Home / Islam Digest

Jumat, 1 April 2022 - 14:37 WIB

Alasan Rasulullah SAW Menolak Sholati Jenazah yang Tersangkut Utang

Ilustrasi berhutang

Ilustrasi berhutang

AMORFATIMEDIA.COMUtang merupakan peristiwa biasa yang sering dijumpai di dalam kehidupan masyarakat.

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang berutang, di antaranya karena tidak seimbangnya antara pemasukan finansial dan kebutuhannya, terjadinya kebangkrutan, tertimpa musibah, dan bisa karena memperturutkan keinginan hawa nafsunya saja.

Setiap orang Muslim harus memperhatikan anggota keluarganya soal utang piutang setelah kematiannya. Melunasi utangnya merupakan hal penting yang harus disegerakan ahli waris setelah keluarganya meninggal dunia.

“Dengan pembebasan utangnya, si mayat akan terlepas dari lilitan utang karena jiwanya tergadai oleh hutangnya jika belum dibayar,” tulis Ustadz Zainal Abidin bin Syamsudin dalam bukunya “Sunnah-Sunnah Setelah Kematian”

Ustadz Zainal menjelaskan, Rasulullah SAW pernah tidak mau mensholatkan mayat, karena dia mempunyai utang dua dinar yang belum dibayar. Sebagaimana dituturkan Jabir bin Abdullah radhiallahu’anhu sebagai berikut:

Baca Juga :  Mengenal Allah Lebih Dekat

كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلمَ لا يصلي على رجلٍ مات وعليه دَينٌ ، فأُتِيَ بميتٍ فقال : أعليه دينٌ ؟ قالوا : نعم ، دينارانِ ، فقال : صلوا على صاحبِكم ، قال أبو قتادةَ الأنصاريِّ : هما علَيَّ يا رسولَ اللهِ ! فصلَّى عليه رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلمَ ، فلما فتح اللهُ على رسولِه صلَّى اللهُ عليهِ وسلمَ قال : أنا أولى بكلِّ مؤمنٍ من نفسِه ، فمَن ترك دينًا فعليَّ قضاؤُه ، ومن ترك مالًا فلوَرثتِه

Rasulullah SAW tidak sholat atas jenazah meninggal, sementara dia mempunyai sangkutan utang. Lalu kemudian ada jenazah, beliau bersabda, “Apakah dia masih punya utang (yang belum dibayar)? Sahabat menjawab, “Ya, dua dinar.” Maka beliau mundur dan bersabda, “Sholatlah untuk saudaramu.”

Baca Juga :  Kisah Azan Terakhir Bilal Bin Rabah yang Menggetarkan Madinah

Lalu di antara kami yang bernama Abu Qatadah berkata, “Wahai Rasulullah SAW, dua dinar saya yang menanggungnya.” Lantas Rasulullah SAW sholat untuk jenazah itu.

Kendati demikian, saat Allah SWT sudah menaklukkan (wilayah atau Islam berjaya) dia berkata, “Aku lebih berhak untuk setiap mukmin atas tanggungan dirinya, dan barang siapa berutang, maka aku yang membayarnya, tetapi jika dia punya harta, maka ahli warisnya lah yang berhak (membayar).”

Hadits ini pada awalnya, merupakan bentuk peringatan dan pembelajaran dari Rasulullah SAW terkait dengan dampak utang piutang yang tak terselesaikan. Namun, mayoritas ulama sepakat bahwa boleh hukumnya mensholati jenazah yang mempunyai utang, meski kewajiban utang tersebut tidak gugur, ada pada ahli warisnya.

Reporter: Pramonco

Share :

Baca Juga

Islam Digest

Ternyata Ini yang Dilakukan Nabi Muhammad SAW Sebelum Memulai Bisnis

Islam Digest

10 Sunnah ala Rasulullah SAW Jelang Tidur yang Perlu Ditiru

Islam Digest

Iman Kepada Takdir Allah dan Hikmahnya

Islam Digest

Iblis Marah, Ini yang dilakukannya di Hari Raya Idul Fitri

Islam Digest

Bacaan Niat Sholat Dhuha Lengkap dengan Doa dan Tata Caranya

Islam Digest

Zikir Harian Dibaca pada Waktu Pagi Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Islam Digest

Mengulik Burung dalam Alquran, Burung Hud-Hud

Islam Digest

Arti Mimpi Gigi Copot dalam Pandangan Islam