Home / Opini

Selasa, 15 Februari 2022 - 06:54 WIB

Mindfulness dalam Ritual Beribadah di Bulan Ramadan

Ilustrasi mindfulness/Int

Ilustrasi mindfulness/Int

AMORFATIMEDIA.COM – Marhaban ya Ramadan, Alhamdulillah telah sampailah kita pada bulan yang paling mulia. Setiap insan yang beriman pasti berharap bisa mendapatkan lailatul qadar di Bulan Ramadan di tahun 2022 ini.

Agar mendapat lailatul qadar  maka semangat beribadah selama bulan Ramadan seharusnya tetap dijaga, bahkan semakin ditingkatkan sampai di 10 hari terkahir. Menjaga semangat beribadah supaya tetap stabil memang tidak mudah seperti membalik telapak tangan.

Ada berbagai metode di dalam Psikologi agar semangat perilaku ibadah kita tetap terjaga. Saya akan mengenalkan istilah mindfulness. Apabila kita mencari di web, maka akan ditemukan berbagai informasi terkait istilah ini.

Baca Juga :  Rapor Merah Partai Politik Era Reformasi

Berbagai aspek juga sudah dikaitkan dengan mindfulness, misalnya mindfulness parenting, mindfulness dalam Islam, terapi mindfulness, pelatihan mindfulness dan masih banyak lagi.

Baer (2006) mendefinisikan mindfulness sebagai kesadaran penuh pada individu yang berfokus pada pengalaman saat ini dan menerima tanpa memberikan penilaian. Mindfulness merupakan upaya individu untuk here dan now pada situasi yang dihadapi. Purwanto merumuskan mindfulness dalam Islam.

Ciri khas mindfulness dalam Islam menurut Purwanto adalah sadar bahwa Allah selalu membersamai individu di dalam setiap situasi. Jadi ada tambahan definisi untuk istilah mindfulness dalam Islam, yaitu tidak hanya berfokus pada pengalaman saat ini, tetapi juga berfokus bahwa ada Allah yang membersamai.

Baca Juga :  Pentingnya Menjaga Lisan Menurut Al-Qur'an dan Hadits

Pada tulisan ini saya ingin mengaitkan praktik mindfulness dalam perilaku ibadah selama bulan Ramadan. Tujuan akhirnya adalah agar kita dapat menikmati setiap perilaku ibadah kita sehingga tidak hanya ritualistik belaka.

Praktik mindfulness dalam beribadah pada dasarnya mengkondisikan diri agar benar-benar hadir pada situasi ritual ibadah kita. Ritual ibadah yang dimaksudkan pada tulisan ini terkait ibadah yang berhubungan perbuatan fisik yaitu salat, zakat, jihad, haji dan puasa.

Share :

Baca Juga

Opini

Rapor Merah Partai Politik Era Reformasi
Dr. Radian Syam, SH.

Opini

Presidential Threshold dan Masa Depan Hukum Pemilu

Opini

Dokter Masa Kini: Altruisme atau Profesionalisme?

Opini

Masalah Bebasnya Napi Korupsi

Opini

Membiasakan Anak Untuk Berpuasa Bukan dengan Menyogok

Opini

Misteri Segitiga Bermuda dan Teori Keberadaannya

Opini

Habis Manis, Puntung Rokok Dibuang Sembarangan

Opini

Aturan Hukum LGBT di Indonesia, Bisa Dipidana?