Home / Nasional

Senin, 1 Agustus 2022 - 17:41 WIB

Rocky Gerung Ingatkan Doktrin Femme Fatale dalam Penanganan Kasus Brigadir J

Rocky Gerung. Twitter/@rockygerung

Rocky Gerung. Twitter/@rockygerung

AMORFATIMEDIA.COM – Akademisi Rocky Gerung mengingatkan korban dalam kasus penembakan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J ada dua orang, yakni Brigadir J sendiri dan Putri Chandrawati, istri dari Ferdy Sambo.

Karena itu, ia berpendapat agar perlindungan terhadap Putri juga perlu dilakukan. Sebab, menurut Rocky, perempuan rentan untuk dibully, dimanfaatkan tubuhnya, melalui prinsip yang disebut femme fatale.

Femme fatale, kata Rocky, merupakan doktrin dalam peradaban yang menganggap tiap kejahatan di belakangnya selalu ada perempuan.

“Ini yang mesti kita hindari. Jadi sensasi terhadap femme fatale, yaitu keterlibatan perempuan dan biasanya berkaitan dengan isu sensasi seksual itu mesti kita hilangkan dulu,” kata Rocky dalam keterangannya, Senin, 1 Agustus 2022.

Dengan hilangnya doktrin tersebut, Rocky menyebut penyelidikan terhadap kasus Brigadir J dapat benar-benar dilakukan lewat penelitian yang betul-betul scientific. Dengan hilangnya doktrin, menurut Rocky, juga bisa membuat proses pembuktian kasus berdasarkan pada substansi perkara itu.

Baca Juga :  Polisi selidiki kasus penyalahgunaan BBM Bersubsidi

“Jadi hilangkan segala macam phantasmagoria, semacam keinginan untuk menimbulkan sensasi dangkal terhadap satu peristiwa kriminal, terutama yang di dalamnya ada aspek keperempuanan,” kata dia.

Rocky juga mengingatkan masyarakat agar menganggap kasus polisi tembak polisi ini murni sebagai peristiwa kriminal, tanpa bumbu-bumbu sensasi ataupun bumbu-bumbu politik.

“Ini penting kita ucapkan sejak sekarang, izinkan Polri untuk melakukan scientific research berdasarkan prinsip ilmu pengetahuan kriminal, yaitu pembuktian berdasarkan fakta, bukan berdasarkan asumsi,” kata Rocky Gerung.

Saat ini kasus Brigadir J telah sepenuhnya diambil alih oleh Bareskrim Polri dari Polda Metro Jaya. Sebelumnya, penanganan kasus polisi tembak polisi tersebut ditangani oleh Polda Metro untuk dua laporan.

Baca Juga :  Jokowi Izinkan Warga Tak Pakai Masker, Epidemiolog: Harus Dirincikan

Laporan pertama berkenaan dengan dugaan pelecehan seksual atau pencabulan. Sedang laporan kedua berkenaan dengan dugaan pengancaman dan kekerasan serta percobaan pembunuhan. Sementara kasus yang ditangani oleh Bareskrim Polri berkenaan dengan dugaan percobaan pembunuhan dan penganiayaan yang dilaporkan oleh kuasa hukum keluarga Brigadir J.

Agar menjadi tidak bias dan satu koordinasi, akhirnya keseluruhan laporan dugaan pidana itu ditangani oleh Bareskrim Polri. Sehingga, penanganan kasus tersebut berada di wilayah Tim Khusus Internal Polri. Tim ini digawangi Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono sebagai penanggung jawab dengan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto sebagai anggotanya.

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan setiap hari dari Amorfatimedia.com di Google News caranya Klik di Sini.

Lihat Artikel Asli

Share :

Baca Juga

Nasional

Google hingga WhatsApp Belum Daftar PSE ke Kominfo, Terancam Diblokir?

Nasional

Perkuat Kejaksaan, Eks Pegawai hingga Aktivis Usulkan KPK Dibubarkan

Nasional

Soal Polemik Minyak Goreng, Istana Negara Dicurigai Menyembunyikan Fakta

Nasional

Elon Musk Beli Twitter Rp 629 T, Harga Kripto Dogecoin Menguat

Nasional

Cek Penerima PKH dan BPNT 2022, Bisa Daftar Online dan Diusulkan Pihak Desa

Nasional

Harta Sandiaga Uno Naik Rp 6,8 Triliun dalam Setahun, Geser Posisi Dato Tahir

Nasional

LPSK Turunkan Tim Khusus Tangani Tragedi Kanjuruhan

Nasional

Dua Belas Jabatan Luhut Pandjaitan pada Era Pemerintahan Jokowi