Home / Pemilu

Selasa, 9 Agustus 2022 - 11:39 WIB

Honor Badan Ad Hoc Pemilu 2024 Naik: Ketua KPPS Rp1,2 Juta

Ilustrasi pemilu. REUTERS

Ilustrasi pemilu. REUTERS

AMORFATIMEDIA.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menaikkan jumlah honor bagi para petugas badan ad hoc pada Pemilu 2024 mendatang.

Keputusan honor petugas Pemilu 2024 naik tertuang dalam Surat Kementerian Keuangan Nomor S-647/MK.02/2022 tanggal 5 Agustus 2022 perihal Satuan Biaya Masukan Lainnya (SBML) untuk Tahapan Pemilihan Umum dan Tahapan pemilihan.

Kenaikan honor ini berlaku untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih), Panitia Pemungutan Luar Negeri (PPLN) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN).

“KPU menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah mengakomodir usulan kenaikan honor badan ad hoc untuk penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Presiden Tahun 2024,” ujar Komisioner KPU Yulianto Sudrajat di kantornya, Senin, 8 Agustus 2022.

Kata Sudrajat, KPU memahami kondisi keuangan negara yang sedang membutuhkan proyek strategis nasional lainnya, sehingga KPU akan mengoptimalkan anggaran pemilu yang telah dialokasikan tahun ini walaupun belum maksimal sesuai usulan kebutuhan KPU.

Baca Juga :  Sri Mulyani Gelontorkan Anggaran Rp 19,5 Triliun buat Persiapan Pemilu

Berikut rincian resmi anggaran honor dan perlindungan kerja bagi petugas badan ad hoc Pemilu dan Pilkada 2024:

1. Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)

Honor ketua dari sebelumnya Rp1.850.000 (Pemilu 2019) menjadi Rp2.500.000 (Pemilu 2024); anggota dari Rp1.600.000 menjadi Rp2.200.000; sekretaris dari Rp1.300.000 menjadi Rp1.850.000; dan pelaksana dari Rp850.000 menjadi Rp1.300.000.

2. Panitia Pemungutan Suara (PPS)

Honor ketua dari Rp900.000 (Pemilu 2019) menjadi Rp1.500.000 (Pemilu 2024); anggota dari Rp850.000 menjadi Rp1.300.000; sekretaris dari Rp800.000 menjadi Rp1.150.000; pelaksana dari Rp750.000 menjadi Rp1.050.000.

3. Panitia Pendaftaran Pemilih atau Pantarlih

Honor Pantarlih dari Rp800.000 menjadi Rp1.000.000.

4. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)

Honor ketua dari Rp550.000 menjadi Rp1.200.000; anggota dari Rp500.000 menjadi Rp1.100.000; Satlinmas dari Rp500.000 menjadi Rp700.000.

5. Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN)

Honor Ketua PPLN naik dari Rp8.000.000 naik menjadi Rp8.400.000; anggota Rp7.500.000 menjadi Rp8.000.000; sekretaris dari Rp7.000.000 tetap Rp7.000.000; pelaksana juga tetap Rp6.500.000, begitu pula Pantarlih tetap Rp6.500.000.

Baca Juga :  Otak-Atik Koalisi Bisa Ada 4 Capres di Pilpres 2024

6. Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) Luar Negeri

Honor untuk Pantarlih luar negeri tidak mengalami kenaikan, tetap Rp6.500.000.

7. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN)

Honor KPPSLN juga tidak mengalami kenaikan. Honor ketua 6.500.000, anggota 6.000.000, dan Satlinmas LN 4.500.000.

Selain kenaikan honor badan ad hoc tersebut, pemerintah juga telah menetapkan santunan kecelakaan kerja bagi badan ad hoc pada penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan 2024 sebagai berikut;

1. Meninggal = Rp36.000.000 per orang;
2. Cacat Permanen = Rp30.800.000 per orang;
3. Luka Berat = Rp16.500.000 per orang;
4. Luka Sedang = Rp8.250.000 per orang; dan
5. Bantuan Biaya Pemakaman = Rp10.000.000 per orang.

Editor: Pramonco

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan setiap hari dari Amorfatimedia.com di Google News caranya Klik di Sini.

Share :

Baca Juga

Pemilu

Manuver Licin Presiden Jokowi

Pemilu

Kemendagri Pastikan Pemilu 2024 Sesuai Jadwal yang Sudah Ditetapkan

Pemilu

Dimulai 14 Juni, Ini Tahapan Lengkap Pemilu 2024
Otak-Atik Koalisi Bisa Ada 4 Capres di Pilpres 2024

Pemilu

Otak-Atik Koalisi Bisa Ada 4 Capres di Pilpres 2024

Pemilu

Bawaslu Lingga Buka Pendaftaran Pemantau Pemilu 2024, Ini Syaratnya

Pemilu

76 Parpol Ini Bisa Daftar Pemilu: Ada Partai Mahasiswa Indonesia

Pemilu

Jelang Pemilu 2024, KPU Sebut Pemilih Berjumlah 190 Juta

Pemilu

Jokowi Lantik Anggota KPU-Bawaslu pada 12 April