Home / Opini

Jumat, 19 Agustus 2022 - 10:14 WIB

Apa Perbedaan antara ”Bundar” dan ”Bulat”

Meja berbentuk bundar. Pixabay

Meja berbentuk bundar. Pixabay

AMORFATIMEDIA.COM – Tahu bulat, tahu bulat, digoreng dadakan, gurih-gurih enyoiii….

Kalimat di atas bukan karena saya sedang menawarkan tahu bulat. Bukan pula meminta pembaca untuk membeli tahu bulat yang panas-panas gurih keriuk itu. Bukan. Kita kesampingkan dulu bayangan akan rasanya yang menggoda lidah, keriuk setiap kali digigit. Mari kita lebih fokus pada bentuknya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata bulat mempunyai arti ’berbentuk sebagai bola’; ’berbentuk lingkaran; bundar (tanpa bersudut)’; ’tidak terpecah’; ’tanpa kecuali’; ’seia sekata’.

Berdasarkan pengertian tersebut dapat kita pahami bahwa kata bulat bisa diumpamakan berbentuk seperti bola, yaitu membentuk tiga dimensi. Contoh benda yang masuk dalam kategori ini adalah bola, bumi, bulan, semangka, kelereng, dan juga tahu bulat.

Baca Juga :  Anggaran Pemilu 2024 Capai Rp 76 T, Kode Inisiatif Sarankan KPU Jelaskan Peruntukan

Penggunaan kata bulat dalam kalimat, misalnya, Ratusan kue kering berbentuk bulat kecil tertata rapi memenuhi loyang. Kue-kue yang baru saja keluar dari pemanggangan itu kemudian diberi lapisan di permukaannya berupa taburan meses.

Makanan bola-bola ubi yang berbentuk bulat.

Dalam percakapan sehari-hari, terkait bentuk benda, pemakaian kata bulat terkadang masih tertukar dengan kata bundar. Bundar berdasarkan KBBI berarti ’berbentuk lingkaran (melengkung) dengan jari-jari yang sama’; ’sikat untuk membersihkan pakaian dan sebagainya’.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa bundar berbentuk pipih. Ini, misalnya, bisa ditemui dalam bentuk koin mata uang atau meja. Tidak heran kemudian juga muncul istilah konferensi meja bundar, gedung bundar, atau bundaran HI.

Baca Juga :  G.J. Resink Bongkar Mitos Indonesia Dijajah 350 Tahun oleh Belanda

Contoh penggunaan kata bundar adalah sebagai berikut: Aminah yang menggandrungi satin viscose itu juga mengetengahkan atasan panjang dengan potongan asimetris, tali rumbai, dan topi bundar atau bucket hat.

Dalam perjalanannya, pemakaian kata bundar dan bulat ada yang tidak sesuai dengan pakem dan membentuk satu ungkapan tersendiri. Misalnya, si kulit bundar yang biasanya digunakan sebagai pengganti kata bola. KBBI bahkan memuat ungkapan kulit bundar dan mengartikannya sebagai ’bola yang digunakan dalam permainan sepak bola’. Sementara, seperti dalam penjelasan di atas, bola berbentuk bulat, bukan bundar.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa bundar berbentuk pipih.

Selanjutnya: Contoh lain adalah bulan purnama…

Share :

Baca Juga

Opini

Mindfulness dalam Ritual Beribadah di Bulan Ramadan

Opini

Masa Depan Agama di Era Internet, Sains, dan Kemajuan Teknologi

Opini

Hanya Megawati yang Bisa “Meredam” Kim Jong Un

Opini

Habis Manis, Puntung Rokok Dibuang Sembarangan

Opini

Menakar Risiko Fiskal 2023

Opini

Haji Agus Salim, Memimpin adalah Menderita

Opini

Terapi Shalat untuk Penderita Stroke

Opini

Misteri Segitiga Bermuda dan Teori Keberadaannya