Home / Nasional

Minggu, 27 Maret 2022 - 05:49 WIB

DPR Anggarkan Rp48,7 Miliar untuk Ganti Gorden dan Rp11 Miliar Pengaspalan Area Gedung

Gedung DPR RI. /Inst

Gedung DPR RI. /Inst

AMORFATIMEDIA.COM – DPR RI menganggarkan Rp 48,7 miliar untuk membeli gorden dan Rp11 miliar untuk pelapisan aspal. Anggaran itu berasal dari APBN 2022.

Dilihat amorfatimedia.com dari situs LPSE DPR RI, Sabtu, 26 Maret 2022, tender tersebut diberi nama ‘Penggantian Gordyn dan Blind DPR RI Kalibata’ dengan kode tender 732087 dan Pelapisan Aspal Hotmix Area Komplek DPR RI dengan kode RUP 35120066.

Baca Juga :  KPK Klaim Buru Empat Buron Sejak 2017

Tender saat ini berada pada tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga. Ada 49 peserta tender yang telah terdaftar.

“Tahun anggaran APBN 2022. Nilai pagu paket Rp 48.745.624.000 (Rp 48,7 miliar). Nilai HPS paket Rp 45.767.446.332,84 (Rp 45,7 miliar),” demikian tertulis dalam situs itu.

Lokasi pekerjaan aspal di Gedung DPR RI Jln. Jend. Gatot Subroto, Kav.1, Kota Jakarta Pusat. Jenis pengadaannya pekerjaan konstruksi.

Baca Juga :  MK Putuskan Masa Jabatan Kepala Desa Maksimal 3 Periode

Sementara untuk gorden, tidak ada penjelasan apakah gorden tersebut akan dipakai di rumah jabatan anggota DPR di Kalibata atau tidak. Namun lokasi pekerjaan disebut berada di Jl DPR Dalam Tim No 12, RT 12/RW 5, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan

Sumber: Lpse.dpr.go.id
Editor: Pramonco

Share :

Baca Juga

MK Kabulkan Sebagian Pengujian UU Cipta Kerja

Nasional

Cacat Formil, MK Kabulkan Sebagian Pengujian UU Cipta Kerja

Nasional

Ini Pesan Ibu Guru Nani yang Viral tentang ‘Nilai Ujian Tak Penting’

Nasional

Hakim Vonis Bebas Polisi Pembunuh FPI, Kuasa Hukum FPI: Sudah Kami Duga

Nasional

Dinai Otoriter, Berikut Deretan Pasal Penghinaan ke Penguasa yang Mengganjal dari RKUHP

Nasional

Kemenag Ungkap Alasan dan Perancang Logo Halal Indonesia Terbaru

Nasional

Siap-siap! Tenaga Honorer Resmi Dihapus 28 November 2023

Nasional

Kejagung Tentukan Sikap Kasus Minyak Goreng Awal April

Nasional

Haris Azhar dan Fatia Jadi Tersangka, Akuntabilitas Polisi Perlu Diuji