Home / Islam Digest

Jumat, 7 Januari 2022 - 09:54 WIB

Arti Zuhud dan Alasan Ali bin Abi Thalib Mentalak 3 Dunia

Ilustrasi Zuhud

Ilustrasi Zuhud

AMORFATIMEDIA.COM – Secara etimologis, zuhud berasal dari bahasa Arab z-h-d yang artinya berpaling dari atau meninggalkan sesuatu.

Sedangkan secara terminologis zuhud artinya berpaling dari dunia dan segala bencananya; berpegang teguh pada ketaqwaan dan amal shaleh, disertai ikhtiar atau usaha.

Imam Junaidi mengungkapkan bahwa zuhud adalah menganggap dunia kecil dan menghapus pengaruhnya di hati.

Ali bin Abi Thalib Radhiallu’anhu adalah suami dari putri tercinta Rasulullah Sallahu’alaihi wasalalm (Fatimah Az-Zahra) yang terkenal karena kezuhudannya.

Ali bahkan mendapat gelar Al-Imam Az-Zahidin (imamnya orang zuhud). Gelar tersebut merefleksikan betapa marahnya Ali terhadap orang-orang yang mendustakan agama.

Karena zuhud artinya menganggap dunia ini kecillah, Ali sampai mengatakan,

الدنيا جيفة فمن أراد منها شيئا فليصبر علي مخالطة الكلاب

“Dunia ini bagai bangkai, siapa saja yang menghendaki sesuatu dari dunia hendak rela ia bagaikan anjing.”

Ali malah juga mengungkapkan tentang cerai tiga pada dunia,

Baca Juga :  Manfaat Sholat Tahajud Disertai Tata Caranya

يا دنيا غري بغيري فقد طلقتك ثلاثا

“Wahai dunia, tipulah selain aku. Aku menceraikanmu tiga.”

Begitu pula tentang umur dunia yang singkat,

عمرك قصير، ومجلسك حقير، وخطرك كبير أه أه من قلة الزاد وبعد السفر ووحشة الطريق

“Umurmu singkat, mejelismu hina, bahayamu besar. Aduhai sedikit bekalan, jauh perjalanan dan jalan banyak rintangan.”

Peringatan Al-Qur’an Tentang Dunia

Dalam surat Al-Ahzab, ayat 28, Allah SWT mengingatkan dengan sangat keras kepada manusia yang hanya menginginkan dunia.

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ اِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَزِيْنَتَهَا فَتَعَالَيْنَ اُمَتِّعْكُنَّ وَاُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيْلًا

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, “Jika kamu menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya, maka kemarilah agar kuberikan kepadamu mut‘ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik”.

Dalam tafsir Kementerian Agama R.I, asbabun nuzul ayat ini menjelaskan tentang kemenangan pada Perang Khandak.

Baca Juga :  Manusia Berbuat Dosa, Benarkah Salah Setan?

Saat itu kaum mukmin mendapat banyak ghanimah, tidak terkecuali Nabi Muhammad. Istri-istri beliau mengetahui hal ini dan mohon untuk diperkenalkan menikmatinya.

Menanggapi permintaan ini Allah berfirman kepada Nabi, “Wahai Nab!, Katakanlah kepada istri-istrimu dan berilah mereka dua pilihan. ‘Jika kamu menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya sebagaimana para istri raja atau Kisra, padahal hal itu berpotensi memalingkanmu dari zikir kepada Allah, maka dengan kesadaran, kemarilah agar kuberikan kepadamu mut’ah, yaitu hadiah yang meringankan beban yang dipikul seorang perempuan akibat perceraian, dan setelah itu aku ceraikan kamu

Share :

Baca Juga

Islam Digest

Kalau Ada Masalah Jangan Curhat ke Manusia, Curhatlah kepada Allah

Islam Digest

Pesan Rasulullah SAW agar Menjaga Dua Hal ini

Islam Digest

Berbisnis dengan Sukses Ala Rasululah SAW

Islam Digest

Puasa Syawal Menggenapi Puasa Ramadan dan Pahala Puasa 1 Tahun

Islam Digest

Nabi Muhammad Ungkap Sendi Manusia Berjumlah 360, Ilmuwan Kaget!

Islam Digest

Segeralah Tunduk Untuk Bersujud

Islam Digest

Hukum Trading dalam Islam Menurut MUI

Islam Digest

Uwais Al Qarni, Orang Miskin yang Terkenal di Langit