Home / Nasional

Jumat, 24 Juni 2022 - 14:41 WIB

Mulai Bulan Depan Beli Minyak Goreng Wajib Pakai PeduliLindungi atau NIK

Pedagang mengemas minyak goreng curah di titik penjualan Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) di salah satu warung rekanan. TEMPO/Subekti.

Pedagang mengemas minyak goreng curah di titik penjualan Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) di salah satu warung rekanan. TEMPO/Subekti.

AMORFATIMEDIA.COM – Pembelian minyak goreng curah yang semula menggunakan KTP konsumen akan diubah menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Namun, pemerintah akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum kebijakan itu diterapkan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan perubahan sistem ini dilakukan untuk membuat tata kelola distribusi MGCR menjadi lebih akuntabel dan bisa terpantau mulai dari produsen hingga konsumen.

“Nantinya setelah masa sosialisasi selesai, seluruh penjualan dan pembelian MGCR akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi,” kata Luhut dalam keterangan tertulis pada Jumat, 24 Juni 2022.

Sementara masyarakat yang belum punya PeduliLindungi masih bisa membeli dengan menunjukkan NIK. Masa sosialisasi akan dimulai besok Senin, 27 Juni 2022 dan berlangsung selama dua minggu ke depan.

Baca Juga :  Problematika Larangan Presiden terhadap Ekspor CPO dan Minyak Goreng

“Setelah masa sosialisasi selesai, masyarakat harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan NIK, untuk bisa mendapatkan MGCR dengan harga eceran tertinggi (HET),” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa pembelian MGCR di tingkat konsumen akan dibatasi maksimal 10 kilogram untuk satu NIK per harinya. Dia menjamin bisa diperoleh dengan harga eceran tertinggi, yakni Rp 14 ribu per liter atau Rp 15.500 per kilogram.

Dengan harga tersebut bisa diperoleh di penjual/pengecer yang terdaftar resmi dalam program Simirah 2.0 dan juga melalui Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE) yakni Warung Pangan dan Gurih.

Baca Juga :  Kominfo targetkan 30.000 UMKM dapat pendampingan teknologi 4.0

Luhut menuturkan, perubahan sistem ini dilakukan untuk membuat tata kelola distribusi MGCR menjadi lebih akuntabel dan bisa terpantau mulai dari produsen hingga konsumen.

“Setelah masa sosialisasi selesai, seluruh penjualan dan pembelian MGCR akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Sementara itu, masyarakat yang belum punya PeduliLindungi masih bisa membeli dengan menunjukkan NIK,” tambahnya.

Editor: Pramonco

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan setiap hari dari Amorfatimediacom di Google caranya Klik di Sini

Share :

Baca Juga

Nasional

Kapan Puasa Ramadhan 2022? Simak Penjelasan Kemenag

Nasional

Jual Beli Motor Bekas Resmi Kena Pajak 1,1 Persen

Nasional

MotoGP Mandalika 2022, Jokowi Berpaling ke Fabio Quartararo Usai Marc Marquez Absen

Nasional

Jurnal Internasional Soroti Vaksin Nusantara Besutan Terawan

Nasional

Kasus Covid-19 di 6 Provinsi Naik, ini Daftarnya

Nasional

Marak Penipuan Atas Nama Bank, BRI Imbau Nasabah dan Masyarakat Waspada

Nasional

IHSG Dibuka Menguat, Diproyeksi 7.000-7.100A

Nasional

Cek Penerima PKH dan BPNT 2022, Bisa Daftar Online dan Diusulkan Pihak Desa