Home / Nusantara

Jumat, 26 Agustus 2022 - 14:23 WIB

MAKI Laporkan Dugaan Penyelundupan Limbah Beracun di Kepri

Koordinator Koalisi Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. SINDOnews

Koordinator Koalisi Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. SINDOnews

AMORFATIMEDIA.COM – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia melaporkan dugaan penyelundupan limbah beracun di Riau kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam kasus ini diduga ada perusahaan yang membuang limbah beracun dan berbahaya sebanyak 5.500 ton di Kepulauan Riau (Kepri).

“Kami akan mendatangi KLHK untuk melaporkannya siang ini,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman lewat keterangan tertulis, Jumat, 26 Agustus 2022.

Boyamin menuturkan penyelundupan itu diduga terjadi pada Maret sampai Agustus 2022. Dia menyebutkan limbah tersebut diduga diangkut menggunakan kapal MT TUT GT 74 berbendera Indonesia. Kapal tersebut, kata dia, dimiliki oleh PT PEL yang beralamat di Kota Batam, Kepri.

“Kapal itu labuh jangkar di perairan Pelabuhan Batu Ampar,” kata Boyamin.

Menurut Boyamin, kapal itu diduga berperan sebagai penyimpanan terapung untuk menerima limbah dari kapal-kapal lebih kecil yang berasal dari negara tetangga. “Makanya kapal itu tidak berpindah-pindah dari perairan tersebut,” kata dia.

Boyamin menduga kapal tersebut mengangkut limbah beracun seberat 5.500 ton dan disamarkan dengan dokumen sebagai minyak bumi. Padahal, kata dia, kapal itu diduga bermuatan limbah B3 dengan kategori sangat berbahaya. “Jauh di atas baku mutu yang ditentukan ketentuan peraturan yang berlaku,” tutur dia.

Baca Juga :  Terungkap! Mardi Beberkan di Upah 1 Juta Sekali Jalan Bawa Kayu Ilegal Lingga ke Tanjungpinang

Boyamin akan melaporkan dugaan kasus ini ke Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KLHK. Dia berharap KLHK akan menyidik kasus ini. Menurut dia, kasus ini juga harus dikembangkan pada tahun-tahun sebelumnya. Dia menduga ada pelaku lain yang membuang limbah beracun di Kepulauan Riau.

Sebelumnya, MAKI menemukan dugaan penyelundupan barang diduga limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) oleh 13 kapal dari luar negeri ke Kepri pada 2022.

Temuan berawal ketika kapal-kapal itu memasuki pelabuhan di Kepri, namun diduga tidak memenuhi syarat berlayar. Salah satunya sertifikat keselamatan, statusnya belum bisa beroperasi.

Boyamin menyebut berdasarkan hasil uji sampling oleh laboratorium berwenang terhadap barang yang diangkut kapal-kapal bersangkutan, diduga limbah B3 bukan sebagaimana dokumen barang yang dilaporkan, yaitu minyak bakar atau fuel oil.

Limbah B3 tersebut diduga diselundupkan perusahaan tertentu untuk ditimbun di lubang-lubang bekas tambang di wilayah Kepri, sehingga berpotensi membahayakan kondisi alam lingkungan sekitar.

“Kalau memang itu sesuai barangnya, harusnya negara mendapatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) per kapal sebesar Rp1 miliar. Tapi nyatanya, diduga hanya didenda administrasi dari instansi berwenang,” ujar Boyamin, Kamis, 4 Agustus 2022 lalu.

Baca Juga :  Muncul Ancaman Virus Hendra, Kenali Gejala, Penyebab dan Pencegahannya

Ia memperkirakan perusahaan yang menyelundupkan limbah B3 ini melalui jalur laut yang tak perlu dicek barangnya. “Makanya, kami akan minta instansi berwenang mencabut izin fasilitas jalur hijau atau tak perlu dicek barangnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Boyamin juga meminta Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di Kepri untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan berlayar tanpa izin atau pelayaran ilegal yang dilakukan kapal-kapal pengangkut limbah B3 tersebut.

“Berkaitan dengan kasus ini, sebenarnya banyak hal yang bisa diselidiki. Selain dugaan pelayaran ilegal, juga dugaan limbah beracun, dan hilangnya pendapatan negara dari sisi PNBP,” sebut Boyamin.

Boyamin turut meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan penyelidikan terkait dugaan mengimpor limbah tanpa izin.

“KLHK baru-baru ini juga telah menindak kasus penyelundupan limbah beracun di Kepri, di mana seorang pelaku divonis penjara 7 tahun oleh Pengadilan Negeri Batam,” demikian Boyamin

(Pram/Conet)

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan setiap hari dari Amorfatimedia.com di Google News caranya Klik di Sini.

Share :

Baca Juga

Nusantara

Simak! Jadwal Pemadaman Listrik di Karimun Kepri, 12 Mei 2022

Nusantara

Laksanakan perintah Kapolri, Polsek Daik Lingga Kepri buka gerai Vaksinasi Covid-19

Nusantara

Gubernur Ansar Beri Insentif 418 RT dan 178 RW di Kepulauan Anambas

Nusantara

Neko Wesha Pawelloy Ditunjuk Jadi Wakil Ketua tim 11 Pembentukan BPPKB Kelapa Indonesia

Nusantara

Tabung Gas Meledak, 2 Orang Pekerja PT. MOS jadi Korban

Nusantara

Jaga Ekosistem Laut Kepri, Lantamal Tanjungpinang Tanam 1500 Mangrove

Nusantara

KKB Meranti Distribusikan Daging Kurban Untuk Masyarakat Kurang Mampu

Nusantara

Nelayan di Kepri Resah, Tangkapan Berkurang Imbas Kapal Cantrang