Home / Opini

Rabu, 15 Desember 2021 - 11:24 WIB

Filosofi Kopi dan Seni Memaknai Hidup

Ilustrasi secangkir kopi/Int

Ilustrasi secangkir kopi/Int

AMORFATIMEDIA.COM – Pahit, bikin kembung, menimbulkan karang gigi atau membuat gigi menjadi kuning adalah bagian dari efek mengkonsumsi kopi. Kopi juga dapat membuat orang insomnia yang berasal dari kandungan kafein dalam kopi apabila di konsumsi secara berlebihan. Meskipun demikian, ada juga sisi positif dari kopi. Salah satunya adalah merangsang urat saraf untuk tetap fokus dalam beraktivitas.

Bagi sebagian orang, kopi tidak hanya sebatas minuman biasa, tetapi dapat dimaknai sebagai teman, sahabat, dan guru yang dapat menginspirasi di tengah kejenuhan menjalani kehidupan. Bahkan dibeberapa daerah, minum kopi menjadi bagian dari sebuah tradisi intelektual, termasuk dalam mengerjakan tugas, berdiskusi, rapat organisasi, dan lain sebagainya sambil meminum secangkir kopi.

Bubuk hitam itu (kopi) menjadi magnet yang dapat menyihir para pecintanya, baik dari kalangan muda maupun yang lebih senior. Dari kafe kekinian hingga angkringan, tak menyulutkan semangat penikmat untuk menyeruputnya, dan mampu menciptakan suasana yang hangat dan mengakrabkan. Karena kopi tak pernah memilih siapa yang layak untuk meminumnya, sebab dihadapan secangkir kopi, kita semua sama saja.

Baca Juga :  Presidential Threshold dan Masa Depan Hukum Pemilu

Kopi pun dimaknai oleh sebagian orang sebagai seni untuk menikmati hidup, karena kopi itu sangat berkarakter dan memiliki filosofinya sendiri. Misalnya cappucino, memiliki makna bagi orang yang menyukai kelembutan sekaligus keindahan. Seorang penikmat cappucino sejati, akan memandangi penampilan yang terlihat pada cangkir sebelum mencicipnya, dan dibutuhkan standar dan penampilan yang tinggi, dan tidak boleh kelihatan sembarangan. Apabila dari pandangan pertama sudah kelihatan acak-acakan dan tak terkonsep, bisa-bisa penikmat tidak mau meminumnya.

Berbeda dari cappucino, kopi tubruk memiliki makna yang lain lagi. Kopi tubruk bisa jadi bermakna lugu, sederhana, tapi sangat memikat apabila kita mengenalnya lebih dalam. Kopi tubruk tak memerdulikan penampilan, kasar, dan membuatnya pun sangat cepat. Tapi tunggu sampai Anda menghirup aromanya. Kedahsyatan kopi tubruk terletak pada temperatur, tekanan, dan urutan langkah pembuatan yang tepat. Semua itu akan sia-sia kalau Anda kehilangan tujuan sebenarnya, yaitu aroma.

Baca Juga :  Hanya Megawati yang Bisa "Meredam" Kim Jong Un

Dalam buku Filosofi Kopi karya Dee Lestari, ada salah satu kopi yang melambangkan arti dari kesuksesan, yakni semacam wujud kesempurnaan hidup yang dibuat oleh Ben, seorang barista sekaligus pecinta kopi yang tergila-gila dan tersihir pada kopi. Kemudian hasil racikan dan ramuan kopinya dinamai Ben’s Perfecto. Kopi tersebut pun melambangkan kesungguhan, ambisi, dan cita-cita karena dibuat setelah Ben mendapat tantangan dari pengunjung seorang laki-laki berusia 30 tahun dengan imbalan 50 juta.

Share :

Baca Juga

Opini

Terapi Shalat untuk Penderita Stroke

Opini

Menjaga “Nyala Api” Pemikiran Buya Syafii Maarif

Opini

Masalah Bebasnya Napi Korupsi

Opini

Haji Agus Salim, Memimpin adalah Menderita

Opini

Semiotika Kebencian

Opini

Peluang Kampanye Pemilu di Kampus

Opini

Akuntabilitas Pengisian Penjabat Kepala Daerah

Opini

Urgensi Perlindungan Hukum Konsumen Pengguna Pinjaman Online