Home / Pemilu

Rabu, 18 Mei 2022 - 16:25 WIB

Anggaran Pemilu 2024 Capai Rp 76 T, Kode Inisiatif Sarankan KPU Jelaskan Peruntukan

Ilustrasi Pemilu 2024/Ist

Ilustrasi Pemilu 2024/Ist

AMORFATIMEDIA.COM – Komisi II DPR dengan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyepakati anggaran Pemilu 2024 sebesar Rp 76 triliun. Kesepakatan itu dicapai dalam rapat konsinyering yang dilakukan secara tertutup pada 13-15 Mei 2022 lalu.

“KPU dan Badan Pengawas Pemilu sudah menunjukkan itikad baik untuk diefisienkan, (anggaran Pemilu 2024) mulai dari Rp 89 triliun, Rp86 triliun, Rp78 triliun, sampai ke Rp76 triliun,” ujar Ketua Ahmad Doli Kurnia, Rabu, 18 Mei 2022.

Dalam rapat itu disepakati bahwa anggaran Pemilu 2024 sebesar Rp76 triliun, yang sebagian besar digunakan untuk honor petugas di lapangan.

“Selama ini hanya diberi honor Rp500.000, itu sangat minim sekali. Karena itu mungkin berkaitan dengan kualitas dan kenyamanan kerja mereka,” ucap Doli Kurnia.

Baca Juga :  Isu Panas Reshuffle Kabinet, Jokowi Panggil Sejumlah Menteri

Menurut Doli, apabila honor petugas itu dinaikkan minimal Rp1,5 juta, angka itu sebenarnya masih di bawah rata-rata upah minimum provinsi. “Jadi, menurut saya apa yang dilakukan oleh teman-teman penyelenggara khususnya KPU yang masuk akal dan bisa diterima,” jelasnya.

Peneliti Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif Muhammad Ihsan Maulana mengatakan, anggaran Pemilu 2024 yang telah disetujui sebesar Rp 76 triliun perlu diperjelas peruntukannya. Menurut dia, biaya yang cukup tinggi harus disesuaikan dengan semangat keserentakan pemilu yang diamanatkan Mahkamah Konstitusi (MK) yakni efektivitas dan efisiensi.

“Apakah masih ada ruang untuk dapat mengefisiensikan anggaran pemilu 2024. Pasalnya biaya yang tinggi perlu disesuaikan dengan semangat keserentakan Pemilu 2024 sebagaimana putusan MK Nomor 14/PUU-XI/2013 dan salah satu dasarnya adalah untuk efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemilihan umum,” ujar Ihsan dalam siaran persnya, Rabu (18/5/2022).

Baca Juga :  100 Tahun Chairil Anwar: 7 Puisi Sang Penyair dari Aku hingga Senja di Pelabuhan Kecil

Dia menuturkan, supaya tidak terjadi miss atau disinformasi terkait dengan biaya pemilu, penyelenggara pemilu perlu segera menjelaskan kepada publik ihwal peruntukan anggaran tersebut. Ihsan menegaskan, publik perlu mengetahui porsi anggaran yang besar itu untuk apa dan akan dimanfaatkan seperti apa.

Dia melanjutkan, hal ini untuk mendorong transparansi penggunaan anggaran Pemilu 2024. Termasuk terkait dengan semakin besarnya anggaran biaya pemilu karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menaikkan honorarium badan ad hoc seperti petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), juga perlu segera diinformasikan kepada publik.

Share :

Baca Juga

Pemilu

Jokowi Lantik Anggota KPU-Bawaslu pada 12 April

Pemilu

Honor Badan Ad Hoc Pemilu 2024 Naik: Ketua KPPS Rp1,2 Juta
Otak-Atik Koalisi Bisa Ada 4 Capres di Pilpres 2024

Pemilu

Otak-Atik Koalisi Bisa Ada 4 Capres di Pilpres 2024

Pemilu

Memahami Pengertian PPS dan KPPS, dari Sejarah hingga Tugas dalam Pemilu

Pemilu

Jelang Pendaftaran Peserta Pemilu 2024, Bawaslu Lingga Ingatkan KPU Patuhi Aturan

Pemilu

Masa Kampanye Pemilu 75 Hari, Fahri Hamzah: Harusnya Setahun

Pemilu

Tolak UU PPP, Partai Buruh Akan Gugat ke MK

Pemilu

Kemendagri Pastikan Pemilu 2024 Sesuai Jadwal yang Sudah Ditetapkan