Home / Opini

Senin, 6 September 2021 - 14:54 WIB

Kutipan Bijak Sok Tahu “Kalau Orang Lain Bisa, Kita Pasti Bisa”

Ilustrasi kutipan bijak yang sok tahu (Kristen Rogers)

Ilustrasi kutipan bijak yang sok tahu (Kristen Rogers)

AMORFATIMEDIA.COM – Dalam hidup yang tak kurang cobaan ini kita seakan dipaksa untuk bisa segalanya. Bisa berprestasi seperti si A, cari duit seperti si B, dan kaya raya seperti si C.

Bisa beli rumah di umur 20, bisa beli mobil di umur 18, atau bisa menghajikan kedua orang tua. Namun, saya percaya satu hal: terkadang hidup tak harus selalu mendongak ke atas.

Saat saya masih kecil, dunia yang saya tinggali terasa sangat kecil pula. Saya tinggal di Kabupaten Magelang. Dunia yang saya tahu hanya sebatas rute saya berangkat sekolah saat membonceng Ibu.

Selama enam tahun duduk di bangku sekolah dasar, rute kami berangkat dan pulang tak pernah berganti.

Baca Juga :  Presidential Threshold dan Masa Depan Hukum Pemilu

Pulang sekolah saya dan Ibu sesekali berhenti di pinggir jalan dan mengopek buah kersen di halaman orang. Lalu pada malam hari kami menyempatkan mampir ke rumah Mbah. Itulah dunia yang saya tahu.

Seiring bertumbuh dewasa, saya tak tinggal bersama Ibu. Dunia yang saya tinggali lebih luas. Saya tinggal di Jogja. Pergi ke banyak tempat dan bertemu dengan banyak orang. Dunia terasa terlalu besar untuk jiwa saya yang masih kecil.

Saya bertemu dengan berbagai macam teman. Ada yang pintar dalam pelajaran, ada yang pintar dalam hal berteman, ada yang sangat pintar mengaji, dan ada yang tak terlalu bisa semuanya saya contohnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Manja! Efek Kuliah Online

Di sekolah menengah, dunia terasa berjalan begitu cepat. Saya dipaksa untuk bisa ini dan itu. Semuanya saya lakukan tanpa ditemani oleh Ibu.

Langkah saya terseok-seok untuk mengerjakan segalanya. Walakin, ada kalimat yang sering digaungkan di telinga saya. Kalimat ini juga senantiasa jadi pecutan bagi saya jika sedang lelah dan kehilangan semangat.

“Kalau orang lain bisa, kamu juga pasti bisa”.

Saya mengamini kalimat tersebut dan berusaha lebih keras dalam segalanya. Namun saat gagal, rasa sakit akibat jatuh itu lebih menyakitkan daripada sebelumnya.

Taek. Belakangan, saya sadar bahwa kalimat motivasi itu adalah omong kosong belaka.

Share :

Baca Juga

Opini

Rapor Merah Partai Politik Era Reformasi

Opini

Haji Agus Salim, Memimpin adalah Menderita

Opini

Terapi Shalat untuk Penderita Stroke

Opini

Arti Beras bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia

Opini

Kenali Pemahaman Healing yang Tepat

Opini

Mindfulness dalam Ritual Beribadah di Bulan Ramadan

Opini

Kenaikan Harga BBM dan Jeritan Masyarakat Menengah ke Bawah

Opini

G.J. Resink Bongkar Mitos Indonesia Dijajah 350 Tahun oleh Belanda