Home / Pemilu

Sabtu, 4 Juni 2022 - 15:59 WIB

Hasil Survei IPO: 43% Pemilih Belum Tahu Jadwal Pemilu 2024

MUHAMMAD IQBAL/Antarafoto

MUHAMMAD IQBAL/Antarafoto

AMORFATIMEDIA.COM – Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) nasional pada Mei 2020 menunjukkan, sebanyak 43 persen calon pemilih belum mengetahui jadwal perhelatan pemilu dan pilpres yang akan dihelat pada 14 Februari 2024.

“Jumlah tersebut terbilang sangat besar sehingga ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera direspon pemerintah dan penyelenggara pemilu,” ujar Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah dalam keterangannya, Sabtu, 4 Juni 2022.

Meski demikian, lanjut Dedi, 74 persen responden setuju jika pemilu dan pilpres diselenggarakan pada 14 Februari 2024. “Hanya 18% yang sangat tidak setuju, dan 8% yang tidak setuju.”

Survei tersebut dilaksanakan pada 23-28 Mei 2022 dengan teknik wawancara penelitian hybrid secara tatap muka sebanyak 480 responden, dan sambungan telepon.

Baca Juga :  Bawaslu Lingga Jamin Hak Pilih Pemilih Disabilitas di Pemilu 2024

Berdasarkan hasil survei tersebut, sumber informasi politik publik lebih banyak dari media konvensional. Televisi mendapat penilaian tertinggi sebagai media paling banyak dijadikan sumber informasi politik.

Sebesar 36% publik menggantungkan sumber informasi politik dari televisi, sementara surat kabar hanya dijadikan referensi oleh 7% publik. Masyarakat yang masih menjadikan radio sebagai sumber informasi politik sebesar 11%, media sosial 23%, media pemberitaan online 13%, media luar ruang 2%, sementara 8% masih mengandalkan tokoh masyarakat sebagai sumber informasi.

Dedi menerangkan, kondisi itu membuktikan jika konsumen media konvensional masih cukup kuat, karena media sosial dan online yang selama ini terkesan menguasai informasi tidak juga mendapatkan persepsi dominan.

“Konsumen media massa masih cukup banyak, bahkan masih yang paling dipercaya. Tiga besar televisi yang paling banyak dijadikan rujukan adalah Tv One, yakni sebesar 13,9%, di susul Metro Tv 7,7%, dan MNC TV 4,3%.” jelas Dedi.

Baca Juga :  Pemerintah fokus persiapan Pemilu 2024, Hidayat Nur Wahid: Kita tidak hidup di Orba

Demikian halnya media cetak surat kabar, Dedi menuturkan bagi kelas sosial tertentu masih cukup diminati. Media sosial dan online ia yakini berhasil memberikan informasi yang cepat dan banyak, tetapi untuk memastikan kebenaran informasi publik masih menggantungkan pada media massa.

“Media massa dalam catatan IPO masih cukup diminati, terutama soal kepastian kebenaran informasi yang disampaikan, sehingga ini memicu konsumen media untuk tetap bertahan pada publikasi-publikasi media massa yang ada, bahkan Radio sekalipun terbukti masih lebih unggul dari surat kabar,” terang Dedi.

Metode survei dan implementasi

Share :

Baca Juga

Pemilu

Jokowi larang menteri bicara Pemilu, PAN: Pintu sudah tertutup

Pemilu

Jelang Pemilu 2024, KPU Sebut Pemilih Berjumlah 190 Juta

Pemilu

Meski di Tolak, Ombudsman Tetap Lanjut Penyelidikan Dugaan Maladministrasi Seleksi Bawaslu Kepri

Pemilu

Tolak UU PPP, Partai Buruh Akan Gugat ke MK

Pemilu

Kemendagri Pastikan Pemilu 2024 Sesuai Jadwal yang Sudah Ditetapkan

Pemilu

Dimulai 14 Juni, Ini Tahapan Lengkap Pemilu 2024

Pemilu

Sri Mulyani Gelontorkan Anggaran Rp 19,5 Triliun buat Persiapan Pemilu

Pemilu

Deja Vu Sipol dan Gugatan Pemilu