Home / Nusantara

Rabu, 30 Maret 2022 - 16:55 WIB

Fonema Hujan Es di Batam Kepri, Begini Penjelasan BMKG

Ilustrasi hujan es/Net

Ilustrasi hujan es/Net

AMORFATIMEDIA.COM – Masyarakat Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (29/3/2022) petang mendadak heboh, pasalnya tiba-tiba saja kawasan Sagulung kota Batam diguyur hujan es.

Bahkan dari kejadian ini tidak sedikit kendaraan yang mendadak menghentikan jalannya karena khawatir fenomena yang terjadi tersebut. “Lumayan besar kerikil esnya, kena kepala sakit juga,” kata Omar warga Sagulung.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman membenarkan fenomena hujan es tersebut. Ia mengatakan, salah satu pemicu kuat terjadinya hujan es dikarenakan adanya gumpalan awan kumulonimbus yang sangat besar dan padat.

Baca Juga :  Bangunan Kantor BPD Lingga Kepri Rusak dan Hampir Roboh

“Awan ini muncul karena adanya tekanan panas yang sangat tinggi menyebabkan awan kumulonimbus menggumpal sangat besar, awan inilah yang menurunkan kerikil es,” kata Suratman, Rabu, 30 Maret 2022.

Awan kumulonimbus memiliki bentuk yang berlapis-lapis seperti bunga kol. Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi, yang akan cepat berubah warna menjadi abu – abu atau hitam.

Pergerakan massa udara naik yang cukup kuat dapat membawa uap air naik hingga mencapai ketinggian dimana suhu udara menjadi sangat dingin hingga uap air membeku menjadi partikel es.

Baca Juga :  KM Bintang Surya Terbakar di Perairan Karimun, 1 ABK Tewas

“Awan ini terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer, jika terjadi hujan es seperti ini, diharapkan anak-anak untuk tidak main hujan, karena kerikil es nya cukup perih jika terkena kebadan, apalagi kepala,” jelas Suratman.

Awan kumulonimbus adalah awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya.

Kontributor: Conet
Editor: Pramonco

Share :

Baca Juga

Nusantara

Gubernur Ansar Anggarkan Rp 7 miliar untuk Bangun Rumah Suku Laut di Lingga

Nusantara

Terungkap! Mardi Beberkan di Upah 1 Juta Sekali Jalan Bawa Kayu Ilegal Lingga ke Tanjungpinang

Nusantara

Korupsi Dana Desa Rp 200 Juta, PJs Kades di Karimun Jadi Tersangka

Nusantara

Setelah 2 Tahun Dihentikan, Pelayaran Karimun-Malaysia Kembali Dibuka

Nusantara

Dua Petugas Keamanan Tewas Akibat Angin Ribut di Karimun
Kapal Kayu

Nusantara

Kapal Pengangkut BBM Terbakar di Perairan Lingga

Nusantara

Kasus COVID-19 di Lingga Menurun Jadi 27 Kasus

Nusantara

26 Maret 2022 Kasus Covid di Kepri 69563