Home / Nusantara

Senin, 4 April 2022 - 09:26 WIB

Kontraktor Segel Tower BTS di Natuna Kepri, Tagih Pelunasan Kontrak Kerja

Ilustrasi Tower BTS (itworks.id)

Ilustrasi Tower BTS (itworks.id)

AMORFATIMEDIA.COM – Pembangunan 19 unit tower Base Transceiver Station (BTS) di Kabupaten Natuna Kepulauan Riau (Kepri) sejak tahun 2021 lalu, sedang mengalami kendala.

Pasalnya, Proyek yang dilakukan oleh Badan Aksebiltas dan Komunikasi dan Informatika (BAKTI), sudah dirampungkan hingga 80 persen pembangunan oleh sub-kontraktor, PT Semesta Energy Service (SES).

Namun, proyek penyediaan infrastruktur telekomunikasi yang tersebar di sejumlah titik di Natuna tersebut, diduga bermasalah dalam hal pembayaran ke pihak ketiganya. Hingga akhirnya, PT SES mengambil langkah tegas, dengan menyegel site-site tower tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepri Hasan menyayangkan jika dalam proses pengerjaan pembangunan belasan tower BTS tersebut, terkendala administrasinya.

“Kalau tidak terselesaikan, ini akan menghambat operasional jaringan internet yang akan digunakan, ” ujarnya, Senin, 4 April 2022.

Baca Juga :  12 Napi di Kepri Bebas Lebaran 2022, ini Syarat Remisi Napi

Menurut Hasan, program pembangunan 71 tower BTS Natuna dan 35 unit tower BTS di Anambas, yang di antaranya dilakukan oleh PT BAKTI, merupakan program dari pemerintah.

Masa pelaksanaan Proyek itu dari tahun 2020 hingga 2022, bukan kewenangan dari pemerintah daerah (pemda). Namun, pemda hanya membantu dalam pembebasan lahan saja.

Pembangunan tower BTS di Natuna sudah banyak yang rampung. Tapi, ada banyak titik – titik pembangunan yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan kawasan pemerataan.

Sehingga banyak unit-unit tower BTS yang sudah dibangun, dibongkar dan dipindahkan ke titik-titik yang bisa menjangkau semuanya.

Hasan menilai, penempatan unit tower BTS yang dibongkar tersebut, lebih melihat ke profit. Namun bukan ke pemerataan sinyal, sesuai program Presiden Joko Widodo. Yakni membangun wilayah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T), terlebih di Natuna Kepri.

Baca Juga :  Sepeken Nihil, Kasus Baru Covid-19 di Lingga Kepri Kembali Muncul

Sementara itu, salah satu petinggi dari PT SES yang enggan menyebutkan namanya mengaku, progres pekerjaan tower BTS sudah mencapai 80 persen. Namun baru 35 persen anggaran yang sudah dibayarkan ke perusahannya, yang tak sesuai dengan perjanjian kontrak kerja di awal.

Dia mengatakan, pekerjaan tersebut dilaksanakan berdasarkan prinsip kontrak berjenjang. Awalnya, BAKTI melepas kontrak ke PT. FH. Lalu PT. FH membuat kontrak kembali dengan PT. PKT, yang dilanjutkan kontraknya dengan PT SES sebagai yang mengerjakan pembangunan tower BTS tersebut.

Kontributor: Bukhari
Editor: Pramonco

Share :

Baca Juga

Nusantara

Over Kapasitas, 28 Ekor Buaya di Lingga Dievakuasi ke Batam

Nusantara

Seorang Pria Tewas Usai Lompat dari Lantai 7 Hotel di Kepri

Nusantara

Masalah Tumpahan Minyak di Perairan Kepri, Indonesia-Singapura Sepakat Atasi Bersama

Nusantara

KPU RI Lantik Dedy Suardi jadi Anggota KPU Lingga

Nusantara

Bahas Pemilu 2024, Nizar Datangi KPU Lingga

Nusantara

Terungkap! Mardi Beberkan di Upah 1 Juta Sekali Jalan Bawa Kayu Ilegal Lingga ke Tanjungpinang

Nusantara

KPK Periksa Bupati Karimun, Telisik Aliran Uang Kasus DAK Tahun 2018

Nusantara

Peserta Tes Ungkap Kronologi Kecurangan Panitia pengadaan CPNS Pemkab Lingga 2021