Home / Dunia

Selasa, 10 Mei 2022 - 13:25 WIB

AS Ancam Taliban, Gegara Aturan Wajib Pakai Cadar

Perempuan Afghanistan (Reuters)

Perempuan Afghanistan (Reuters)

AMORFATIMEDIA.COM –  Amerika Serikat menyatakan tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan tekanan pada pemerintahan Taliban di Afghanistan.

Hal itu terkait dengan keputusan yang diambil baru-baru ini yang dianggap membatasi hak kaum perempuan.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan pihaknya memiliki sejumlah instrumen untuk menekan Taliban. Namun, dia tidak memerinci langkah-langkah yang mungkin diambil untuk menekan Taliban tersebut.

“Kami telah membicarakannya secara langsung dengan Taliban,” katanya, dikutip Reuters, Selasa, 10 Mei 2022.

Ned Price tidak menyebutkan langkah-langkah yang mungkin atau menunjukkan bagaimana Taliban mungkin berubah pikiran. Selama pemerintahan sebelumnya Taliban juga membatasi hak-hak perempuan Afghanistan.

Baca Juga :  Persiapkan Diri, Pemerintah Akan Buka 1 Juta Formasi CPNS dan PPPK 2022

Mengutip Al Jazeera, dekrit yang dikeluarkan pada Sabtu (7/5/2022)  oleh kepala Taliban, Haibatullah Akhundzada, ini melarang perempuan meninggalkan rumah tanpa memakai burqa, yang merupakan pakaian serba tertutup mulai dari kaki hingga ujung kepala.

Juru Bicara Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan mengatakan ayah seorang wanita atau kerabat laki-laki terdekat dari wanita yang tidak menutupi wajahnya saat berada di luar rumah akan ditangkap dan dipenjara atau dipecat dari pekerjaan pemerintah.

Baca Juga :  Ingin Tidur Nyenyak seperti Bayi? Coba Terapankan Aturan 10-3-2-1-0

Meskipun demikian, Taliban tetap membatasi perempuan bekerja dan mengatur perjalanan mereka kecuali ditemani oleh kerabat dekat laki-laki. Sebagian besar anak perempuan juga dilarang bersekolah setelah kelas tujuh.

Bagian penting dari pengaruh yang dipegang AS atas Taliban adalah aset bank sentral Afghanistan yang dibekukan senilai 7 miliar dollar AS (Rp 101,85 triliun) di Amerika, tetapi setengahnya ingin dibebaskan oleh Pemerintah Biden untuk membantu rakyat Afghanistan.

Mayoritas perempuan di Afghanistan mengenakan jilbab karena alasan agama, tetapi banyak di daerah perkotaan seperti Kabul tidak menutupi wajah mereka.

(Rodal/Pur)

Share :

Baca Juga

Dunia

WHO Akan Kaji Status Cacar Monyet

Dunia

G7 Sepakat Tinggalkan Energi Batu Bara pada 2035

Dunia

Lansia di Shanghai Ditemukan Masih Hidup saat Dibungkus Kantong Jenazah

Dunia

Jangan Lewatkan Bulan Purnama Pink Muncul Akhir Pekan Ini

Dunia

Memanas! 2 Pria India Penggal Pendukung Penghina Nabi Muhammad

Dunia

Dapatkah Sri Lanka Pulih dari Keruntuhan Ekonomi?

Dunia

7 Organisasi HAM Palestina Ditutup, 9 Negara Eropa Kritik Israel

Dunia

Arab Saudi Menerima Jemaah Haji Dunia Pertama dari Indonesia