Home / Nasional

Jumat, 20 Mei 2022 - 14:59 WIB

Desak Minta Maaf, Massa Pendukung UAS Datangi Kedubes Singapura

Ustadz Abdul Somad/Putra M. Akbar

Ustadz Abdul Somad/Putra M. Akbar

AMORFATIMEDIA.COM – Massa pendukung Ustaz Abdul Somad (UAS) mulai mendatangi kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Singapura di Jakarta, Jumat (20/5) siang.

Massa yang mengatasnamakan diri kelompok Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PERISAI) DKI Jakarta mendesak pemerintah Singapura meminta maaf karena menolak UAS masuk ke Singapura.

PERISAI mengecam sikap pemerintah Singapura yang menolak UAS. Apalagi, Singapura memberikan label kepada UAS sebagai penceramah yang menyebarkan ekstremisme.

“Apabila dalam tempo 2 x 24 jam pemerintah Singapura belum meminta maaf, maka Pemerintah RI harus meninjau ulang hubungan Diplomatik RI-Singapura,” tulis PERISAI dalam keterangan tertulis mereka.

Mereka juga meminta Dubes RI untuk Singapura Suryopratomo meminta maaf juga kepada UAS dan umat Islam karena tidak acuh pada kasus itu.

Baca Juga :  Kementerian Kesehatan Tambah 3 Jenis Vaksin untuk Imunisasi Rutin Anak

Ustaz Abdul Somad (UAS) viral diperbincangkan setelah ditolak masuk ke Singapura. Negeri Singa itu beralasan UAS menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi.

Lewat wawancara di saluran youtube Refly Harun, UAS menjawab tuduhan tersebut. Dia mengatakan tiga poin yang dijadikan Singapura menuduhnya sebagai penyebar ekstremis sebenarnya telah diklarifkasinnya sejak lama.

Menurut UAS, tuduhan-tuduhan yang dasarnya adalah potongan-potongan video ceramahnya itu telah dijawab dalam video berjudul Klarifikasi UAS di saluran yotube miliknya.

“Masalah martir bunuh diri, itu konteks di Palestina ketika tentara Palestina tidk berdaya, tidak mempunyai apapun untuk membalas serangan Israel. Dan itu bukan pendapat saya, saya hanya menjelaskan pendapat ulama,” ujar UAS, Kamis (19/5/2022).

Baca Juga :  Siap-siap! Tenaga Honorer Resmi Dihapus 28 November 2023

Penceramah kondang ini pun menjelaskan materi-materi yang disampaikannya menjawab pertanyaan jamaah di masjid. Dia merasa punya kewajiban menjawab pertanyaan setiap jamaah karena tanggung jawabnya sebagai intelektual serta dosen.

“Jika jamaah nanya, (seraya menirukan) ustaz, masalah di Palestina bagaimana? Masak saya bilang jangan dijawab, nanti saya tidak bisa masuk ke Singapura. Atau saya mau jawab tapi jangan direkam ya. Jamaah saya kan di mana-mana, masak saya harus datang ke semuanya?” kata UAS.

(Rodal/Pur)

Share :

Baca Juga

Nasional

Cek Lagi, Ini Kriteria Barang yang Kena Pajak 11 Persen

Nasional

MotoGP Mandalika 2022, Jokowi Berpaling ke Fabio Quartararo Usai Marc Marquez Absen

Nasional

Jaksa Agung Minta Jajaran Usut Tuntas Keberadaan Mafia Pupuk

Nasional

Kejagung Tentukan Sikap Kasus Minyak Goreng Awal April

Nasional

Harga BBM Justru Turun di SPBU Vivo, Satu Perusahaan dengan Ponsel Vivo?

Nasional

Negara Kalah Dengan Mafia, Krisis Minyak Goreng Sudah 6 Bulan

Nasional

Seleksi Guru PPPK 2022 Segera Dibuka, Guru Honorer Siap-Siap Ikut

Nasional

Kuasa Hukum Brigadir J Diusir, Mahfud MD: Pengacara Brigadir J Tak Harus Diundang Saat Rekonstruksi