Home / Nasional

Jumat, 10 Juni 2022 - 10:41 WIB

Perkuat Kejaksaan, Eks Pegawai hingga Aktivis Usulkan KPK Dibubarkan

Ilustrasi Gedung KPK. JAWA POS

Ilustrasi Gedung KPK. JAWA POS

AMORFATIMEDIA.COM – Hasil survei lembaga survei Indikator Politik Indonesia (IPI) menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap KPK menurun. Buntut survei tersebut, sejumlah pihak mengkritik KPK, termasuk mantan pegawai KPK Rasamala Aritonang hingga Aktivis Ketua MAKI Boyamin Saiman.

Diketahui, Lembaga survei IPI mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung lebih tinggi dibanding KPK. Tingkat kepercayaan publik terhadap Kejagung kini sebesar 60,5%.

Survei IPI digelar pada 18-24 Mei 2022 dengan menyasar warga negara Indonesia (WNI) usia 17 tahun ke atas yang memiliki telepon. Total responden survei IPI kali ini berjumlah 1.213 orang.

Perkuat Kinerja Kejaksaan

Mantan Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum KPK Rasamala Aritonang mengusulkan lembaga antirasuah dibubarkan menyusul kepercayaan publik yang semakin merosot.

Baca Juga :  Wisatawan Singapura yang Berkunjung ke Kepri Tak Perlu Lagi Tes PCR

“Saya usul KPK dibubarkan saja, perkuat kejaksaan,” cuit Rasamala dalam akun Twitternya @RasamalaArt dikutip Jum’at, 10 Juni 2022.

Ia mengatakan memperkuat kinerja kejaksaan dapat dimulai dengan memindahkan anggaran KPK ke Korps Adhyaksa guna meningkatkan remunerasi/imbalan jaksa.

“Dengan begitu kita bisa mendorong kinerja kejaksaan lebih maksimal lagi,” tutur Rasamala.

“Fungsi pencegahan KPK digabung saja dengan Ombudsman supaya fokus pencegahan,” lanjut dia.

Pilihan membubarkan KPK bisa menjadi opsi terakhir jika upaya perbaikan lembaga antirasuah tidak membuahkan hasil. Upaya dimaksud yaitu perbaikan kinerja pimpinan KPK saat ini dan merevisi Undang-undang KPK yang penuh dengan masalah.

Baca Juga :  Harga BBM Justru Turun di SPBU Vivo, Satu Perusahaan dengan Ponsel Vivo?

“Membubarkan KPK bisa jadi pilihan terakhir jika dua opsi tersebut tidak juga dilakukan atau sudah dilakukan namun tidak memperbaiki kondisi pemberantasan korupsi,” kata Rasamala saat dikonfirmasi lebih lanjut.

Menurut dia, publik dan juga pemerintah perlu mengevaluasi dan menentukan perbaikan bagi KPK. Karena, terang Rasamala, KPK dibentuk untuk memperbaiki penegakan hukum yang tidak maksimal.

“Kalau yang terjadi justru sebaliknya, maka eksistensi KPK patut dipertanyakan. Tidak bisa didiamkan saja,” ucap Rasamala, pegawai yang dipecat pimpinan KPK Firli Bahuri Cs karena disebut tak lolos asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Kinerja KPK Semakin Menurun

Share :

Baca Juga

Nasional

Sah! MK Putuskan Anwar Usman Mundur dari Kursi Ketua

Nasional

Kapan Puasa Ramadhan 2022? Simak Penjelasan Kemenag

Nasional

Aturan Baru Mendagri: Nama Tak Boleh 1 Kata, Bagaimana yang Sudah Telanjur?

Nasional

BPK Rentan Disuap untuk Dapat Hasil Audit Berstatus WTP

Nasional

Tingkatkan Kepatuhan Pajak, NIK Resmi Jadi NPWP

Nasional

Tenaga Honorer di Instansi Pemerintah Dihapus Mulai Tahun 2023

Nasional

Cek Lagi, Ini Kriteria Barang yang Kena Pajak 11 Persen

Nasional

Dua Belas Jabatan Luhut Pandjaitan pada Era Pemerintahan Jokowi