Home / Dunia

Jumat, 15 Juli 2022 - 18:46 WIB

Reformasi Saudi dan Kemungkinan Normalisasi dengan Israel

Ilustrasi Bendara Israel dan Arab Saudi. dw.com/id

Ilustrasi Bendara Israel dan Arab Saudi. dw.com/id

AMORFATIMEDIA.COM – Seorang jurnalis Israel, Yoav Limor, tidak mempunyai ekspektasi tertentu ketika melancong ke Arab Saudi, sebuah negara yang telah lama terkenal mempromosikan sentimen anti-Israel dalam buku teks dan khotbah oleh beberapa imam.

Dia dan rekannya merasakan “kejutan yang menyenangkan”, tulisnya di surat kabar Israel, Hayom. Pedagang pasar di Saudi dan pengemudi taksi kebanyakan menyambut mereka dengan rasa penasaran, bukan dalam artian meremehkan.

“Beberapa tersenyum dan menggelengkan kepala karena tidak percaya atau khawatir. Yang lain penasaran dan memulai percakapan,” tulis Limor, seraya menambahkan bahwa “tidak ada yang membuat kami merasa tidak diinginkan.”

Perjalanan Presiden Amerika Serikat Joe Biden ke Timur Tengah, yang dimulai pada Rabu (13/07), telah memicu spekulasi kemungkinan terobosan dalam normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi.

Baca Juga :  G7 Sepakat Tinggalkan Energi Batu Bara pada 2035

Namun, Kerajaan Saudi telah berulang kali menyatakan, akan tetap berpegang pada posisi Liga Arab untuk tidak menjalin hubungan resmi dengan Israel sampai konflik dengan Palestina diselesaikan.

Pengalaman Limor, yang memenuhi syarat untuk mendapatkan visa turis karena ia memegang paspor non-Israel, mengisyaratkan perubahan dalam opini publik Saudi, bahwa para pejabat berharap suatu hari nanti dapat meletakkan dasar bagi hubungan bilateral formal.

“Selama beberapa dekade, Kerajaan Arab Saudi adalah pengekspor kebencian Yahudi yang besar,” kata Deborah Lipstadt, utusan khusus Washington untuk memerangi anti-semitisme, dalam sebuah pidato setelah mengunjungi Arab Saudi pada Juni lalu.

“Namun, apa yang saya temukan adalah sesuatu yang sangat berbeda, sesuatu yang telah berubah secara dramatis di sana dalam beberapa tahun terakhir,” tambahnya.

Baca Juga :  Hari Ini, Arab Saudi Evakuasi Warga dari RI
“Saya tidak suka mereka”

“Ada sedikit kemungkinan Riyadh mengalihkan fokusnya ke hubungan dengan Israel, sambil mengabaikan masalah Palestina,” kata Mohammed Alyahya, seorang rekan di Belfer Center di Universitas Harvard.

Beberapa analis mengatakan generasi muda Saudi lebih terbuka untuk menjalin hubungan dengan Israel. (FAYEZ NURELDINE/AFP via DW INDONESIA)

“Sentimen publik telah berubah, tetapi saya tidak berpikir itu berubah sedemikian rupa sehingga orang tidak lagi peduli dengan Palestina atau orang tidak meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatan yang dilakukannya,” kata Alyahya.

Namun, pandangan berbeda datang dari warga Saudi. “Tidak mungkin bagi saya untuk pergi ke Israel suatu hari nanti. Saya tidak menyukai mereka,” kata Abo Rashed, seorang penjual suku cadang mobil di Riyadh. Dia juga menyebut orang Israel sebagai penjajah.

Selanjutnya: MBS pewaris yang membentuk kembali Arab Saudi…

Share :

Baca Juga

Dunia

WHO Akan Kaji Status Cacar Monyet

Dunia

Ganja Thailand: Dari Perang Narkoba Hingga Sajian Kari Mariyuana

Dunia

Hari Ini, Arab Saudi Evakuasi Warga dari RI

Dunia

Nasa Membuat Sejarah, Luncurkan Roket Pertama dari Australia

Dunia

Memanas! 2 Pria India Penggal Pendukung Penghina Nabi Muhammad

Dunia

Arab Saudi Menerima Jemaah Haji Dunia Pertama dari Indonesia

Dunia

Barat dan Cina Bersaing Himpun Kekuatan, Kerja Sama Global Kian Rumit

Dunia

Robot Masjidil Haram Bisa 11 Bahasa, Mudahkan Jemaah Haji dan Umrah