Home / Gaya Hidup

Sabtu, 4 Juni 2022 - 10:24 WIB

Perbuatan-perbuatan yang Termasuk dalam Pencemaran Nama Baik

Ilustrasi. Thinkstock

Ilustrasi. Thinkstock

AMORFATIMEDIA.COM – Pencemaran nama baik dalam Bahasa Inggris diterjemahkan dengan defamation. Dalam The Law Dictionary, defamation merupakan perbuatan yang merusak atau membahayakan reputasi seseorang dengan pernyataan palsu dan jahat. Istilah tersebut merupakan istilah komprehensif dari fitnah.

Definisi tentang pencemaran nama baik di atas selaras dengan Pasal 310 KUHP yang dikenal dengan istilah “penghinaan”. Isi Pasal 310 KUHP tersebut berbunyi:

(1) Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah;

(2) Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah;

(3) Tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis, jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri.

R. Soesilo dalam bukunya yang berjudul Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal (hal. 225) dalam penjelasan Pasal 310 KUHP, menerangkan bahwa, “menghina” adalah “menyerang kehormatan dan nama baik seseorang”. Yang diserang ini biasanya merasa “malu”.

Baca Juga :  Pendaftaran Dibuka Agustus 2022, 21 Parpol Sudah Miliki Akun Sipol

“Kehormatan” yang diserang di sini hanya mengenai kehormatan tentang “nama baik”, bukan “kehormatan” dalam lapangan seksual atau kehormatan yang dapat dicemarkan karena tersinggung anggota kemaluannya dalam lingkungan nafsu birahi kelamin.

Berdasarkan penjelasan R. Soesilo, KUHP membagi enam macam penghinaan, yakni:

1. Penistaan

Menurut R. Soesilo, supaya dapat dihukum menurut Pasal 310 ayat (1) KUHP, maka penghinaan itu harus dilakukan dengan cara “menuduh seseorang telah melakukan perbuatan tertentu” dengan maksud agar tuduhan itu tersiar (diketahui oleh orang banyak).

Baca Juga :  Terbaru! WhatsApp Ada Reaksi Emoji, Kirim File 2GB, hingga 512 Peserta Grup

Perbuatan yang dituduhkan itu tidak perlu suatu perbuatan yang boleh dihukum seperti mencuri, menggelapkan, berzina dan sebagainya, cukup dengan perbuatan biasa, sudah tentu suatu perbuatan yang memalukan.

2. Penistaan dengan surat

Menurut R. Soesilo sebagaimana dijelaskan dalam penjelasan Pasal 310 KUHP, apabila tuduhan tersebut dilakukan dengan tulisan (surat) atau gambar, maka kejahatan itu dinamakan “menista dengan surat”. Jadi seseorang dapat dituntut menurut pasal ini jika tuduhan atau kata-kata hinaan dilakukan dengan surat atau gambar.

Tidak masuk menista atau menista dengan tulisan, apabila tuduhan itu dilakukan untuk membela kepentingan umum atau terpaksa untuk membela diri.

Penghinaan: Fitnah…

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

Harganya Cabai Makin Pedas, Berikut Cara Mengawetkannya

Gaya Hidup

5 Tips Mengatasi Cemburu Anak dengan Kehadiran Adik Barunya

Gaya Hidup

Bingung Mengambil Keputusan yang Tepat? Yuk, Kenali Caranya!

Gaya Hidup

Perbedaan Harga Indomie di Luar Negeri, Mulai dari Turki hingga Amerika

Gaya Hidup

Hindari Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud

Gaya Hidup

7 Aplikasi Menulis Menghasilkan Uang

Gaya Hidup

Cara Mudah Memasang File ads.txt Untuk Adsense di WordPress

Gaya Hidup

Orangtua Wajib Tahu! Keterampilan Anak yang Perlu Diajarkan