Home / Nasional

Rabu, 25 Mei 2022 - 15:43 WIB

Kasus Kerangkeng Manusia Bupati Langkat, 5 Prajurit TNI AD Ditahan

Kondisi kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin. Foto: Finta Rahyuni/JPNN.com

Kondisi kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin. Foto: Finta Rahyuni/JPNN.com

AMORFATIMEDIA.COM – TNI Angkatan Darat telah menahan lima prajuritnya yang diduga terlibat dalam penyiksaan penghuni kerangkeng milik Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin.

Lima tersangka kini sudah ditahan di Instalasi Tahanan Polisi Militer Kodam (Pomdam) I/Bukit Barisan di Medan, Sumatera Utara. Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Tatang Subarna.

“Kelima tersangka berinisial SG, AF, LS, S, dan MP. Mereka telah dilimpahkan ke Otmil (Oditurat Militer). Kelimanya saat ini ditahan di Staltahmil Pomdam,” kata Donald kepada media, Selasa 24 Mei 2022.

Ia mengatakan, saat ini penyidik Pomdam I/Bukit Barisan masih terus bekerja memproses hukum kelima anggota TNI tersebut. Meski demikian, Ia memastikan bahwa setiap prajurit yang terlibat dalam kasus akan diproses hukum.

“Siapa pun nanti yang terbukti terlibat di dalam persoalan kerangkeng manusia tersebut, pasti akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas dia.

Tatang juga menyampaikan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman tidak akan mentolerir setiap prajurit yang terlibat kasus ini.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Brigadir J Diusir, Mahfud MD: Pengacara Brigadir J Tak Harus Diundang Saat Rekonstruksi

“Jika sampai terjadi anggota terlibat pelanggaran hukum, tetap akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” ungkap Tatang menyampaikan pesan Dudung.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan, ada sepuluh oknum TNI yang menjadi tersangka dalam kasus kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin. Dia menyebut proses hukum terus berjalan.

“Langkat masih terus kalau dari TNI sendiri waktu itu sudah ada sembilan, tapi sekarang sudah sepuluh tersangka. Intinya proses hukum terus berjalan,” kata Andika di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (23/5/2022).

Andika mengatakan pihak korban dapat mengungkap kejadian yang sebenarnya. Dia mengatakan hal itu penting agar penegakan hukum bisa dilakukan secara transparan.

Yang lebih penting adalah bagaimana karena kita juga menginginkan dari pihak korban, korban ini bisa mengungkapkan semuanya sehingga kita bisa juga membawa mereka-mereka yang terlibat sejak 2011 kalau tidak salah, itu kan sejak 2011 atau 2012 itu juga harus bertanggung jawab,” katanya.

Sebelumnya, Komnas HAM mengungkap temuan dugaan keterlibatan oknum TNI-Polri terkait kasus kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin. Komnas HAM sudah mendapatkan data nama dan pangkat oknum yang terlibat.

Baca Juga :  Enam Kebiasaan ini Bisa Merusak Kesehatan Mata

Ada temuan soal pengetahuan dan keterlibatan oknum anggota TNI-Polri. Jadi kita mendapat keterangan ada beberapa oknum anggota TNI-Polri terlibat dalam proses kerangkeng tersebut. Kami mengetahui jumlah dan nama masing-masing dan informasi penunjang lainnya, termasuk pangkat dan lain sebagainya,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam saat jumpa pers virtual, Rabu (2/3).

Anam menyampaikan oknum polisi tersebut terlibat dalam melakukan latihan fisik kepada para penghuni kerangkeng. Sementara oknum TNI terlibat melakukan kekerasan kepada penghuni kerangkeng.

“Jadi ada oknum yang terlibat di sini dalam proses kerangkeng ini ada oknum TNI dan ada oknum kepolisian. Jadi kalau dikatakan misalnya melatih fisik gitu, terus sharing soal metodologi latihan fisik, termasuk gantung monyet misalnya. Yang berikutnya ada salah satu oknum anggota TNI yang juga melakukan kekerasan. Kami mendapatkan informasi tersebut,” ucapnya.

(Azrin/Pur)

Share :

Baca Juga

Nasional

Jurnal Internasional Soroti Vaksin Nusantara Besutan Terawan

Nasional

Benarkah Wabah Hepatitis Akut Disebut Efek Vaksin Covid-19?

Nasional

Densus 88 Klaim Tangkap 568 Terduga Teroris Sejak 2020

Nasional

Jual Beli Motor Bekas Resmi Kena Pajak 1,1 Persen

Nasional

Ini Pesan Ibu Guru Nani yang Viral tentang ‘Nilai Ujian Tak Penting’

Nasional

Jokowi : ASN Bukan Minta Dilayani, Seperti Pejabat Zaman Kolonial

Nasional

Tingkatkan Kepatuhan Pajak, NIK Resmi Jadi NPWP

Nasional

Media Internasional Kritik Jokowi, Rocky Gerung: Bahasa yang digunakan Cerdas