Home / Nusantara

Senin, 11 April 2022 - 14:16 WIB

Polisi Ungkap Korupsi Rp 6,2 Miliar pada Bidang Kepemudaan dan Olahraga Pemprov Kepri

Ilustrasi korupsi

Ilustrasi korupsi

AMORFATIMEDIA.COM – Direktorat Resese Kriminal Khusus Polda Kepri mengungkap kasus korupsi di lingkungan Bidang Kepemudaan dan Olahraga Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dengan nilai kerugian negara Rp6,2 miliar.

Kasus itu merupakan korupsi pada kegiatan belanja hibah di lingkungan Bidang Kepemudaan dan Olahraga pada DPA-PPKD Pemerintah Provinsi Kepri menggunakan dana APBD dan APBD Perubahan Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2020.

Penyidik menetapkan enam orang tersangka, yaitu TR alias WH (44 tahun) tahun pekerjaan PNS di Provinsi Kepri, MN alias USN alias UCN alias TTR (39 tahun) pekerjaan wiraswasta, SPN alias AR (35 tahun) pekerjaan tukang ojek, AAS (27 tahun) tahun pekerjaan wiraswasta, dan MIF alias FLS (33 tahun) tahun juga wiraswasta.

Kasus korupsi pada Dispora itu merupakan satu dari empat klaster penyidikan yang dilakukan Direktorat Resese Kriminal Khusus Polda Kepri dengan nilai kerugian negara sekitar Rp20 miliar.

“Namun dalam penyidikannya kami bagi menjadi empat klaster dan ungkap kasus hari ini merupakan klaster pertama, yaitu yang ada di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepri dengan kerugian Negara sebesar Rp 6.215.000.000,” kata Wadir Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan di Batam Kepulauan Riau, Senin, 11 April 2022.

Baca Juga :  Petugas PLN di Karimun Tewas Tersengat Listrik Saat Bertugas

Kasubbid Multimedia Bid Humas Polda Kepri AKBP Surya Iswandar mengatakan mengatakan kasus itu berawal dari informasi masyarakat yang kemudian dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Pada 3 Januari 2022, penyidi memulai proses penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi itu, meminta keterangan kepada sejumlah orang terdiri dari pihak Pemprov Kepri, penerima hibah, notaris dan pemilik atau pegawai tempat dilaksanakanya kegiatan hibah.

Dari hasil penyidikan ditemukan perbuatan melawan hukum dan didukung dengan minimal dua alat bukti yang sah serta telah adanya hasil audit kerugian keuangan negara oleh tim audit dari kantor perwakilan BPKP Provinsi Kepri sebaimana laporan hasil audit kerugian keuangan negara nomor : SR – 141 /PW28/5/2022, tanggal 4 April 2022 dengan nilai kerugian keuangan negara total ‘loss’ atau sebesar Rp6.215.000.000.

Baca Juga :  5 Nelayan Asal Anambas Kepri yang Terdampar di Malaysia, Dipulangkan ke Tanah Air

Dalam penyidikan itu, penyidik melakukan serangkaian tindakan, antara lain memanggil dan memeriksa 77 orang saksi, menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp233.650.000 dari penerima hibah serta sejumlah dokumen-dokumen terkait.

“Ditreskrimsus juga berkoordinasi dengan para ahli, salah satunya dengan tim auditor dari perwakilan BPKP Provinsi Kepri dalam hal melakukan audit penghitungan kerugian keuangan negara terkait perkara dimaksud,” kata Iswandar.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 UU no. 20 Tahun 2001 perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 K.U.H.Pidana, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

(Kadri)

Share :

Baca Juga

TNI AL

Nusantara

TNI AL Unjuk Kekuatan Saat Latihan Perang di Lingga, Kepri

Nusantara

Agung, Kades Termuda di Lingga Ternyata Masih Mahasiswa

Nusantara

Semua Pelabuhan di Kepri untuk Wisatawan Mancanegara di Izinkan Masuk

Nusantara

Ombudsman Kepri Terima Laporan Seleksi CPNS Lingga 2021 soal Gelar

Nusantara

KPK Periksa Bupati Karimun, Telisik Aliran Uang Kasus DAK Tahun 2018

Nusantara

Gelar Apel Siaga, Bawaslu Lingga Dorong Sinergisitas Antar Semua Komponen

Nusantara

Wabah Cacar Monyet, Kepri Tingkatkan Kewaspadaan

Nusantara

Kabupaten Karimun Terapkan PPKM Mikro mulai hari ini, berlaku sampai 22 Juli 2021