Home / Nusantara

Jumat, 30 September 2022 - 17:59 WIB

PDIP Polisikan Stafsus Gubernur Kepri Penyebar Hoaks Korupsi PDIP

Pengurus PDIP Kepri usai membuat lapordan di Polda Kepri.

Pengurus PDIP Kepri usai membuat lapordan di Polda Kepri.

AMORFATIMEDIA.COM – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Kepri melaporkan staf khusus gubernur Kepri Sarafuddin Aluan ke polisi. Laporan itu terkait dugaan penyebaran berita bohong alias hoaks perihal korupsi yang membawa-bawa nama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Laporan dibuat Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepri Soerya Respationo bersama pengurus partai, yang terdiri dari Jumaga Nadeak dan Lisdarmansyah, Jumat (30/9/2022).

Ketua DPD PDI Perjuangan Soerya Respationo mengatakan, laporan tersebut dibuat atas perintah partai. Dan hal ini terbilang disengaja guna menghindari adanya gejolak di tubuh partai PDI Perjuangan itu sendiri.

“Tujuan dari laporan ini juga supaya Kepri ini tetap kondusif tanpa ada kegaduhan di lapangan. Yang bersangkutan kita laporkan terkait Pasal 27 ayat (3) UU ITE,” terang Soerya yang akrab disapa Romo ini.

Sebagaimana diketahui, dugaan penyebaran berita hoaks terhadap politisi partai PDI Perjuangan tersebut dilakukan Sarafuddin Aluan melalui group WhatsApp #KEPRI DISCUSSION.

Dimana dalam group WA tersebut, Sarafuddin Aluan meneruskan pesan sebagai berikut:

“KPK melakukan tangkap tangan Hasto Kristianto. KPK menemukan uang sebesar 50 M. Kalau bener. Mencret nih si Hasto…. PDIP contoh preseden buruk partai dalam korupsi,” tulis pesan yang diteruskan Sarafuddin Aluan.

Stafsus Gubernur Kepri Sarafudin Aluan yang dipolisikan PDIP kemudian menyampaikan permohonan maaf.

“Saya meneruskan berita yang sudah sekian banyak diteruskan. Tidak ada satu kata pun saya tambah setelah saya konfirmasi ke KPK dan diklarifikasi informasi tersebut bahwa tidak ada penangkapan,” kata dia.

Sarafudin mengaku tidak sengaja meneruskan pesan tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maafnya kepada Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan pengurus DPD PDIP Kepri

“Saya kirim (pesan) itu jam 14.30 WIB. Kemudian KPK klarifikasi di jam 15.45 WIB kemarin. Untuk itu karena ini sudah diklarifikasi oleh KPK maka saya maka mohon maaf. Karena berita itu adalah berita yang sebelumnya diteruskan banyak orang. Saya terkejut juga. Karena saya juga sedang balas di grup itu, refleks juga. Tertekan mau hapus sudah tak bisa,” katanya.

Baca Juga :  Mengenal Allah Lebih Dekat

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada sahabat saya Soerya Respationo, Lis Darmansyah, Jumaga Nadeak, tidak ada niat sama sekali untuk menghina.Itu bukan ketikan saya, satu kalimat pun tidak ada. Satu kata pun tidak ada. Itu dari orang. Itu tertekan tanpa sengaja terkirim ke grup. Itu refleks. Itu muncul saya juga lupa itu dari grup tersebut atau pesan dari grup lainnya.Saya mohon maaf kepada sekjen PDIP Hasto Kristiyanto karena objek tersebut,” ujarnya.

Lis Darmansyah: Tidak Ada Kata Maaf…

Share :

Baca Juga

Nusantara

PLTS Senilai Rp71,8 Triliun akan Dibangun di Kepulauan Riau

Nusantara

Nelayan di Kepri Resah, Tangkapan Berkurang Imbas Kapal Cantrang

Nusantara

Polisi Ungkap Korupsi Rp 6,2 Miliar pada Bidang Kepemudaan dan Olahraga Pemprov Kepri

Nusantara

Produksi Air Mineral Gunung Daik dihentikan, Direktur BUMD Lingga: Tidak Ada Untung

Nusantara

JMSI Nobatkan Ansar Ahmad Sebagai Tokoh Inspirasi Kemerdekaan Pers

Nusantara

TNI AL Lepaskan Benih Lobster Hasil Tangkapan di Perairan Kepri, Total Senilai Rp 46,7 Miliar
corona

Nusantara

Gubernur Kepri Minta Bupati Lingga Revisi Aturan Perjalanan Orang

Nusantara

Rayakan Hari Anak, KPPAD Lingga Ingatkan Peran Orangtua Dimasa Pandemi