Home / Nasional

Selasa, 3 Mei 2022 - 10:17 WIB

BPK Rentan Disuap untuk Dapat Hasil Audit Berstatus WTP

Gedung BPK RI

Gedung BPK RI

AMORFATIMEDIA.COM – Badang Pemeriksa Keuangan (BPK) akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat. Sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, sorotan tersebut tersebut mencuat setelah Bupati Bogor, Ade Yasin, ditangkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 26-27 April 2022.

Ade diduga melakukan suap terhadap beberapa pegawai BPK untuk memutihkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Pemerintah Kabupaten Bogor.

Tim KPK menangkap empat pegawai BPK perwakilan Jawa Barat di kediaman masing-masing di Bandung, 26 April 2022, malam. Mereka langsung dibawa ke Gedung KPK di Jakarta. Kemudian pada Rabu, 27 April 2022, KPK menangkap Bupati Bogor dan pejabat ASN Kabupaten Bogor di rumah masing-masing di Cibinong.

Baca Juga :  Berbisnis dengan Sukses Ala Rasululah SAW

Dalam Operasi Tangkap Tangan ini, KPK menyita uang Rp 1,024 juta, yang terdiri dari Rp 570 juta tunai dan uang yang terdapat pada rekening bank sebesar Rp 454 juta.

Ambisi Mendapatkan Hasil Audit Berstatus WTP dari BPK

Peneliti di Transparency International Indonesia (TII) Wawan Heru Suyatmiko, mengatakan kepala daerah, kepala instansi tertentu atau sekretariat kantor tertentu seringkali menyuap untuk memperoleh hasil audit berstatus wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kepala daerah atau kepala instansi yang menyuap meyakini opini WTP yang mereka terima akan mendapat simpati dari masyarakat.

Baca Juga :  Polri Tangkap 30 Pelaku Kecurangan Seleksi CASN 2021

Menurut Wawan, BPK sendiri sudah menyatakan hasil audit berstatus WTP tidak ada kaitannya dengan suatu daerah atau instansi bebas dari kasus korupsi.

“Karena ternyata yang diaudit oleh BPK itu sifatnya acak dan hanya melihat kesesuaian perencanaan keuangan dengan laporan yang sifatnya administratif. Sementara kita tahu korupsi itu selalu di luar yang administratif. Kalau sampai administratif itu korup, itu disebut penipuan. Itu biasanya terdeteksi,” kata Wawan dilansir dari VOA, Selasa, 3 Mei 2022.

Share :

Baca Juga

Nasional

Kemenag Buka Sertifikasi Halal Gratis, Simak Rinciannya

Nasional

Tak Bayar Upah Lembur saat Libur Nasional, Pengusaha Bisa Dipidana

Nasional

Negara ini Mulai Panik Akibat Jokowi Larang Ekspor CPO

Nasional

Adu Tembak Polisi di Rudin Pati Polri, Ini Kata Karopenmas

Nasional

Sah! MK Putuskan Anwar Usman Mundur dari Kursi Ketua

Nasional

Harga BBM Justru Turun di SPBU Vivo, Satu Perusahaan dengan Ponsel Vivo?

Nasional

Kasus ACT, Ini Fakta-fakta Dugaan Penyelewengan Dana Masyarakat

Nasional

Amerika Tuding Aplikasi PeduliLindungi Langgar HAM