Home / Islam Digest

Kamis, 30 Juni 2022 - 08:56 WIB

Kalau Ada Masalah Jangan Curhat ke Manusia, Curhatlah kepada Allah

Setiap ada persoalan dan ingin mendapatkan solusinya, sampaikanlah kepada Allah Ta'ala. Freepik

Setiap ada persoalan dan ingin mendapatkan solusinya, sampaikanlah kepada Allah Ta'ala. Freepik

AMORFATIMEDIA.COM – Manusia tentunya tak lepas dari masalah, sedih dan penderitaan. Namun itu hal sangat wajar dan manusiawi. Sebagian ada yang mencoba untuk menyelesaikan dengan cara curhat kepada keluarga atau sahabat, bahkan ada yang mencurahkan hanya lewat sosial media.

Menurut buku Lalai Waktu? No Way! oleh Muhammad Rosul, perasaan-perasaan seperti itu adalah wajar dan selalu ada disetiap kehidupan manusia. Perasaan galau adalah manusiawi, namun tidak boleh berlarut-larut dengan perasaan tersebut.

Setiap orang, kata Muhammad Rosul dalam suatu waktu menghadapi kebingungan yang menyebabkan dirinya mengalami kegalauan. Bahkan Nabi dan para sahabat pun pernah mengalaminya.

Rasulullah galau melihat umatnya yang teramat jahiliah. Abu Bakar gelisah di saat umat Islam banyak menyimpang setelah Rasul wafat. Umar bin Khatab galau saat melihat salah satu rakyatnya memasak batu karena kemiskinan, Abdurrahman bin Auf galau karena kekayaannya yang dikhawatirkan akan menjauhkannya dari harumnya surga,” kata Muhammad Rosul.

Baca Juga :  Qiyamul Lail di Bulan Ramadhan, Diangkatnya Derajat Hingga Disediakan Surga

Demikian pula yang rasakan para kiai dan yang galau melihat kemaksiatan, kemungkaran, kezaliman semakin meraja lela. Semua kegalauan dan kegelisahan adalah hal yang wajar. Yang tidak wajar adalah saat kegalauan dan kegelisahan berlarut-larut dan tidak mampu berbuat apa-apa karenanya.

“Silakan galau, asal tetap tegar. Silakan gelisah, asal jangan berkeluh kesah. Silakan sedih, asal jangan meratapi. Silakan gundah, asal bisa bersikap dewasa dan silakan risau, asal jangan terus-terusan,” kata Muhammad.

Semua sifat itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari manusia, hanya saja bagaimana bisa mengaturnya dengan baik sehingga berubah menjadi inspirasi. Inspirsi yang kemudian berubah menjadi solusi.

Baca Juga :  Keutamaan Sholat Tepat Waktu, Sebagai Petunjuk dan Keselamatan

Misalnya saja kisah kegalauan Salahuddin Al Ayyubi sebelum menaklukkan Pasukan Salib. Berawal dari kegalauan Al- Ayyubi, melihat umat Islam yang terpecah-pecah ditambah dengan serangan dari luar yang semakın gencar, kegalauannya berubah menjadi inspirasi bagınya untuk menyatukan umat Islam agar kembali menguat dengan mengadakan Maulidur Rasul.

Akhirnya umat Islam kembali menyatu dan merebut kemenangan dari kaum Salibis Eropa.

Begitu juga kegalauan para ulama ternyata juga memberikan perubahan besar bagi Indonesia. Lihatlah bagaimana KH. Hasyim Asyari mendirikan NU hanya karena berawal dari kegalauannya dan kegelisahannya terhadap penindasan kaum penjajah, sehingga beliau mengumandangkan resolusi jihad kepada para santrinya.

Begitu pula Ahmad Dahlan…

Share :

Baca Juga

Islam Digest

Mengapa Sholat Lima Waktu Begitu Istimewa dalam Islam, Simak Alasannya!

Islam Digest

Doa Hasan al-Bashri di Bawah Kilatan Pedang Algojo Irak

Islam Digest

Dosa Besar Bagi Orang yang Menghardik Anak Yatim

Islam Digest

Membunuh Begal untuk Selamatkan Diri Menurut Hukum Islam

Islam Digest

Nabi Muhammad Ungkap Sendi Manusia Berjumlah 360, Ilmuwan Kaget!

Islam Digest

Doa Buka Puasa Ramadan yang Shahih

Islam Digest

Alquran Menjawab Mengapa Orang Zalim Selalu Berjaya

Islam Digest

Qiyamul Lail di Bulan Ramadhan, Diangkatnya Derajat Hingga Disediakan Surga