Home / Islam Digest

Rabu, 22 Juni 2022 - 13:52 WIB

Keutamaan Mengingat Allah SWT

Ilustrasi istockphoto

Ilustrasi istockphoto

AMORFATIMEDIA.COM – Isi pikiran dan perasaan seseorang dapat tercermin dari perilaku dan ucapannya. Karena itu, orang yang beriman akan selalu berupaya menjaga baik-baik keduanya.

Bagaimanapun, penilaian yang sejati hanya datang dari sisi Allah SWT, bukan lisan dan penghakiman manusia awam.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah, maka hendaknya memperhatikan bagaimana kedudukan Allah dalam hatinya. Sesungguhnya, Allah menempatkan (mendudukan) hamba-Nya, sebagaimana hamba itu mendudukkan Allah dalam jiwanya (hatinya).”

Dari ‘Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam ini telah banyak bagiku, maka beritahulah kepadaku sesuatu yang bisa aku pegang selalu.” Beliau menjawab, “Hendaklah lisanmu selalu basah karena berdzikir kepada Allah.” (HR. Tirmidzi, no. 3375. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 152)

Baca Juga :  Pengumuman! Bawaslu RI Buka Lowongan 125 Timsel Calon Anggota Bawaslu Provinsi

Sebagai contoh, Allah SWT memberi pahala berkali-kali lipat bagi mereka yang shalat berjamaah, alih-alih shalat sendirian. Artinya, amalan itulah yang lebih disukai-Nya.

Tatkala azan berkumandang, apakah hati dan pikiran seorang Muslim otomatis terpaut mengingat Allah SWT? Bila jawabannya “iya”, maka dia akan bergegas menuju masjid, bukan hanya shalat sendirian. Sebab, berjamaah merupakan hal yang lebih disenangi Sang Pencipta.

Orang yang selalu mengingat Allah juga berhati-hati supaya terhindar dari perbuatan maksiat. Kalaupun melakukan hal itu, dia segera terpanggil untuk bertobat dan memohon ampunan kepada-Nya.

Baca Juga :  Manfaat Sholat Tahajud Disertai Tata Caranya

Sebaliknya, orang yang jauh dari mengingat Allah akan mudah lalai. Dia menganggap ringan perbuatan dosanya, sehingga alih-alih menyesal, justru pada waktu berikutnya dilakukannya lagi.

Taraf paling parah dari orang yang melupakan Rabb adalah istidraj. Hal itu ditandai dengan melimpahnya kenikmatan, tetapi membuat si pelaku jauh dari rahmat Ilahi.

Medium istidraj bisa macam-macam. Sebut saja, harta, pangkat, jabatan, popularitas, atau tubuh dan wajah yang rupawan.

Namun, segala yang tersebut itu pada hakikatnya bersifat fana. Semua akan kembali kepada Sang Pencipta. Hanya amal dan perbuatan yang menjadi bekal di Hari Akhir.

Editor: Pramonco

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan setiap hari dari Amorfatimedia.com di Google caranya Klik di Sini

Share :

Baca Juga

Islam Digest

Cara Mandi Junub yang Benar Menurut Ajaran Rasulullah SAW

Islam Digest

Zikir Harian Dibaca pada Waktu Pagi Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Islam Digest

Tak Terbantahkan! Inilah Bukti Islam adalah Agama Kebenaran

Islam Digest

Arti Zuhud dan Alasan Ali bin Abi Thalib Mentalak 3 Dunia

Islam Digest

Dilanda Cemburu, Baca Doa Ini untuk Meringankannya

Islam Digest

6 Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi Dihari Jumat Tersinari Kelak di Hari Kiamat

Islam Digest

Penyakit Dunia Islam yang Paling Berbahaya

Islam Digest

Berbisnis dengan Sukses Ala Rasululah SAW