sembilan negara Eropa tersebut, penutupan kantor organisasi-organisasi HAM Palestina itu bisa memiliki dampak terhadap prospek solusi dua negara dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina. “Masyarakat sipil yang bebas dan kuat sangat diperlukan untuk mempromosikan nilai-nilai demokratis serta untuk solusi dua negara,” kata mereka.

Sebelumnya PBB pun telah mengkritik langkah Israel menutup tujuh lembaga advokasi dan HAM Palestina. PBB menilai, tindakan tersebut mempengaruhi semua organisasi HAM yang bekerja dan beroperasi di wilayah pendudukan Palestina.

Baca Juga :  Dampak Meninggalkan Shalat Wajib dengan Sengaja

“Upaya penutupan kantor organisasi-organisasi ini merupakan yang terbaru dari serangkaian tindakan oleh Israel yang semakin membatasi kemampuan HAM, pekerjaan kemanusiaan dan pembangunan di wilayah pendudukan Palestina, yang mempengaruhi semua lembaga yang bekerja untuk mempromosikan HAM, pembangunan, dan memberikan bantuan,” kata Badan PBB dan Asosiasi Badan Pembangunan Internasional dalam sebuah pernyataan, dikutip laman UN News, Kamis (18/8).

Badan PBB dan Asosiasi Pembangunan Internasional mendesak Israel membiarkan organisasi-organisasi HAM Palestina itu kembali beroperasi. “Kami mendesak Pemerintah Israel untuk menahan diri dari tindakan apa pun yang akan mencegah organisasi-organisasi ini melanjutkan pekerjaan kritis HAM, kemanusiaan, dan pembangunan mereka di wilayah pendudukan Palestina,” katanya.

Baca Juga :  Barat dan Cina Bersaing Himpun Kekuatan, Kerja Sama Global Kian Rumit

Tujuh organisasi HAM Palestina yang menjadi sasaran penggerebekan dan penutupan Israel adalah Addameer Prisoner Support and Human Rights Association, Al Haq, Bisan Center for Research and Development, Defense for Children International-Palestine, Health Work Committees (HWC), Union of Agricultural Work Committees (UAWC), serta the Union of Palestinian Women’s Committees (UPWC). Israel menuding organisasi-organisasi tersebut terafiliasi dengan Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) yang sudah ditetapkan sebagai organisasi teroris.

Pada Rabu (17/8) lalu, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz telah menuding bahwa lembaga-lembaga advokasi yang menjadi sasaran penggerebekan hanyalah kamuflase. “(Mereka) beroperasi dengan kedok melakukan kegiatan kemanusiaan untuk memajukan tujuan organisasi teroris PFLP, untuk memperkuat organisasi tersebut, dan merekrut operasi,” ucapnya.

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan setiap hari dari Amorfatimedia.com di Google News caranya Klik di Sini.

Lihat Artikel Asli

Share :

Baca Juga

Dunia

WHO Akan Kaji Status Cacar Monyet

Dunia

Lansia di Shanghai Ditemukan Masih Hidup saat Dibungkus Kantong Jenazah

Dunia

Bikin curiga Rusia, Jurnalis Rusia Temukan Indomie di Bekas Markas Pasukan Ukraina

Dunia

Barat dan Cina Bersaing Himpun Kekuatan, Kerja Sama Global Kian Rumit

Dunia

Dapatkah Sri Lanka Pulih dari Keruntuhan Ekonomi?

Dunia

AS tangkap ketua Yakuza yang mencari rudal untuk pemberontak di Myanmar dan Sri Lanka

Dunia

Reformasi Saudi dan Kemungkinan Normalisasi dengan Israel

Dunia

Memanas! 2 Pria India Penggal Pendukung Penghina Nabi Muhammad