Home / Opini

Sabtu, 16 Juli 2022 - 10:32 WIB

Kenali Pemahaman Healing yang Tepat

Ilustrasi wisatawan bersepeda di bali. Shutterstock

Ilustrasi wisatawan bersepeda di bali. Shutterstock

AMORFATIMEDIA.COM – Dampak perubahan dari situasi kehidupan pada masa pandemi dua tahun belakangan ini memberikan banyak sekali pengaruh bagi kehidupan setiap orang.

Hal tersebut dapat dilihat dari perubahan dari konstruk berpikir, perubahan sosial, perubahan ekonomi, perubahan kesehatan, bahkan perubahan secara mental.

Perubahan-perubahan dimaksud, ada yang memberikan efek negatif namun tidak menutup kemungkinan banyak juga memberikan manfaat positif.

Hal negatifnya adalah perubahan situasi pada masa pandemi memberikan dampat ketidakpastian hal tersebut mendorong setiap individu maupun masyarakat memberikan reaksi yang tidak bisa sama.

Di lain sisi, perubahan positif dari situasi tersebut memberikan dorongan untuk dapat berusaha bertahan dan beradaptasi. Kemampuan bertahan dan beradaptasi tersebut dimulai dengan menerapkan sebuah pola baru atas sebuah ketidakpastian.

Baca Juga :  Doa Akhir Tahun Hijriyah dan Awal Tahun Serta Keistimewaannya

Menurut Albert Einstein, adaptation is the measure of intelligence is the ability to change atau adaptasi adalah suatu ukuran kecerdasan untuk berubah.

Maka, setiap perubahan yang ada dalam kehidupan kita perlu diberikan suatu kondisi penyesuaian agar dapat bertahan kepada situasi selanjutnya.

Konsep perubahan terhadap kehidupan belakangan ini memberikan dampak yang menarik kepada kepedulian seseorang terhadap kesehatan mental.

Kesehatan mental menjadi sebuah keharusan bagi setiap orang ketika hal-hal yang dirasakan secara psikis memperoleh tekanan hidup, hidup menjadi terasa berat dan menyesakan, dan memengaruhinya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kini, orang mulai terlihat aware terhadap kesehatan mental melalui pencarian mandiri kepada mesin pencari google terhadap hal yang ia rasakan.

Baca Juga :  Habis Manis, Puntung Rokok Dibuang Sembarangan

Semua bisa dimulai dari mengapa dia sering merasa sedih, marah, mengalami tekanan hidup yang berkepanjangan, hingga bagaimana seseorang perlu mengatasinya melalui proses yang bernama healing. Ya, kata healing saat ini sudah mulai akrab di telinga kita.

Hal itu tidak terlepas dari adanya perkembangan teknologi saat ini yang memberikan ragam penayangan kreatif video dan suara serta konsep yang identik bahwa healing sebagai sebuah cara melepaskan diri dari segala tekanan.

Caranya ialah melalui pergi ke sebuah tempat yang menyenangkan, melegakan, dan menarik lainnya. Pertanyaannya, apakah konsep healing menjadi semudah itu diterapkan seseorang ketika mengalami persoalan hidup? Yang pasti kita perlu mencermati lagi kata healing tersebut.

Apa itu healing

Share :

Baca Juga

Opini

Rapor Merah Partai Politik Era Reformasi

Opini

Masalah Bebasnya Napi Korupsi

Opini

Hanya Megawati yang Bisa “Meredam” Kim Jong Un
Dr. Radian Syam, SH.

Opini

Presidential Threshold dan Masa Depan Hukum Pemilu

Opini

Aturan Hukum LGBT di Indonesia, Bisa Dipidana?

Opini

Mahasiswa Manja! Efek Kuliah Online

Opini

State of Emergency Jika Pemilu 2024 Ditunda

Opini

Dunia Dipenuhi Konflik Militer, Apa Kita Harus Menunggu Kemunculan Avatar?