Home / Nusantara

Kamis, 21 Juli 2022 - 14:53 WIB

Dua Petugas Keamanan Tewas Akibat Angin Ribut di Karimun

Angin Ribut Terjang Karimun Kepulauan Riau (Kepri) pada Rabu (20/7)/Ist

Angin Ribut Terjang Karimun Kepulauan Riau (Kepri) pada Rabu (20/7)/Ist

AMORFATIMEDIA.COM – Angin ribut menerjang Desa Pangke, Kecamatan Meral barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), pada Rabu (20/7) kemarin.

Pihak kepolisian juga turun ke lokasi bencana alam tersebut bersama dengan perangkat desa hingga Kecamatan Meral Barat. Rumah warga yang mengalami kerusakan paling banyak pada bagian atap.

“Ada belasan rumah yang terkena oleh bencana alam puting beliung yang terjadi pagi tadi. Satu rumah dilaporkan rusak berat,” kata Kapolsek Meral, AKP Erdinal, Rabu, 20 Juli 2022.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, dua korban tewas karena tertimbun reruntuhan bangunan pos sekuriti yang roboh diterjang angin ribut.

“Dua petugas keamanan industri perkapalan meninggal dunia terkena reruntuhan bangunan pos sekuriti yang roboh,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Kamis, 21 Juli 2022.

Selain di Desa Pangke, fenomena yang serupa juga terjadi di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing. Cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan disertai angin kencang itu telah merusak 43 unit rumah, empat unit di antaranya mengalami rusak berat.

Baca Juga :  Wabah Cacar Monyet, Kepri Tingkatkan Kewaspadaan

Data visual yang diterima oleh Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karimun, beberapa bangunan rumah milik 43 KK mengalami kerusakan di bagian dinding hingga atap. Beberapa rumah bahkan roboh hingga rata dengan tanah.

Sebagai bentuk upaya percepatan penanganan pascabencana tersebut, BPBD Kabupaten Karimun bersama instansi terkait telah turun ke lokasi terdampak untuk asesmen dan membantu pemulihan serta pembersihan puing bangunan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, cuaca berawan hingga hujan ringan masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Karimun pada Kamis (21/7) hingga malam nanti.

BNPB mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Upaya mitigasi seperti pemangkasan ranting dan cabang pohon, pemantauan dan penertiban baliho atau papan reklame, penguatan struktur bangunan rumah dan gedung, penataan kembali kabel listrik dan jaringan komunikasi serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara berkala.

Baca Juga :  Tongkang Nyaris Tenggelam di Kepri, Belasan Kontainer Jatuh ke Laut

Di samping itu, untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi lainnya seperti banjir dan tanah longsor, maka upaya mitigasi seperti normalisasi sungai, susur sungai, pembersihan sungai dari sumbatan sampah, sosialisasi kepada masyarakat dan memantau perkembangan cuaca agar dilakukan secara rutin.

Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng tebing dan bantaran sungai dihimbau agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lebih dari satu jam, maka segera evakuasi sementara secara mandiri ke lokasi yang lebih aman.

Reporter: M. Azrin
Editor: Pursyahdad

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan setiap hari dari Amorfatimedia.com di Google News caranya Klik di Sini.

Share :

Baca Juga

Nusantara

Gelar Apel Siaga, Bawaslu Lingga Dorong Sinergisitas Antar Semua Komponen

Nusantara

Tabung Gas Meledak, 2 Orang Pekerja PT. MOS jadi Korban

Nusantara

Siap-Siap, Bule di Kepri Melanggar Lalu Lintas Akan Ditindak

Nusantara

Korea Selatan Danai Proyek Jembatan Batam-Bintan Kepri

Nusantara

Kapolri Mutasi Wakapolda di Kepri, Aceh, dan Kalimantan Timur

Nusantara

Produksi Air Mineral Gunung Daik dihentikan, Direktur BUMD Lingga: Tidak Ada Untung

Nusantara

Ruko Milik Pemdes di Lingga Kepri Terbakar, Kerugian Mencapai Ratusan Juta

Nusantara

Enam Nelayan Bintan ditahan Aparat Keamanan Johor Malaysia