Home / Nusantara

Senin, 27 Juni 2022 - 16:59 WIB

Asal Mula Kepulauan Riau

Tugu Provinsi Kepri di Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang/ANTARA

Tugu Provinsi Kepri di Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang/ANTARA

AMORFATIMEDIA.COM – Provinsi Kepulauan Riau atau disingkat Kepri merupakan daerah pemekaran dari Provinsi Riau. Provinsi ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2002 pada tanggal 24 September 2002.

Namun, penyelenggaraan pemerintahannya baru dimulai dua tahun kemudian, tepatnya pada 1 Juli 2004 oleh Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno atas nama Presiden Megawati Soekarnoputri.

Daerah yang mendapat julukan “Bumi Segantang Lada” ini terentang sejak masa prasejarah. Salah satu buktinya adalah penemuan Kjokkenmoddinger (sampar dapur atau tumpukan kerang) peninggalan zaman Mesolitikum, di Desa Kawal, bagian timur Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

Temuan lainnya adalah artefak berupa batu pemecah dan sendok (spatula) atau pencungkil terbuat dari tulang iga rusa purba. Di wilayah perairan Kepulauan Riau juga ditemukan arca kecil, gelang dari perunggu, manik-manik, dan arca batu. Arkeolog memperkirakan sekitar 6.000 orang mendiami Kepulauan Riau.

Pada masa itu, orang-orang Bugis diperkirakan pernah berdagang dan sebagian besar menetap di Kepulauan Riau. Mereka membangun rumah bertonggak (rumah panggung). Nenek moyang hidup berkelompok dengan mengumpulkan bahan makanan berupa kerang dan siput laut.

Baca Juga :  Pemkab Lingga Raih 5 Kali Opini WTP, DPRD Beri Apresiasi

Pada masa kerajaan abad ke-18, Kepulauan Riau dikuasai oleh kerajaan-kerajaan Melayu yang berpusat di Pulau Bintan. Dimulai dari kerajaan Malaka yang kemudian kejayaannya direbut oleh Kerajaan Johor.

Masjid Raya Sultan Riau di Pulau Penyengat Indera Sakti, Kecamatan Tanjung Pinang Barat, Kepulauan Riau. (Dok KEMENAG.GO.ID)

Kemudian, Sultan Abdul Jalil berhasil merebut Kerajaan Johor pada tahun 1718. Kekuasaannya hanya berlangsung sementara, hingga akhirnya pada 1723 Sultan Abdul Jalil membangun kerajaannya sendiri yang bernama Siak Sri Inderapura.

Kerajaan-kerajaan Melayu juga berkontribusi dalam penyebaran bahasa Melayu di Kepulauan Riau dan sekitarnya. Bahasa Melayu sudah digunakan sehari-hari baik untuk kegiatan informal maupun formal.

Zaman kerajaan juga dikenal dengan keberadaan suku Laut, yakni suku asli Kepulauan Riau yang tinggal di atas laut dengan sampan dan rumah panggung. Suku Laut kala itu membantu suku Melayu dalam melawan penjajah yang berusaha menguasai tanah Melayu ketika itu.

Wilayah Kepulauan Riau pada masa lalu memang bagian dari wilayah Kesultanan Johor. Sedangkan Johor adalah bagian dari Kesultanan Malaka. Sebelum dikuasai Kesultanan Johor, wilayah Kepulauan Riau sudah ditempati penduduk.

Baca Juga :  Tongkang Nyaris Tenggelam di Kepri, Belasan Kontainer Jatuh ke Laut

Bahkan ditemukan sejumlah prasasti, yakni Prasasti Pasir Panjang di Kabupaten Karimun yang memperlihatkan teks tentang semboyan pemuhaan melalui tapak kaki Buddha.

Menurut penjelasan dalam situs Provinsi Kepulauan Riau, ajaran Buddha saat itu masuk ke wilayah Kepulauan Riau dibawa oleh para pedagang dari Tiongkok dan India.

Sisa Bekas puri Yang Dipertuan Muda ini merupakan salah satu sisa kejayaan Kerajaan Melayu Riau di Pulau Penyengat Kepulauan Riau/Kompas

Mereka kemudian melakukan kontak dengan Kesultanan Melayu di Sumatera. Penjelajah Portugis kemudian datang dan menaklukkan kota pelabuhan Malaka pada 1511. Penjelajah Portugis kemudian datang dan menaklukkan kota pelabuhan Malaka pada 1511.

Dalam buku ‘A History of Johore, Singapore, 1932‘ karya Sir Richard Olaf Winstedt, Kesultanan Johor menguasai sejumlah wilayah di masa kejayaannya. Wilayah yang dikuasai Kesultanan Johor saat itu adalah sejumlah wilayah di tepi sungai Klang dan Linggi, Singapura, Bintan, Riau, Lingga, Karimun, Bengkalis, hingga Kampar dan Siak di Sumatera.

Belanda turut mencoba menguasai Malaka…

Share :

Baca Juga

Nusantara

Wabah Cacar Monyet, Kepri Tingkatkan Kewaspadaan

Nusantara

Laksanakan perintah Kapolri, Polsek Daik Lingga Kepri buka gerai Vaksinasi Covid-19

Nusantara

KKB Meranti Distribusikan Daging Kurban Untuk Masyarakat Kurang Mampu

Nusantara

Nelayan Karimun yang Hilang Saat Melaut Ditemukan Tak Bernyawa

Nusantara

Semua Pelabuhan di Kepri untuk Wisatawan Mancanegara di Izinkan Masuk
Perhitungan Suara pelaksanaan pilkades

Nusantara

Suarta : Pelaksanaan Pemilihan Kades di Lingga Tidak Menyalahi Aturan

Nusantara

3 Pria di Karimun Tertangkap Tangan Timbun Solar Subsidi 1,4 Ton

Nusantara

Gaji Honorer Pemkab Karimun Turun, Berapa sih Besarannya ?