Home / Nusantara

Rabu, 22 Juni 2022 - 16:33 WIB

Nizar Dampingi Kejati Kepri Resmikan Balai Restorative Justice

Bupati Lingga, Muhammad Nizar mendampingi Kajati Kepri, Gerry Yasid meresmikan Balai Restorative Justice (RJ) atau Balai Perdamaian Adiyaksa Payong Sekate, Selasa (21/6/2022)/Prokopim Setda Lingga

Bupati Lingga, Muhammad Nizar mendampingi Kajati Kepri, Gerry Yasid meresmikan Balai Restorative Justice (RJ) atau Balai Perdamaian Adiyaksa Payong Sekate, Selasa (21/6/2022)/Prokopim Setda Lingga

AMORFATIMEDIA.COM – Balai Perdamaian Adiyaksa Payong Sekate diresmikan. Balai itu berada di Jalan Telkom Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga. Peresmian dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepri Gerry Yasid, Selasa (21/06/2022).

Gerry mengatakan, berdirinya Balai Restorative Justice  karena beberapa faktor keprihatinan. Walaupun Kejaksaan sendiri merupakan lembaga yang diberikan wewenang penegakan hukum dalam undang-undang, namun dalam prosesnya sangat diperlukan penyesuaian.

Dengan hadirnya Balai Restorative Justice, tentunya dapat dimaksimalkan dengan penyelesaian kasus atau perkara-perkara ringan. Misalnya kasus pencurian, karena keterpaksaan, KDRT atau kriminal lainnya yang tingkat kerugiannya masih terbilang rendah.

Baca Juga :  Amerika Tuding Aplikasi PeduliLindungi Langgar HAM

“Kejaksaan, selain memang harus menghukum orang, menghukum orang melalui asas legalitasnya juga punya kewenangan lainya. Sebagai pemilik perkara yang mengedepankan kepentingan nasional, kepentingan masyarakat dan kepentingan orang kecil sehingga dibuat kemudahan, melalui RPJM penegakan huku terhadap perkara kecil harus diselesaikan melalui pendekatan Restorative Justice,” kata Gerry.

Balai Payong Sekate nantinya akan digunakan sebagai tempat melaksanakan mediasi oleh Jaksa Penuntut Umum dalam upaya menerapkan keadilan restoratif terhadap perkara yang memenuhi syarat sesuai dengan Peraturan Kejaksaan (PERJA) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Baca Juga :  Memanas! 2 Pria India Penggal Pendukung Penghina Nabi Muhammad

Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif dengan melibatkan unsur Kecamatan, Kelurahan, dan Pemuka Adat.

Sepanjang dampak kejahatan tidak memiliki ketercelaan yang tinggi, dampak yang buruk, dan dapat menimbulkan kenyamanan bersama, perkara dapat diselesaikan tanpa persidangan, diputuskan dengan kesepakatan damai.

Sebab, jika Balai Restorative Justice benar-benar dapat diimplementasikan untuk kepentingan-kepentingan damai, maka target kedepannya akan meminimalisir penuhnya lembaga pemasyarakatan dengan orang-orang yang terlibat kasus-kasus kecil.

Tentunya dengan melibatkan lembaga hukum…

Share :

Baca Juga

Nusantara

Mengenal Kain Dagang, Pakaian Tradisional Melayu Lingga Kepri

Nusantara

KPK Periksa Bupati Karimun, Telisik Aliran Uang Kasus DAK Tahun 2018

Nusantara

Bantuan KWH di Desa Batu Belubang sarat Kepentingan Politik

Nusantara

Khawatir Tak Cukup, Pemkab Karimun Minta Tambah Kuota BBM

Nusantara

Pemkab Lingga Siapkan Rumah Singgah di Batam Untuk Keluarga Pasien

Nusantara

PLTS Senilai Rp71,8 Triliun akan Dibangun di Kepulauan Riau

Nusantara

Keluarga Kerajaan Riau-Lingga-Pahang Ingin Kembalikan Tradisi Kenduri Sebelum Lebaran

Nusantara

Sepeken Nihil, Kasus Baru Covid-19 di Lingga Kepri Kembali Muncul