Home / Dunia

Kamis, 30 Juni 2022 - 14:06 WIB

Memanas! 2 Pria India Penggal Pendukung Penghina Nabi Muhammad

Orang-orang mengarak jenazah seorang penjahit beragama Hindu, Kanhaiya Lal, yang tewas usai dipenggal dua pria karena mendukung pernyataan politikus partai berkuasa, BJP, yang menghina Nabi Muhammad beberapa waktu lalu. (REUTERS/Stringer)

Orang-orang mengarak jenazah seorang penjahit beragama Hindu, Kanhaiya Lal, yang tewas usai dipenggal dua pria karena mendukung pernyataan politikus partai berkuasa, BJP, yang menghina Nabi Muhammad beberapa waktu lalu. (REUTERS/Stringer)

AMORFATIMEDIA.COM – Penghinaan Nabi Muhammad yang dilakukan tokoh partai pemerintah Perdana Menteri (PM) Narendra Modi, Bharatiya Janata (BJP), masih berbuntut panjang.

Terbaru, India menangkap dua pria, setelah mereka memenggal seorang penjahit Hindu, Selasa (28/6/2022). Aksi pemenggalan mengerikan itu direkam dengan kamera dan videonya diunggah secara online.

Korban yang dipenggal berprofesi sebagai seorang penjahit bernama Kanhaiya Lal. Dia diketahui pernah menyampaikan dukungan secara online kepada politikus Partai Bharatiya Janata (BJP) Nupur Sharma yang melontarkan ucapan menghina Nabi Muhammad dan memicu protes global.

Saat melakukan pembunuhan, kedua pria itu menyamar sebagai pelanggan untuk memasuki toko Kanhaiya Lal, lalu menyerang ketika Kanhaiya mengukur tubuh mereka.

Baca Juga :  Bentrok dengan Polisi Israel di Masjid Al Aqsa, 67 Warga Palestina Terluka

Sebelum peristiwa itu terjadi, korban diduga pernah mengunggah dukungan terhadap Nupur Sharma di media sosial.

Komentar Nupur Sharma, yang merupakan juru bicara BJP sebagai partai Hindu dan partai penguasa di India, telah memicu ketegangan diplomatik.

Sejumlah negara Islam melayangkan kecaman ke India atas pernyataan kontroversial Sharma terkait Nabi Muhammad. Sebagai tindak lanjutnya, BJP menangguhkan Sharma dari partai tersebut.

Kontroversi itu juga berbuntut pada protes-protes keagamaan di India yang berujung kekerasan. Para demonstran melempari batu dan merusak properti publik.

Baca Juga :  Arab Saudi Juara Piala Asia U-23 Tanpa Kebobolan

Menurut laporan surat kabar Indian Express, Kanhaiya Lal pernah ditangkap polisi karena menyinggung agama lain sekitar tiga pekan sebelum pembunuhan itu terjadi.

Lal sempat meminta perlindungan polisi setelah dibebaskan karena merasa hidupnya terancam.

Polisi kemudian mengundang sejumlah tokoh Hindu dan Muslim dalam sebuah pertemuan damai. Setelah itu, Kanhaiya Lal mengatakan bahwa dia “tidak perlu menentang siapa pun lagi”, kata seorang petinggi kepolisian kepada Indian Express.

Kasus pembunuhan ini pun dikecam oleh berbagai politisi dari berbagai partai di India.

Mantan kepala menteri Rajasthan…

Share :

Baca Juga

Dunia

7 Organisasi HAM Palestina Ditutup, 9 Negara Eropa Kritik Israel

Dunia

Hari Ini, Arab Saudi Evakuasi Warga dari RI

Dunia

Negara yang Tidak Memiliki Konstitusi Tertulis

Dunia

AS Ancam Taliban, Gegara Aturan Wajib Pakai Cadar

Dunia

Macron: Melarang wanita muslim Prancis mengenakan jilbab akan picu perang saudara

Dunia

Politikus Anti-Islam Bakar Al-Qur’an, Picu Kerusuhaan Besar di Swedia

Dunia

Bikin curiga Rusia, Jurnalis Rusia Temukan Indomie di Bekas Markas Pasukan Ukraina

Dunia

Ribut di Iran, Kalut di Kawasan