Home / Nasional

Jumat, 22 April 2022 - 07:21 WIB

Mahfud Sebut Paham Wahabi dan Salafi Tidak Cocok di Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Foto: Kompas.com

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Foto: Kompas.com

AMORFATIMEDIA.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut paham wahabi dan salafi tidak cocok dengan ajaran Islam yang ada di Indonesia.

“Dibangun dengan wahabi salafi, enggak cocok di kita [Indonesia],” kata Mahfud dalam acara Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah ‘Menjaga Kedaulatan NKRI’ seperti dilansir akun YouTube Muhammadiyah, Jum’at, 22 April 2022.

Mahfud Md meminta Muhammadiyah dan ormas Islam lainnya tetap menjadikan masjid sebagai basis pergerakan dakwah demi mencegah paham keagamaan yang tak sejalan dengan nilai-nilai yang dianut di Indonesia.

Baca Juga :  Pegawai Bank Riau Kepri Tilap Uang Nasabah Rp 5 M untuk Judi Online

Mahfud tidak memerinci alasan kenapa dia menyebut dua paham itu tidak cocok berada di Indonesia. Mahfud mempersilakan pihak yang tidak senang dengan pernyataan itu untuk menyampaikan kritik kepadanya.

“Kalau saya, mau kritik atau apa, silakan, itu senang,” katanya.

Wahabi merupakan pemikiran Islam yang ditujukan kepada pengikut Muhammad bin Abdul Wahab yang berpegang teguh pada purifikasi atau pemulihan Islam ke bentuk asli sesuai teks Al-Qur’an dan Hadis.

Baca Juga :  Kementerian Kesehatan Tambah 3 Jenis Vaksin untuk Imunisasi Rutin Anak

Sementara salafi di zaman modern kerap dikaitkan dengan paham yang mencoba memurnikan kembali ajaran yang dibawa Rasulullah dan perintah Al-Qur’an secara literal dari berbagai hal yang bid’ah (tidak dilakukan Rasul), khurafat, dan syirik dalam Islam. Kedua paham ini menganut mazhab Ahmad bin Hambal atau Hambali.

(Pram)

Share :

Baca Juga

Nasional

Jual Beli Motor Bekas Resmi Kena Pajak 1,1 Persen

Nasional

Anggota DPR RI Ajak Pejabat Potong 50% Gaji Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Nasional

Mulai Besok Pemerintah Gelar Vaksinasi Booster Dosis 2, Ini Syaratnya

Nasional

Sejarawan Asep Kambali: Film G30S/PKI Keren, Menyeramkan, tapi Jangan Dipercaya

Nasional

Elon Musk Beli Twitter Rp 629 T, Harga Kripto Dogecoin Menguat

Nasional

Dinai Otoriter, Berikut Deretan Pasal Penghinaan ke Penguasa yang Mengganjal dari RKUHP

Nasional

Adu Tembak Polisi di Rudin Pati Polri, Ini Kata Karopenmas

Nasional

Diusut Dewas, Kemungkinan Dugaan Gratifikasi Lili Pintauli Diterima Berkelompok