Home / Nusantara

Sabtu, 12 Maret 2022 - 19:35 WIB

KPK Periksa Bupati Karimun, Telisik Aliran Uang Kasus DAK Tahun 2018

Bupati Karimun Aunur Rafiq usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (27/8)/amorfatimedia.com

Bupati Karimun Aunur Rafiq usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (27/8)/amorfatimedia.com

AMORFATIMEDIA.COM, Karimun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan pemeriksaan terhadap Bupati Karimun, Aunur Rafiq terkait aliran suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2018. Pemeriksaan Aunur dilakukan pada Jumat 11 Maret 2021 di Kantor BPKP Provinsi Riau.

Aunur diperiksa bersama sejumlah saksi lain. Mereka ditelisik mengenai proses untuk mengurus DAK sampai adanya dugaan aliran uang ke sejumlah pihak.

“Pendalaman antara lain terkait dengan pengurusan untuk memperoleh alokasi dana DAK tahun 2018, dimana diduga adanya aliran sejumlah uang pada pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini agar perolehan dana tersebut lekas dicairkan,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dikonfirmasi, Sabtu, 12 Maret 2022.

Baca Juga :  Isi Edaran Bupati Lingga Soal Aturan Perjalanan Selama PPKM Level 3

Selain Aunur sejumlah pihak yang telah diperiksa yakni, Kepala BPBD Kota Dumai 2014–2017, Marjoko Santoso, Kasubbid Kesehatan dan Kependudukan, BAPPEDA Dumai, Humanda Dwipa Putra alias Nanang; PNS (Mantan Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Dumai), Mukhlis Suzantri; dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai, Sya’Ari.

Kemudian, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Karimun, Abdullah dan pihak swasta Harianto Saman serta Mashudi. Adapun pemeriksaan para saksi penyidik antirasuah dengan meminjam Kantor BPKP Provinsi Riau.

Hingga kini, KPK belum menetapkan pihak-pihak siapa saja yang ditetapkan sebagai Diberitakan, KPK mengembangkan kasus korupsi pengurusan DAK 2018.

Kasus ini membuat mantan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo divonis 6,5 tahun penjara.

Baca Juga :  Petugas PLN di Karimun Tewas Tersengat Listrik Saat Bertugas

“Benar KPK sedang melakukan pengembangan penyidikan atas dugaan korupsi pengurusan dana DAK 2018,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Ali mengatakan, dalam pengembangan perkara ini pihak lembaga antirasuah sudah menetapkan tersangka. Namun Ali belum bersedia membeberkan pihak yang bakal dimintai pertanggungjawaban dalam pengembangan perkara ini.

“Kontruksi perkara dan pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka akan kami sampaikan setelah penyidikan cukup. Saat ini pengumpulan bukti masih terus dilakukan. Setiap perkembangan akan diinformasikan,” tutur Ali.

Penulis : Muhammad Azrin | Editor : Pursyahdad

Share :

Baca Juga

TNI AL

Nusantara

TNI AL Unjuk Kekuatan Saat Latihan Perang di Lingga, Kepri

Nusantara

Babak Baru Kisruh Dualisme Kepengurusan KNPI Kepri

Nusantara

Sosialisasi Regulasi Pemilu, Zamroni Minta Masyarakat Aktif Awasi Pemilu 2024

Nusantara

Pemkab Lingga akan Terapkan Vaksin Booster Sebagai Syarat Perjalanan

Nusantara

PLTS Senilai Rp71,8 Triliun akan Dibangun di Kepulauan Riau
BC Karimun

Nusantara

Bea Cukai Karimun Sita Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

Nusantara

Kepri Minta Diskresi Pusat Izin Kelayakan Kapal Nelayan

Nusantara

Tunggu SE Ditjen Imigrasi, Pelabuhan Internasional Karimun Akan Beroperasi