Home / Pemilu

Kamis, 21 Juli 2022 - 17:42 WIB

Menghitung Kekuatan King Maker Menjelang Pilpres 2024

Ilustrasi king maker menjelang Pilpres 2024. Okezone.com

Ilustrasi king maker menjelang Pilpres 2024. Okezone.com

AMORFATIMEDIA.COM – Lama tak bersua dengan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, Jusuf Kalla atau JK tampak sumringah saat keduanya bertemu di kediaman SBY di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/6). Pasangan presiden dan wakil presiden periode 2004-2009 tersebut berbincang akrab di dalam ruangan yang dipenuhi lukisan karya SBY.

Sesekali, SBY yang kini menjabat Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu menjelaskan tentang beberapa karya lukisannya. SBY pun menerangkan soal kegiatannya sehari-hari kepada JK.

Di hari yang sama, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat.

Tampak pertemuan SBY dan JK seperti jumpa sahabat lama biasa yang penuh keakraban. Namun, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak menilai, pertemuan itu jelas menandakan adanya persamaan kepentingan dalam Pilpres 2024 mendatang.

“Dia (SBY) berharap muncul duet Anies (Baswedan)-AHY,” katanya kepada reporter, Senin (18/7).

“JK kita tahu, menjadi salah satu aktor penting pemenangan Anies Baswedan untuk Pilgub (DKI Jakarta) 2017. Jadi, saat ada kepentingan yang sama, mereka bersekutu.”

Manuver JK dan pendekatan Demokrat

Mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK) bertemu mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/6/2022)./Foto Twitter Ossy Dermawan.

Setelah bertemu SBY, pada Kamis (14/7) di Menara Bank Mega, Jakarta, JK berbicara tentang kedekatannya dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kata JK, relasi mereka sudah terbangun lama, ketika JK menjadi Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Paramadina, sedangkan Anies menjadi rektor kampus itu pada 2007-2015.

Baca Juga :  Laporan 2 Parpol Diterima Bawaslu, Ketua KPU Pertanyakan Dasar Hukum

Relasi itu semakin kuat ketika Pilpres 2014, Anies menjadi juru bicara Jokowi-JK. Dan, ketika Pilgub DKI Jakarta 2017, saat Anies berpasangan dengan Sandiaga Uno, JK mengusung pasangan itu hingga menjadi pemenang.

JK pun mengatakan, Anies punya pengalaman dan modal untuk maju sebagai kandidat capres pada Pilpres 2024. Walau ia tak menampik tokoh lain, seperti Prabowo Subianto dan Airlangga Hartarto juga punya kans yang sama. Dari sini disebut-sebut JK mendukung Anies maju sebagai capres.

Terkait pertemuan SBY dan JK, juru bicara JK, Husain Abdullah enggan berkomentar jauh. “Silakan (tanya) ke pengurus Partai Demokrat,” ujar Husain, Rabu (20/7).

Politikus senior Partai Demokrat, Syariefuddin Hasan yang akrab disapa Syarief Hasan mengatakan, pertemuan SBY dan JK belum berbicara ke arah koalisi menjelang Pilpres 2024. “Itu hanya pertemuan rekan kenegaraan, tidak semata-mata bermotif politik,” ujar Wakil Ketua MPR itu, Senin (18/7).

Ia melanjutkan, pertarungan Pilpres 2024 masih sangat jauh. Urusan membangun koalisi pun, kata dia, bukan lagi wewenang SBY, tetapi tugas anak sulungnya yang menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, AHY.

“Memang kami terus melakukan konsolidasi dan pertemuan,” kata dia.

Baca Juga :  Terancam Menganggur, PKS Minta Pemerintah Cari Solusi Soal Tenaga Honorer

Meski begitu, Syarief mengakui bila partainya memang hendak membuka kemungkinan memasangkan Anies dan AHY sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden.

“Tapi sejauh ini masih buntu,” tuturnya. “Kami belum tahu kemungkinannya seperti apa.”

Menurutnya, saat ini AHY tengah maraton mendekati beberapa ketua umum partai politik lain untuk mengusung nama kandidat di Pilpres 2024. Itu sebabnya AHY bersua Paloh. Akan tetapi, tak hanya Partai NasDem yang sedang coba digandeng Partai Demokrat, tetapi juga membuka kemungkinan dengan PDI-P.

“Tapi kalau PDI-P enggak mau, ya itu domain PDI-P. Kami enggak bisa lebih jauh,” ucap Syarief.

Dihubungi terpisah, Koordinator Presidium Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (Anies) yang merupakan relawan Anies Baswedan, La Ode Basir menyambut baik bila JK berkolaborasi dengan SBY untuk mengusung Anies sebagai kandidat dalam Pilpres 2024.

“Siapa pun nanti yang dipasangkan, kami tetap garis lurus mendukung Pak Anies,” ucap La Ode, Selasa (19/7).

La Ode mengaku, saat ini sedang menggelar banyak deklarasi mendukung Anies sebagai capres. Ia pun tengah menunggu masa jabatan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta habis. Dengan begitu, Anies bisa lebih leluasa melakukan pendekatan politik ke berbagai daerah, tanpa ada batasan sebagai pejabat publik.

Selanjutnya: Adu kuat king maker…

Share :

Baca Juga

Pemilu

Meski di Tolak, Ombudsman Tetap Lanjut Penyelidikan Dugaan Maladministrasi Seleksi Bawaslu Kepri

Pemilu

Artis dalam partai politik: Pendulang suara karena matinya kaderisasi?

Pemilu

Manuver Licin Presiden Jokowi

Pemilu

Kemendagri Pastikan Pemilu 2024 Sesuai Jadwal yang Sudah Ditetapkan

Pemilu

Tolak UU PPP, Partai Buruh Akan Gugat ke MK

Pemilu

Sri Mulyani Gelontorkan Anggaran Rp 19,5 Triliun buat Persiapan Pemilu

Pemilu

Dimulai 14 Juni, Ini Tahapan Lengkap Pemilu 2024

Pemilu

Jokowi Lantik Anggota KPU-Bawaslu pada 12 April