Home / Nusantara

Selasa, 26 Juli 2022 - 13:41 WIB

Jaga Ekosistem Laut Kepri, Lantamal Tanjungpinang Tanam 1500 Mangrove

Penanaman bibit mangrove oleh Lantamal IV Tanjungpinang, di Dompak Tanjungpinang, Kepri/Ist

Penanaman bibit mangrove oleh Lantamal IV Tanjungpinang, di Dompak Tanjungpinang, Kepri/Ist

AMORFATIMEDIA.COM – Memperingati Hari Mangrove Sedunia, TNI AL melakukan penanaman sebanyak 1.000.377 bibit mangrove serentak di 77 lokasi se-Indonesia.

Penanaman mangrove serentak dipimpin oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono. Kegiatan juga dalam memecahkan rekor MURI untuk penanaman bibit mangrove.

Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Kemas M Ikhwan Madani menjelaskan hutan mangrove berguna untuk menjaga ekosistem dan ekologi, abrasi, pengaruh polutan yang merusak serta meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir yang mengandalkan ekosistem laut.

Namun bukan hanya untuk menjaga lingkungan saja, Kemas menyebutkan hutan mangrove juga berfungsi dalam pertahanan negara, terutama dari wilayah laut. Terlebih lagi Negara Indonesia merupakan negara kepulauan.

“Banyak yang bisa kita manfaatkan dari hutan mangrove yang terjaga. Aspek pertahanan juga bisa terjaga dengan baik. Dimana Marinir bisa laksanakan lindung tinjau dan juga penghambat gerak maju dalam operasi pertahanan pantai,” sebut Kemas dalam sambutannya di Dompak Tanjungpinang, Selasa, 26 Juli 2022.

Baca Juga :  Bukan Minal Aidzin Wal Faidzin, Ini Ucapan Idul Fitri yang Benar

Dalam kegiatan tersebut Lantamal IV Tanjungpinang menanam sebanyak 1.500 bibit mangrove menyusul 3.000 bibit mangrove sebelumnya yang ditanaman Lantamal IV Tanjungpinang.

Plt Asisten 3 Pemprov Kepri, Misbardi saat membacakan sambutan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dalam kegiatan penanaman mangrove Lantamal IV di Dompak Tanjungpinang mengatakan, rehabilitasi hutan mangrove sangat diperlukan dan hal ini menjadi kontribusi penting bagi dunia.

“Puncaknya akan ditunjukan oleh Presiden Jokowi di pertemuan G20 di Bali mendatang,” ujar Misbardi

Baca Juga :  Menjaga “Nyala Api” Pemikiran Buya Syafii Maarif

Kerusakan lingkungan di Provinsi Kepulauan Riau memprihatinkan. Lebih dari separuh luas lahan hutan mangrove atau bakau di provinsi tersebut rusak.

Penyebabnya antara lain ilegal loging, hama, perluasan tambak dan praktik budidaya yang tidak berkelanjutan. Kerusakan ini berdampak pada perubahan iklim

Data pemerintah menyebutkan total ada 68.351 hektar hutan mangrove di Kepri. Kerusakannya mencapai 55 persen atau 37 ribu  hektare lebih diantaranya rusak.

Hutan mangrove berfungsi menjaga ekosistem, menjaga kualitas air pesisir, penyimpanan karbon serta menjadi sumber mata pencaharian dan ketahanan masyarakat pesisir.

(Kadri/Pram)

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan setiap hari dari Amorfatimedia.com di Google News caranya Klik di Sini.

Share :

Baca Juga

Nusantara

Dana Hibah Masjid Diduga Digunakan Untuk Kepentingan Pribadi, Ketua BPD dan Kades Keton terlibat

Nusantara

Tabung Gas Meledak, 2 Orang Pekerja PT. MOS jadi Korban

Nusantara

Kasus Korupsi Dana Hibah Dispora Kepri, Polisi Serahkan Berkas ke Kejati Kepri

Nusantara

Pemerintah RI Respons Mahathir: Kepri Wilayah Kedaulatan Indonesia

Nusantara

Nizar Dampingi Kejati Kepri Resmikan Balai Restorative Justice

Nusantara

Pemprov Kepri Cari Solusi untuk 7.000 Tenaga Honorer yang Akan di Hapus

Nusantara

Rayakan Hari Anak, KPPAD Lingga Ingatkan Peran Orangtua Dimasa Pandemi

Nusantara

Pemkab Lingga Raih 5 Kali Opini WTP, DPRD Beri Apresiasi