Home / Nusantara

Jumat, 2 September 2022 - 08:33 WIB

Produksi Air Mineral Gunung Daik dihentikan, Direktur BUMD Lingga: Tidak Ada Untung

Kegiatan produksi air mineral dalam kemasan dari mata air Gunung Daik. Foto: Pramonco/amorfatimedia.com

Kegiatan produksi air mineral dalam kemasan dari mata air Gunung Daik. Foto: Pramonco/amorfatimedia.com

AMORFATIMEDIA.COM – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri yang dikelola oleh PT Pembangunan Selingsing Mandiri (PSM) mulai awal september 2022 memastikan produksi Air mineral kemasan Gunung Daik akan dihentikan karena merugi.

Keputusan ini membuat masyarakat kabupaten lingga khawatir bahwa produk yang sempat menjadi sebuah trend baru sebagai kebanggaan masyarakat bakal tidak berproduksi secara permanen setelah usulan untuk biaya tambahan penyertaan modal yang diajukan PT PSM sebesar Rp 1 Milyar ditolak oleh pemerintah daerah.

“Kami dari manajemen sudah berupaya dan berusaha maksimal. Tapi tanpa Modal Kerja sulit kami bisa meneruskan produksi,” kata Dirut PT Pembangunan Selingsing Mandiri, M Syahrial, Kamis, 1 September 2022.

Baca Juga :  29 Agustus 2021, Positif Covid di Kepri 51.315

Dari produksi kemaren belum ada untung. Malah masih merugi karena besarnya beban operasional dan mahalnya biaya angkutan bahan baku, sementara untuk harga jual harus bersaing dengan produksi serupa yang sudah ada,” tambahnya.

Disebutkan, BUMD Lingga akan merumahkan karyawan karena perusahaan megalami keterbatasan anggaran untuk membayar gaji karyawan. “Secara resmi bulan ini (september) karena bulan agustus masih produksi setengah bulan,” kata Syahrial.

Pada 19 Agustus 2022 Pemerintah Kabupaten Lingga melalui sekretariat daerah menjawab surat PT PSM untuk menambah pernyataan modal BUMD.

Baca Juga :  Anak di Bawah 18 Tahun Wajib Tes Antigen Sebagai Syarat Perjalanan Antarprovinsi di Kepri

Beberapa catatan disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Lingga mulai dari menyampaikan pernyataan modal secara keseluruhan di 2016 sebesar Rp. 5 Milyar, 2018-2022 sebesar Rp. 30 Milyar disesuaikan dengan kemapuan daerah.

Pemerintah Kabupaten Lingga menyebut sebagai alasan lain tidak dapat memenuhi usulan untuk biaya tambahan penyertaan modal yang diajukan PT PSM sebesar Rp 1 Milyar menunggu perubahan Peraturan Daerah dan analisis investasi.

(Pur/Pram)

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan setiap hari dari Amorfatimedia.com di Google News caranya Klik di Sini.

Share :

Baca Juga

Nusantara

KM Bintang Surya Terbakar di Perairan Karimun, 1 ABK Tewas

Nusantara

Absen 4 Tahun, Pertandingan Taekwondo se-Kepri Kembali Digelar di Tanjungpinang

Nusantara

Pantau Progres Proyek Jalan di Dabo Singkep, Ini Pesan Bupati Lingga

Nusantara

Target 733 Sertipikat Gratis, Bupati Lingga: Bentuk Kepedulian kepada Masyarakat

Nusantara

Sepeken Nihil, Kasus Baru Covid-19 di Lingga Kepri Kembali Muncul
TNI AL

Nusantara

TNI AL Unjuk Kekuatan Saat Latihan Perang di Lingga, Kepri
Rapid Test Antigen

Nusantara

Rapid Tes Antigen di Lingga Sudah Rp150 Ribu

Nusantara

Korupsi Dana Desa Rp 200 Juta, PJs Kades di Karimun Jadi Tersangka