Home / Nusantara

Minggu, 1 Mei 2022 - 10:13 WIB

Keunikan Merebus Ketupat Lebaran Dengan Tungku Batu di Karimun Kepri

Merebus ketupat memakai cara tradisional dengan menggunakan kayu bakar dan tungku batu sebagai alat pembakaran. (Ogen)

Merebus ketupat memakai cara tradisional dengan menggunakan kayu bakar dan tungku batu sebagai alat pembakaran. (Ogen)

AMORFATIMEDIA.COM – Ada yang dinanti saat lebaran Hari Raya Idul Fitri selain berkumpul dengan keluarga besar. Apalagi kalau bukan ketupat yang dibuat dari beras lalu dimasukkan ke dalam anyaman pucuk kelapa.

Ya, memang ketupat sudah menjamur dengan lebaran. Bahkan menjadi tradisi yang dilestarikan secara turun-temurun, khususnya masyarakat di Kabupaten Karimun Kepulauan Riau (Kepri).

Olahan beras nan empuk padat ini enak disandingkan dengan beragam sayur gurih dan lauk pelengkap. Rasanya yang nikmat bikin banyak orang ketagihan.

Baca Juga :  Ganja Thailand: Dari Perang Narkoba Hingga Sajian Kari Mariyuana

Warga Desa Batu Limau Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau mengunakan cara unik merebus ketupat dengan menggunakan kayu bakar dan tungku batu. Ketupat direbus mulai subuh hingga sore sehari sebelum Lebaran.

Tidak semua warga Batu Limau menggelar kenduri hari raya, namun sebagian besar pasti merebus ketupat di rumah masing-masing untuk disantap pada Lebaran hari pertama.

“Rebus ketupat untuk kenduri malam menyambut Lebaran, tapi ada juga yang gelar kenduri usai Shalat Id,” kata seorang warga Batu Limau Azizah, Minggu, 1 Mei 2022.

Baca Juga :  Ombudsman Kepri Terima Laporan Seleksi CPNS Lingga 2021 soal Gelar

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyebut, hidangan ketupat hari raya sudah ada sejak zaman nenek moyang terdahulu.

Saat kecil Ansar mengaku sangat menyukai makanan ketupat dipadu dengan kuah rendang ayam atau ikan.

“Saya sampai sekarang, wajib ada ketupat di meja makan saat pagi hari raya,” kata dia.

Share :

Baca Juga

Nusantara

DPD PAN Karimun Membagikan Masker dan Hand Sanitizer untuk Masyarakat

Nusantara

7 CPNS di Kepri Mundur, Ansar Ahmad: Mereka yang Rugi
Lingga

Nusantara

Rugikan Negara Rp.674 Juta, Mantan Kades di Lingga jadi Tersangka

Nusantara

Jaga Ekosistem Laut Kepri, Lantamal Tanjungpinang Tanam 1500 Mangrove

Nusantara

Pemprov Kepri Cari Solusi untuk 7.000 Tenaga Honorer yang Akan di Hapus

Nusantara

Mantan Wakil Ketua IMPKR Pekanbaru maju sebagai bakal calon Kepala Desa Kudung

Nusantara

Cegah Pelanggaran Pemilu, Bawaslu Lingga Lakukan Sosialisasi

Nusantara

Korupsi Dana Desa Rp 692 Juta, Mantan Kades dan Bendahara di Lingga Divonis 4 Tahun Penjara