Home / Nusantara

Senin, 29 Agustus 2022 - 11:48 WIB

Resahkan Nelayan, DKP Kepri Duga Kapal Pukat Ilegal Milik Pengusaha Lokal

Foto: Dok. KRI Silas Papare-386

Foto: Dok. KRI Silas Papare-386

AMORFATIMEDIA.COM – Kapal pukat harimau atau trawl ilegal yang meresahkan para nelayan di perairan Kepri, diduga milik pengusaha lokal. Dugaan ini ditegaskan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, Tengku Arif Fadillah.

“Informasi yang kami peroleh, kapal itu milik pengusaha lokal. Namun kami tidak dapat mendeteksi di pelabuhan mana kapal itu bersandar,” kata Arif di Tanjungpinang, Ahah, 28 Agustus 2022.

Arif mengaku belum mengetahui secara pasti di kawasan mana kapal itu beroperasi, kecuali informasi yang diperoleh dari nelayan tradisional yang merasa resah dengan aktivitas kapal tersebut.

“Namanya juga kegiatan ilegal, sembunyi-sembunyi sehingga sulit terdeteksi. Namun, permasalahan ini sudah kami laporkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujarnya.

Arif berharap, petugas dari Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di Batam, menangani permasalahan tersebut, karena dalam sebulan terakhir nelayan di Perairan Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Bintan, merasa risau dan terancam dengan aktivitas nelayan yang menggunakan kapal pukat tersebut.

Baca Juga :  Ganja Thailand: Dari Perang Narkoba Hingga Sajian Kari Mariyuana

Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan memiliki sejumlah kapal, petugas dan peralatan yang lengkap dalam menangani permasalahan tersebut, sehingga diharapkan tidak ada lagi aktivitas kapal pukat di perairan di bawah 30 mil.

“Kami ingatkan kepada pemilik kapal pukat, agar tidak melakukan aktivitas ilegal karena petugas menelusuri kasus tersebut sampai kepada pemilik kapal,” ujarnya.

Arif menjelaskan kapal pukat hanya boleh beroperasi di perairan di atas 30 mil. Jika penangkapan ikan di perairan di bawah 30 mil, maka dapat dikategorikan sebagai tindakan ilegal.

“Aktivitas kapal pukat di bawah 30 mil itu dapat membunuh mata pencarian nelayan lokal. Perkembangbiakan ikan akan terganggu, karena ikan-ikan kecil turut terjaring,” ucapnya.

Baca Juga :  Temuan Pansus LKPJ DPRD Karimun, PAD Karimun Terancam oleh Tambang Pasir

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Bupati Bintan, Roby Kurniawan mengatakan, warganya yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan tradisional beberapa kali melihat kapal pukat beraktivitas di sejumlah kawasan di perairan Bintan.

Permasalahan kapal pukat, menurut dia bukan hanya untuk kepentingan nelayan tradisional sekarang, melainkan juga di masa mendatang. Anak-anak di masa mendatang akan kesulitan mendapatkan ikan jika penangkapan ikan sekarang menggunakan pukat trawl.

“Kami sudah tindak lanjuti ke pihak yang berwenang, agar permasalahan ini dapat diselesaikan,” katanya.

(Kadri/Pur)

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan setiap hari dari Amorfatimedia.com di Google News caranya Klik di Sini.

Share :

Baca Juga

Nusantara

Lingga Capai Vaksinasi Terendah dari 7 Kabupaten/Kota di Kepri

Nusantara

Keunikan Merebus Ketupat Lebaran Dengan Tungku Batu di Karimun Kepri

Nusantara

Korupsi Dana Desa Rp 200 Juta, PJs Kades di Karimun Jadi Tersangka

Nusantara

Siap-Siap, Bule di Kepri Melanggar Lalu Lintas Akan Ditindak
Mahathir Klarifikasi Pernyataanya Soal Malaysia Harus Klaim Kepulauan Riau

Nusantara

Mahathir Klarifikasi Pernyataanya Soal Malaysia Harus Klaim Kepulauan Riau

Nusantara

Gubernur Kepri Perbolehkan Gelar Pawai Takbir Keliling di Kepri

Nusantara

Turnamen Bola Voli Desa Bukit Harapan Resmi di Mulai, Hadiahnya Menggiurkan
Lingga

Nusantara

Rugikan Negara Rp.674 Juta, Mantan Kades di Lingga jadi Tersangka