Home / Nusantara

Sabtu, 16 Juli 2022 - 06:47 WIB

Kepri Minta Diskresi Pusat Izin Kelayakan Kapal Nelayan

Ilustrasi kapal yang ditambatkan di pelabuhan. ANTARA

Ilustrasi kapal yang ditambatkan di pelabuhan. ANTARA

AMORFATIMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meminta diskresi khusus ke pemerintah pusat terkait kemudahan mengurus perizinan sertifikat kelayakan berlayar bagi kapal-kapal nelayan konvensional di daerah setempat.

“Nelayan mengeluh ke kami, karena kesulitan mengurus izin kelayakan kapal,” kata Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepri Wahuu Wahyudin di Tanjungpinang, Jumat (15/7/2022).

Wahyudin menyatakan sekarang perizinan kelayakan kapal diambil alih oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan Perikanan Nomor 23 Tahun 2021 yang mulai berlaku per tanggal 1 Juli 2022.

Padahal sebelumnya izin tersebut menjadi kewenangan Kantor Kesyahbandaran Perikanan Wilayah Provinsi Kepri, yakni di Kota Batam.

Dengan adanya Peraturan Menteri Kelautan Perikanan Nomor 23 Tahun 2021, maka pengurusan izin kelayakan kapal hanya bisa dilakukan di Pelabuhan Perikanan Muara Baru di Jakarta atau Pelabuhan Perikanan di Belawan Medan.

Baca Juga :  Korea Selatan Danai Proyek Jembatan Batam-Bintan Kepri

“Perlu biaya lagi, kalau harus mengurus izin ke Jakarta atau Medan. Apalagi dilakukan secara offline, apabila ada berkas kurang atau tak lengkap, tentu mereka harus bolak-balik,” ujarnya.

Menurut dia Provinsi Kepri dengan geografis 96 persen lautan, seharusnya mendapatkan perhatian khusus menyangkut kemudahan akses izin kelayakan berlayar untuk kapal-kapal nelayan.

Ia mengutarakan saat ini cukup banyak kapal-kapal nelayan di daerah tersebut yang didominasi di bawah 30 GT, tidak bisa turun melaut akibat masa berlaku izin kelayakan kapal sudah habis.

“Kalau tetap dipaksakan melaut, para pelaku usaha perikanan dan nelayan khawatir ditangkap petugas berwenang, sebab melanggar aturan soal izin kelayakan kapal,” sebut Wahyudin.

Oleh karenanya, lanjut dia, DPRD dan Pemprov Kepri dalam hal ini Gubernur Ansar Ahmad sudah mengirimkan surat ke Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP supaya menunda penerapan Peraturan Menteri Kelautan Perikanan Nomor 23 Tahun 2021.

Baca Juga :  Diskon Token Listrik Hingga 50% Bulan April-Desember 2021

Pihaknya juga menyarankan KKP menyiapkan SDM guna melayani urusan perizinan kelayakan kapal di Kesyahbandaran Perikanan Provinsi Kepri di Kota Batam, sehingga nelayan tak perlu lagi pergi mengurus izin ke Jakarta atau Medan.

“Sambil menunggu itu, kami sarankan nelayan yang belum bisa melaut karena terkendala izin kelayakan kapal, dibiarkan saja dulu melaut tapi jangan sampai ditangkap,” ucapnya.

Wahyudin turut menyampaikan bahwa ada ratusan bahkan ribuan nelayan Provinsi Kepri yang kini tak bisa melaut menyusul sulitnya mengurus izin kelayakan kapal.Kondisi ini tentu berpengaruh negatif terhadap ekonomi masyarakat nelayan.

Pasokan ikan juga akan makin berkurang, hingga berpotensi memicu terjadinya inflasi.

“Kalau stok ikan berkurang, tentu terjadi lonjakan harga yang dapat menyebabkan inflasi,” katanya menegaskan.

Nelayan di Kepri Terancam Tak Bisa Cari Nafkah…

Share :

Baca Juga

Nusantara

PDIP Polisikan Stafsus Gubernur Kepri Penyebar Hoaks Korupsi PDIP

Nusantara

7 Nakes di RSUD Muhammad Sani Karimun Positif Covid-19

Nusantara

Resahkan Nelayan, DKP Kepri Duga Kapal Pukat Ilegal Milik Pengusaha Lokal

Nusantara

Balapan F1 di Bintan dan Cita-cita Gubernur Kepulauan Riau

Nusantara

Pemkab Lingga Siapkan Rumah Singgah di Batam Untuk Keluarga Pasien

Nusantara

Syarat Masuk Wilayah Kepri Wajib PCR Jika Belum Vaksin Booster

Nusantara

Pemkab Lingga Raih 5 Kali Opini WTP, DPRD Beri Apresiasi

Nusantara

Dua Petugas Keamanan Tewas Akibat Angin Ribut di Karimun