Home / Islam Digest

Rabu, 4 Mei 2022 - 09:32 WIB

Benarkah Mayit Disiksa Karena Tangisan Keluarganya?

Ilustrasi reqnews.com

Ilustrasi reqnews.com

AMORFATIMEDIA.COM – Setiap orang tentu mengalami hal yang menyedihkan dalam hidupnya. Seperti ditinggal oleh orang tersayang. Tentu hal tersebut tidak bisa menyembunyikan kesedihan orang yang ditinggal.

Ada banyak bentuk kesedihan yang diluapkan oleh orang yang ditinggal, ada dengan cara biasa saja dan berupaya untuk tegar, ada juga yang mengungkapkan kesedihannya dengan menangis, meratapi atau bahkan dengan pekikan yang tidak sewajarnya.

Karena itu merupakan sifat alamiah manusia, benarkah menangisi mayat akan berakibat kepada siksaannya di dalam kubur? Lalu, tanggisan seperti apa yang bisa mayat disiksa?

Pada dasarnya, seseorang tidak akan disiksa melainkan perbuatannya sendiri. Sebagaimana Allah berfirman dalam surah al-Mudatsir ayat 38:

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ

“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.” (QS al-Mudattsir: 38)

Lebih lanjut Allah menjelaskan:

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى

Baca Juga :  Polisi Gerebek Judi Online di Kepri Beromzet Ratusan Juta Rupiah

“Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.” (QS Fathir: 18)

Kemudian ada beberapa hadits shahih yang menunjukkan bahwa mayit disiksa karena tangisan keluarganya. Muncullah kerancuan dalam memahami hal ini sehingga para ulama pun berselisih.

‘Umar bin Al Khottob, ‘Abdullah bin ‘Umar dan jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa mayit disiksa karena tangisan keluarganya. Namun siksa tersebut dipahami (ditakwil) dengan makna lain sehingga tidak bertentangan dengan hukum asal.

Beberapa dalil yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمَيِّتَ لَيُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ

Sesungguhnya mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya padanya” (HR. Bukhari no. 1286 dan Muslim no. 927).

Dalam hadits lain dari ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Baca Juga :  Politeknik Lingga Buka Penerimaan Mahasiswa Baru D3 D4 Jalur Beasiswa

إِنَّ الْمَيِّتَ يُعَذَّبُ بِبَعْضِ بُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ

Sesungguhnya mayit disiksa karena sebagian tangisan keluarganya padanya” (HR. Bukhari no. 1287).

Beberapa pemahaman terhadap dalil-dalil tersebut:

Pertama, mayit itu disiksa karena tangisan yang dinilai terlarang (haram) yang dilakukan oleh keluarganya, seperti dengan menampar pipi, merobek saku baju dan seperti menentang (ketentuan) Allah SWT. Sedangkan jika tangisannya itu bukan tangisan haram, maka si mayat tidak disiksa.

Kedua, mayoritas ulama memaknai bahwa yang dimaksud mendapatkan siksa adalah jika mayat berwasiat agar ia ditangisi setelah meninggal dunia.

Ketiga, yang dimaksud mayat disiksa adalah mayit dijelekkan oleh malaikat.

Keempat, tangisan tersebut terjadi karena kekuasaan dan kebanggaan si mayat di mana dimanfaatkan bukan dalam jalan ketaatan kepada Allah.

(Pur)

Share :

Baca Juga

Islam Digest

10 Sunnah ala Rasulullah SAW Jelang Tidur yang Perlu Ditiru

Islam Digest

6 Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi Dihari Jumat Tersinari Kelak di Hari Kiamat

Islam Digest

Dampak Meninggalkan Shalat Wajib dengan Sengaja

Islam Digest

Pesan Rasulullah SAW agar Menjaga Dua Hal ini

Islam Digest

Bacaan Niat Sholat Dhuha Lengkap dengan Doa dan Tata Caranya

Islam Digest

Dzikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu 5 Waktu, Begini Bacaannya!

Islam Digest

Segeralah Tunduk Untuk Bersujud

Islam Digest

Alquran Menjawab Mengapa Orang Zalim Selalu Berjaya