Home / Opini

Selasa, 20 September 2022 - 17:29 WIB

Arti Beras bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia

Ilustrasi Google

Ilustrasi Google

AMORFATIMEDIA.COM – Beras merupakan salah satu komoditas pertanian terpenting di Indonesia. Selain merupakan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, beras menyumbang lebih dari setengah kebutuhan kalori rata-rata makanan harian.

Beras adalah komoditas yang istimewa karena menyediakan mata pencaharian bagi sekitar 14 juta rumah tangga petani. Karena itu, produksi beras menjadi salah satu sumber penggerak roda perekonomian di Indonesia.

Menelisik ke dalam sejarahnya, tanaman yang masuk dalam genus Oryza ini sudah menjadi makanan pokok, bahkan sebelum nama Indonesia sendiri terbentuk. Menurut hasil penelitian para arkeologi bidang pangan, ditemukan dua peninggalan sejarah mengenai padi.

Pertama, ada ahli yang mengatakan bahwa padi tanaman endemik Nusantara. Kedua, padi dibawa oleh orang China dan India. Bukti bahwa padi sudah dibudidayakan di Indonesia terpahat dalam relief Candi Borobudur di Magelang.

Makanan pokok masyarakat Indonesia sejak masa kerajaan kuno hingga kini adalah beras. Namun, ahli sejarah menuturkan bahwa beras yang masyarakat Indonesia makan saat ini berbeda dengan zaman Kerajaan Hindu-Buddha.

Jenis beras yang sekarang dikonsumsi berasal dari padi yang dibawa orang China dan India. Sementara itu, beras yang dimakan nenek moyang datang dari Afrika. Saat ini, Indonesia merupakan produsen beras keempat di dunia setelah China, India, dan Bangladesh. 

China menjadi negara penghasil beras nomor satu di dunia dengan produksi mencapai 148,99 juta metrik ton, sedangkan Indonesia yang berada pada nomor 4 memproduksi 35,4 juta metrik ton (sumber: katadata per Feb 2021/2022).

Baca Juga :  State of Emergency Jika Pemilu 2024 Ditunda

Sebagai komoditas pangan pokok dan strategis, upaya mencapai dan mempertahankan pemenuhan kebutuhan beras dari produksi domestik (swasembada) secara berkelanjutan terus dilakukan.

Hal ini mengingat ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan pokok dianggap sebagai salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan di banyak negara.

Berdasarkan pengalaman tiga tahun terakhir, khususnya selama pandemi Covid-19 yang menunjukkan stabilitas harga beras berkontribusi positif terhadap stabilitas sosial, ekonomi, dan politik, stabilitas harga beras mampu menjadi peredam saat terjadi gejolak harga pangan nonberas.

Berbagai upaya strategis terus dilakukan pemerintah untuk menjaga swasembada beras secara berkelanjutan melalui pendekatan dari aspek produksi dan konsumsi. Berbagai pendekatan dan upaya strategis yang dilakukan untuk menggenjot produksi pangan, terutama beras selama pandemi Covid, membuah hasil yang manis.

Baca Juga :  Jose Mourinho Bikin Rekor Sejarah Mengerikan di Eropa

Setelah lebih dari tiga dekade, Indonesia akhirnya menyandang swasembada beras. Tepat di tanggal 14 Agustus lalu, pemerintah Republik Indonesia menerima penghargaan dari Institut Penelitian Padi Internasional (IRRI) karena telah memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dan berhasil swasembada beras pada periode 2019-2021.

Penghargaan yang bertajuk Acknowledgment for Achieving Agri-food System Resiliency and Rice Self-Sufficiency during 2019-2021 through the Application of Rice Innovation Technology atau Penghargaan Sistem Pertanian-Pangan Tangguh dan Swasembada Beras Tahun 2019-2021 melalui Penggunaan Teknologi Inovasi Padi ini diserahkan oleh Direktur Jenderal IRRI Jean Balie kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta. 

Penghargaan yang diterima hampir bertepatan dengan peringatan HUT RI dianggap sebagai salah satu kado terindah bagi pemerintah Indonesia di Ulang Tahun Kemerdekaan ke-77 RI.

Selanjutnya: Banyak orang yang belum memahami arti dari swasembada itu sendiri…

Share :

Baca Juga

Opini

Partai-partai Indonesia Ternyata Menjalin Kerja Sama dengan Partai Komunis Cina

Opini

Etnografi Maulid dan Ragam Islam Nusantara

Opini

Mengenal Tujuh Likur, Tradisi Bulan Ramadhan Masyarakat Melayu Lingga Kepri

Opini

Masa Depan Agama di Era Internet, Sains, dan Kemajuan Teknologi

Opini

Peluang Kampanye Pemilu di Kampus

Opini

Membaca Pacar Merah, Novel Petualangan dari Pahlawan yang Termajinalkan

Opini

Masalah Bebasnya Napi Korupsi

Opini

Menakar Risiko Fiskal 2023