Home / Nusantara

Kamis, 22 Juli 2021 - 08:48 WIB

Enam Nelayan Bintan ditahan Aparat Keamanan Johor Malaysia

ILUSTRASI

ILUSTRASI

AMORFATIMEDIA.COM, Bintan – Enam nelayan asal Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) ditahan oleh aparat keamanan Johor, Malaysia. Bupati Kabupaten Bintan, Apri Sujadi layangkan surat kepada Sekretaris Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) RI di Jakarta.

Surat yang bernomor P/858/136/VII/2021 dikirimkan melalui Bagian Pengelolaan Wilayah Perbatasan Daerah Kabupaten Bintan, guna mempercepat proses penanganan nelayan setempat pulang dari Malaysia.

“Diduga penahanan enam nelayan Bintan ini disebabkan oleh kerusakan mesin kapal, sehingga hanyut dan memasuki kawasan perbatasan laut teritorial Malaysia,” ujar Apri Sujadi, dikutip dari Antara, Rabu, 21 Juli 2021.

Apri mengatakan surat tersebut menindaklanjuti laporan dari Dewan Pengurus Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional (DPD KNTI) Bintan.

Selain itu, didalam surat tersebut Apri turut mengajukan permohonan bantuan perlindungan hukum melalui koordinasi BNPP RI dengan KBRI di Malaysia atau KJRI di Johor.

Baca Juga :  Nelayan Karimun Dinyatakan Hilang, Kapal Ditemukan di Meranti

“Kami berharap agar proses pemulangan nelayan Bintan dapat segera dilakukan oleh pihak yang berwenang,” ujar Apri.

Ketua KNTI Kabupaten Bintan Buyung Adly menjelaskan kronologis penahanan enam nelayan tersebut berawal saat sedang memancing menggunakan boat berkapasitas 3 GT lengkap dengan peralatan jaring dan rawai di titik koordinat 52 mil dari bibir pantai Kampung Masiran dan ke arah barat, Sabtu, 10 Juli 2021.

“Mereka menggunakan dua boat. Masing-masing-masing mengangkut tiga orang,” kata Buyung.

Esoknya Pada Minggu, 11 Juli 2021, salah seorang nelayan mengirim pesan via WhatsApp ke Safarudin selaku pemilik boat bahwa mereka ditahan oleh aparat keamanan Malaysia.

“Mesin boat mereka mati karena cuaca buruk, lalu hanyut ke Pulau Aur Johor dan langsung diamankan pihak berwenang di sana,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Kepri Minta Bupati Lingga Revisi Aturan Perjalanan Orang

Buyung berharap persoalan ini cepat selesai, karena ia merasa kasihan terhadap pihak keluarga yang ditinggalkan. Menurutnya, kejadian serupa berulang kali menimpa nelayan tradisional setempat.

Ia meminta pemerintah memperhatikan nasib nelayan tradisional yang melakukan penangkapan ikan di wilayah perbatasan, dengan memberikan peta atau koordinat-koordinat perbatasan, sehingga nelayan paham akan garis sempadan negara.

Pihaknya terus memantau perkembangan penanganan terhadap enam nelayan ini melalui pemerintah daerah dan LSM di Malaysia

“Berikan juga mereka alat komunikasi yang baik untuk berkomunikasi ketika perahu mengalami kerusakan dan berpotensi masuk ke negara tetangga karena terbawa arus atau gelombang,” ujarnya.

Editor: Pursyahdad

Share :

Baca Juga

Nusantara

Temuan Pansus LKPJ DPRD Karimun, PAD Karimun Terancam oleh Tambang Pasir

Nusantara

Kapolri Mutasi Wakapolda di Kepri, Aceh, dan Kalimantan Timur

Nusantara

Mengenal Kain Dagang, Pakaian Tradisional Melayu Lingga Kepri

Nusantara

15 Tahun Bekerja Sebagai PTT, Syarifah Turut Tidak diperpanjang SKnya oleh Bupati Lingga

Nusantara

Polisi Dalami Keterkaitan Temuan 179 Kg Narkoba di Selat Sunda dengan Kepri

Nusantara

Masalah Tumpahan Minyak di Perairan Kepri, Indonesia-Singapura Sepakat Atasi Bersama

Nusantara

Sosialisasi Regulasi Pemilu, Zamroni Minta Masyarakat Aktif Awasi Pemilu 2024

Nusantara

Babak Baru Kisruh Dualisme Kepengurusan KNPI Kepri