Home / Nusantara

Sabtu, 14 Mei 2022 - 12:03 WIB

Kronologi TNI AU Perintahkan Pesawat Asing Mendarat di Batam

TNI AU memerintahkan sebuah pesawat sipil asing VOR06 dari Malaysia mendarat karena masuk wilayah Indonesia tanpa izin. Begini kronologinya. (Foto: dok. Dispenau)

TNI AU memerintahkan sebuah pesawat sipil asing VOR06 dari Malaysia mendarat karena masuk wilayah Indonesia tanpa izin. Begini kronologinya. (Foto: dok. Dispenau)

AMORFATIMEDIA.COM – Pesawat tempur F-16 TNI AU memaksa sebuah pesawat sipil asing Unschedule dengan Call Sign VOR06 bernomor registrasi G-DVOR tipe DA62 yang terbang dari Kuching ke Senai Malaysia untuk mendarat di Lanud Hang Nadim Batam Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah melalui keterangannya, Sabtu (14/5/2022), menjelaskan kronologi pesawat asing tersebut hingga diperintahkan mendarat.

Kejadian bermula dari terdeteksinya satu pesawat melanggar wilayah udara RI oleh Satrad 213 Tanjung Pinang. Setelah melaporkan hal tersebut ke komando atas, TNI AU menyiagakan satu Flight F-16 di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, untuk melaksanakan intersepsi.

Baca Juga :  Pemkab Lingga Terima Penghargaan dari KPK

Namun intersepsi batal dilakukan karena kru pesawat asing tersebut menaati instruksi dan petunjuk Kosek IKN yang disampaikan melalui MCC Cengkareng.

Pesawat tersebut awalnya diminta kembali ke Kuching, Malaysia. Namun, mempertimbangkan keterbatasan bahan bakar pesawat, atas perintah Pangkoopsudnas, MCC Cengkareng mengarahkan pesawat tersebut mendarat di Lanud Hang Nadim, Batam.

Pemeriksaan Pesawat Asing

Pada saat mendarat di Lanud Hang Nadim, Batam, mobil VCP Lanud Hang Nadim dan mobil AMC Bandara langsung memandu pesawat menuju apron. Setelah mesin pesawat dimatikan, KKP bandara melaksanakan pengecekan kesehatan pilot dan kru, termasuk persyaratan COVID-19.

Baca Juga :  Update Bursa Transfer Liga Inggris 2022/2023

Selanjutnya staf Intel dan Satpomau memeriksa dokumen-dokumen penerbangan. Selain itu, pihak Imigrasi Bandara memeriksa paspor kru pesawat.

Sementara itu, Bea dan Cukai serta karantina hewan dan tumbuhan bandara memeriksa seluruh barang-barang yang dibawa. Setelah itu, pilot dan kru dibawa ke ruang isolasi di Airnav Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Simak berita selanjutnya di halaman berikutnya.

Share :

Baca Juga

Ilustrasi Covid-19

Nusantara

Isi Edaran Bupati Lingga Soal Aturan Perjalanan Selama PPKM Level 3

Nusantara

Jaga Ekosistem Laut Kepri, Lantamal Tanjungpinang Tanam 1500 Mangrove

Nusantara

Ketua IMI : Sirkuit F1 Bintan Mulai Dibangun 17 Maret 2022

Nusantara

Tabung Gas Meledak, 2 Orang Pekerja PT. MOS jadi Korban

Nusantara

Kelompok Pengusaha Muda Dabo Singkep Berbagi Takjil Gratis

Nusantara

Target 733 Sertipikat Gratis, Bupati Lingga: Bentuk Kepedulian kepada Masyarakat

Nusantara

PLTS Senilai Rp71,8 Triliun akan Dibangun di Kepulauan Riau

Nusantara

DPD PAN Karimun Membagikan Masker dan Hand Sanitizer untuk Masyarakat