Home / Nusantara

Jumat, 17 Juni 2022 - 10:51 WIB

Pengembangan Bandara di Karimun Dapat Lampu Hijau dari KLHK

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad yang didampingi Bupati Kabupaten Karimun Aunur Rafiq mendatangi langsung Kementerian LHK/ Dok.  Pemprov Kepri

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad yang didampingi Bupati Kabupaten Karimun Aunur Rafiq mendatangi langsung Kementerian LHK/ Dok. Pemprov Kepri

AMORFATIMEDIA.COM – Rencana Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk mengembangkan Bandara Raja Haji Abdullah di Tanjung Balai Karimun segera mendapatkan lampu hijau dari pemerintah pusat. Adapun dalam pengembangannya, pemanjangan landasan masih terkendala terkait peralihan status kawasan hutan lindung.

Rencana perpanjangan landasan bandara Raja Haji Abdullah menjadi 2.200 m diperkirakan meliputi kawasan hutan lindung seluas 14,29 hektare. Untuk itu dibutuhkan izin dari Kementerian LHK agar segera mengalihkan status kawasan hutan lindung menjadi putih.

Karena hal tersebut, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad yang didampingi Bupati Kabupaten Karimun Aunur Rafiq mendatangi langsung Kementerian LHK untuk beraudiensi dengan Wamen LHK Alue Dohong, guna membahas percepatan peralihan status hutan lindung di sekitar kawasan bandara Raja Haji Abdullah.

Baca Juga :  Enam Kebiasaan ini Bisa Merusak Kesehatan Mata

Hasilnya adalah kendala pemanjangan landasan bandara yang saat ini masih terkendala terkait peralihan status kawasan hutan lindung sudah mendapatkan kepastian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk bisa diputihkan.

Dalam pertemuan tersebut, Ansar menjelaskan jika pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditunda lagi. Sebab, Kabupaten Karimun merupakan satu dari tiga kawasan Free Trade Zone (FTZ) atau kawasan perdagangan bebas di Kepri selain Batam dan Bintan.

Guna mengakomodir percepatan investasi dan pembangunan di Karimun, maka dibutuhkan sarana infrastruktur transportasi berupa bandara yang dapat dilandasi oleh pesawat narrow body atau berbadan lebar.

Saat ini, dengan panjang landasan bandara RHA yang hanya 1.500 meter baru cukup untuk mengakomodasi pendaratan pesawat perintis.

Baca Juga :  Cara Mudah Memasang File ads.txt Untuk Adsense di WordPress

“Kita harus segera memperpanjang landasan bandara Raja Haji Abdullah agar penerbangan langsung untuk pesawat komersial bisa dilayani, hal itu bisa membuat investor yang ingin berinvestasi di Karimun dapat langsung ke Karimun tanpa perlu transit lagi,” ujar Ansar dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 Juni 2022.

Menurut Ansar, saat ini sudah banyak investor asing yang berniat melakukan Penanaman Modal Asing (PMA) di Karimun. Dengan adanya pengembangan bandara Raja Haji Abdullah maka akan membuat investor semakin tertarik berinvestasi di Karimun.

Sementara itu, Wamen LHK Alue Dohong siap untuk segera memproses status hutan lindung di sekitar kawasan bandara Raja Haji Abdullah dengan Daerah Penting Cakupan Luas bernilai Strategis (DPCLS).

Dari 15.000 hektare DPCLS di Kepri…

Share :

Baca Juga

Nusantara

Sejarah Singkat Kesultanan Lingga

Nusantara

Mantan Wakil Ketua IMPKR Pekanbaru maju sebagai bakal calon Kepala Desa Kudung

Nusantara

Pemutusan Hubungan Kerja PTT dan THL Sepihak, Puluhan Massa datangi Rumah Bupati Lingga

Nusantara

Nelayan Karimun yang Hilang Saat Melaut Ditemukan Tak Bernyawa

Nusantara

Terganjal Usia, 231 Calon Jemaah Haji Kepri Batal Berangkat

Nusantara

7 Nakes di RSUD Muhammad Sani Karimun Positif Covid-19

Nusantara

4 Kapal Illegal Fishing Asal Vietnam Ditangkap Baharkam Polri
corona

Nusantara

Gubernur Kepri Minta Bupati Lingga Revisi Aturan Perjalanan Orang