Home / Nusantara

Selasa, 23 Agustus 2022 - 12:30 WIB

Nelayan di Kepri Resah, Tangkapan Berkurang Imbas Kapal Cantrang

Nelayan Bintan menyampaikan keluhan terkait penggunaan kapal trawl dan cantrang di kantor DPRD Bintan Kepulauan Riau, Senin, 22 Agustus 2022. Ist

Nelayan Bintan menyampaikan keluhan terkait penggunaan kapal trawl dan cantrang di kantor DPRD Bintan Kepulauan Riau, Senin, 22 Agustus 2022. Ist

AMORFATIMEDIA.COM – Nelayan di Kabupaten Bintan Kepulauan Riau (Kepri) dibuat resah dengan alat tangkap mini trawl dan kapal cantrang beroperasi di bawah 12 mil laut setempat.

Yadi, salah satu perwakilan nelayan Bintan, mengungkapkan bahwa kian maraknya penggunaan alat tangkap trawl dan kapal cantrang membuat hasil tangkapan nelayan setempat menurun drastis. Penggunaan alat tersebut sangat berpotensi merusak terumbu karang.

“Sementara nelayan tradisional kita masih memakai alat tangkap tradisional, seperti bubu. Kalah saing dengan mini trawl dan cantrang,” kata Yadi, Selasa, 23 Agustus 2022.

Pihaknya meminta DPRD Bintan untuk memperjuangkan nasib nelayan tradisional, mengingat banyaknya keluhan nelayan lokal tak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari, hingga kesulitan membiayai sekolah anak imbas berkurangnya hasil tangkapan ikan.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja ke Lingga, Wakil Gubernur Kepri Tinjau Vaksinasi dan Sunat Massal

Menurut Yadi, nelayan kerap pulang ke rumah dengan tangan kosong sejak dua alat tangkap tersebut semakin marak digunakan. Belum lagi keberadaan pukat tersebut juga bisa merusak alat tangkap nelayan tradisional.

Bahkan alat tangkap bubu nelayan Bintan banyak rusak akibat tersapu alat tangkap mini trawl dan cantrang. Padahal alat bubu itu dibuat dengan biaya sekitar Rp600 ribu per buah.

“Sejak ada kapal ini, paling ada satu ekor ikan masuk ke bubu, sebelum itu bisa puluhan sampai ratusan ekor ikan,” ujar dia.

Dia berharap pemerintah meninjau ulang tentang terkait pengoperasian alat tangkap tersebut, terutama yang beroperasi di bawal 12 mil dari bibir pantai.

Baca Juga :  Bacaan Niat Sholat Dhuha Lengkap dengan Doa dan Tata Caranya

“Harusnya ditertibkan agar kedua alat itu beroperasi di atas zona 12 mil dari garis pantai Bintan,” imbuhnya.

Wakil Ketua DPRD Bintan Fiven Sumanti menyatakan bahwa pihaknya satu suara dengan nelayan terkait larangan penggunaan alat cantrang. Rencannya, DPRD bakal mendorong pembahasan terkait ini dengan pemerintah daerah.

“Dua alat tangkap ini sangat mengganggu pendapatan nelayan sampai merusak alam bawah laut Bintan.

(Kadri/Pram)

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan setiap hari dari Amorfatimedia.com di Google News caranya Klik di Sini.

Share :

Baca Juga

Nusantara

Cegah Pelanggaran Pemilu, Bawaslu Lingga Lakukan Sosialisasi

Nusantara

15 Tahun Bekerja Sebagai PTT, Syarifah Turut Tidak diperpanjang SKnya oleh Bupati Lingga

Nusantara

Korupsi Dana Desa Rp 200 Juta, PJs Kades di Karimun Jadi Tersangka

Nusantara

Resahkan Nelayan, DKP Kepri Duga Kapal Pukat Ilegal Milik Pengusaha Lokal

Nusantara

Mantan Wakil Ketua IMPKR Pekanbaru maju sebagai bakal calon Kepala Desa Kudung

Nusantara

Terganjal Usia, 231 Calon Jemaah Haji Kepri Batal Berangkat

Nusantara

Terungkap! Mardi Beberkan di Upah 1 Juta Sekali Jalan Bawa Kayu Ilegal Lingga ke Tanjungpinang

Nusantara

Amerika Perkuat Hubungan Kerjasama Dengan Kepri