Home / Nasional

Rabu, 31 Agustus 2022 - 17:12 WIB

Kuasa Hukum Brigadir J Diusir, Mahfud MD: Pengacara Brigadir J Tak Harus Diundang Saat Rekonstruksi

Menko Polhukam Mahfud Md (Foto: Dok. Kemenko Polhukam)

Menko Polhukam Mahfud Md (Foto: Dok. Kemenko Polhukam)

AMORFATIMEDIA.COM – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md ikut menanggapi protesnya pengacara Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang tidak diizinkan ikut dalam proses rekonstruksi kemarin. Mahfud mengatakan polisi memang tidak wajib mengundang pengacara korban.

“Oleh sebab itu, ketika rekonstruksi dilakukan ya mereka (pengacara Yosua, red) memang tidak harus diundang. Meskipun tidak harus dilarang. Itu sama saja dengan masyarakat biasa,” kata Mahfud dalam siaran daring YouTube Lembaga Survei Indonesia, Rabu (31/8/2022).

Mahfud menjelaskan, dalam perkara pidana, adalah para tersangka yang wajib didampingi pengacara. Sementara itu, lanjutnya, untuk korban diwakili pengacara negara, yakni jaksa.

“Sebenarnya kalau di dalam hukum itu yang berhak mendapat pengacara itu sebenarnya kan terpidana, bukan korban ya. Karena kalau korban tidak maju ke pengadilan, kalau yang boleh punya pengacara itu yang tersangka seperti Bharada (Eliezer, red), Sambo itu. Kalau Yosua sebenarnya kan tidak harus tetapi itu dibolehkan sebagai pelapor,” tuturnya.

Karena itu, kata Mahfud, saat rekonstruksi kemarin, hanya pengacara dari para tersangka yang diundang. Sedangkan untuk Yosua sudah diwakili oleh pengacara negara atau jaksa.

Baca Juga :  Mudik Dibolehkan, Presiden Imbau Masyarakat Vaksin

“Tetapi kalau dalam hukum pidana yang punya pengacara itu yang merugikan orang lain agar di pengadilan hukumannya ringan, kalau bisa bebas. Kalau sudah korban tidak perlu, yang menjadi pengacara korban itu adalah negara yaitu jaksa, itu pengacara negara yang menuntut kepentingan korban mewakili negara. Itu ya Jaksa dan jaksanya sudah ikut hadir. Saya ingin agar kita paham masalah ini tidak selalu mencari sudut salahnya,” papar Mahfud.

Kamaruddin bakal lapor ke Jokowi

Adapun Pengacara Keluarga Brigadir J berkukuh akan melapor kepada Presiden Joko Widodo perihal kejadian pengusiran tersebut. “Kami akan segera lapor ke presiden, Komisi III, dan Menko,” ujarnya saat di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta, Selasa 30 Agustus 2022.

Menurutnya, pihak pelapor semestinya boleh melihat rekonstruksi demi transparansi.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Andi Rian Djajadi mengatakan tidak ada ketentuan atau kewajiban dari pihaknya untuk menghadirkan pihak korban. Pada proses kemarin hanya wajib dihadiri oleh pihak yang bersangkutan saja.

“Yang wajib hadir dalam proses reka ulang atau rekonstruksi adalah penyidik, JPU, para tersangka, dan saksi beserta kuasa hukumnya,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  BPK Rentan Disuap untuk Dapat Hasil Audit Berstatus WTP

Dia mengatakan reka ulang ini untuk kepentingan penyidikan dan penuntutan. Maka proses tersebut tidak ada kewajiban untuk menghadirkan pihak korban.

“Proses reka ulang diawasi oleh Kompolnas, Komnas HAM, dan LPSK. Jadi tidak ada ketentuan proses reka ulang atau rekonstruksi wajib menghadirkan korban yang sudah meninggal atau kuasa hukumnya,” kata Andi.

Rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J digelar di rumah dinas Ferdy di Komplek Polri Duren Tiga dan kediaman pribadi Ferdy di Jalan Saguling III, Jakarta Selatan. Kedua rumah itu hanya berjarak sekitar 500 meter saja.

Lima tersangka yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Birgadir J dihadirkan dalam gelaran rekonstruksi. Mereka adalah Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf.

Mereka dikenakan dengan Pasal 340 subsider 338 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP tentang pembunuhan berencana. Sebanyak 74 adegan diperagakan dalam rekonstruksi tersebut.

Editor: Pramonco

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan setiap hari dari Amorfatimedia.com di Google News caranya Klik di Sini.

Share :

Baca Juga

Nasional

ASN Dilarang Mudik Lebaran 2022 Pakai Mobil Dinas

Nasional

105 Tahun Adam Malik: Dari Wartawan Hingga Isu Mata-mata CIA

Nasional

Google hingga WhatsApp Belum Daftar PSE ke Kominfo, Terancam Diblokir?

Nasional

BI dan Pemerintah Luncurkan Rupiah Terbaru, Ada Gambar ‘Misterius’

Nasional

Elon Musk Beli Twitter Rp 629 T, Harga Kripto Dogecoin Menguat

Nasional

MotoGP Mandalika 2022, Jokowi Berpaling ke Fabio Quartararo Usai Marc Marquez Absen

Nasional

DPR Anggarkan Rp48,7 Miliar untuk Ganti Gorden dan Rp11 Miliar Pengaspalan Area Gedung

Nasional

Pembawa Pesan Perdamaian di Korea Selatan, Megawati Terima Gelar Profesor