Home / Dunia

Rabu, 18 Mei 2022 - 17:01 WIB

Negara yang Tidak Memiliki Konstitusi Tertulis

Ilustrasi

Ilustrasi

AMORFATIMEDIA.COM – Konstitusi berbeda dengan Undang-Undang Dasar (UUD), dikarenakan suatu kekhilafan dalam pandangan orang mengenai konstitusi pada negara-negara modern sehingga pengertian konstitusi itu kemudian disamakan dengan UUD.

Kekhilafan ini disebabkan oleh pengaruh faham kodifikasi yang menghendaki agar semua peraturan hukum ditulis, demi mencapai kesatuan hukum, kesederhanaan hukum dan kepastian hukum. Begitu besar pengaruh faham kodifikasi, sehingga setiap peraturan hukum karena penting itu harus ditulis, dan konstitusi yang ditulis itu adalah Undang-Undang Dasar.

Secara umum terdapat dua macam konstitusi yaitu Konstitusi tertulis dan Konstitusi tak tertulis. Konstitusi disebut tertulis apabila dituliskan dalam sebuah naskah tertentu. Sedangkan konstitusi dikatakan tidak tertulis karena aturan atau ketentuannya banyak diatur dalam konvensi-konvensi tertentu.

Baca Juga :  Lansia di Shanghai Ditemukan Masih Hidup saat Dibungkus Kantong Jenazah

Namun, ada beberapa negara yang tidak memiliki konstitusi tertulis. Dilansir dari situs World Atlas, negara tersebut diantaranya:

Israel

Israel tercatat sebagai negara yang tidak memiliki konstitusi tertulis. Negara ini berjalan di bawah konstitusi tidak tertulis berdasar Keputusan Harari 30 Juni 1950 yang diadopsi oleh Majelis Konstituante Israel.

Sekutu dekat AS ini juga memberlakukan beberapa UUD yang fokusnya tertuju pada hak asasi manusia serta kegiatan pemerintah. Seharusnya Israel sudah menyiapkan konstitusinya pada 1 Oktober 1948 setelah menyatakan merdeka pada 14 Mei 1948.

Baca Juga :  Politeknik Lingga Buka Penerimaan Mahasiswa Baru D3 D4 Jalur Beasiswa

Namun, pada keputusan yang terjadi tahun 1950-an, pembentukan konstitusi negara ini mengalami banyak ketidaksepakatan tentang tujuan dan identitas negaranya.

Selandia Baru

Konstitusi yang dimiliki Selandia Baru adalah seperangkat hukum dan prinsip yang mendefinisikan negara dan warganya. Konstitusi ini berkaitan dengan hubungan antar individu dan negara, serta bagaimana cara pemerintah harus berfungsi.

Negara ini tidak memiliki dokumen konstitusional tunggal. Sebaliknya, konstitusi Selandia Baru bergantung pada beberapa dokumen termasuk Undang-Undang Konstitusi tahun 1986, Undang-Undang Parlemen, hingga Putusan Pengadilan.

Share :

Baca Juga

Dunia

Nasa Membuat Sejarah, Luncurkan Roket Pertama dari Australia

Dunia

7 Organisasi HAM Palestina Ditutup, 9 Negara Eropa Kritik Israel
Charlie Watts

Dunia

Drummer Rolling Stones Meninggal pada usia 80 tahun

Dunia

Bikin curiga Rusia, Jurnalis Rusia Temukan Indomie di Bekas Markas Pasukan Ukraina

Dunia

Bentrok dengan Polisi Israel di Masjid Al Aqsa, 67 Warga Palestina Terluka

Dunia

Politikus Anti-Islam Bakar Al-Qur’an, Picu Kerusuhaan Besar di Swedia

Dunia

Macron: Melarang wanita muslim Prancis mengenakan jilbab akan picu perang saudara

Dunia

Arab Saudi Menerima Jemaah Haji Dunia Pertama dari Indonesia