Home / Nusantara

Kamis, 7 Oktober 2021 - 17:20 WIB

Rugikan Negara 3 M, Dirut BUMD Lingga Jadi Tersangka

Konferensi pers di Polda Kepri kasus dugaan korupsi mesin tepung ikan di Kabupaten Lingga (dok. Polda Kepri)

Konferensi pers di Polda Kepri kasus dugaan korupsi mesin tepung ikan di Kabupaten Lingga (dok. Polda Kepri)

AMORFATIMEDIA.COM – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menetapkan Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Lingga, RL dan ENS Direktur PT PSM sebagai tersangka kasus dugaan korupsi mesin tepung ikan di Kabupaten Lingga yang merugikan keuangan negara sebesar Rp3.090.726.183.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhart mengatakan kasus itu terungkap setelah pihaknya menerima laporan dan hasil audit BPKP Kepulauan Riau. BPKP menilai kerugian keuangan negara akibat kontrak yang ditandatangani kedua tersangka.

Kasus berawal dari penyelidikan Subdit 3 Tipidkor Ditreskrimsus terkait pengadaan alat pengolahan tepung ikan yang ada di Kabupaten Lingga. Pengadaan mesin ini melalui BUMD Kabupaten Lingga, yaitu PT PSM.

RL dirut di PT PSM diduga menunjuk langsung perusahaan swasta untuk mengerjakan pengadaan mesin pengolahan tepung ikan.

Hasil pendalaman diketahui pengadaan barang dan alat tersebut tidak melewati proses yang benar. Padahal pengerjaan tentang pengadaan barang dan jasa itu harus melalui proses lelang. Pelaku RL menyuruh pelaku ENS menghitung semua pembiayaan dan di dapat angka Rp3.090.726.183, kemudian pelaku RL meminta fee sebesar Rp150 juta dari pengadaan tersebut.

Baca Juga :  Over Kapasitas, 28 Ekor Buaya di Lingga Dievakuasi ke Batam

“Pembuatan mesin pengolahan tepung ini ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi. Pada saat dilakukan pengujian oleh ahli, ini tidak dapat menghasilkan tepung ikan. Oleh karena itu, timbullah kerugian uang negara,” kata Harry, Kamis, 7 Oktober 2021.

Polisi menyita barang bukti antara lain satu unit mobil merek Honda CR-V beserta BPKB dan STNK, satu unit sepeda motor merek Honda beserta BPKB dan STNK, 11 unit mesin pabrik dan surat-surat, dokumen serta rekening koran.

Perbuatan kedua pelaku disangkakan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga :  Bawaslu Lingga Jamin Hak Pilih Pemilih Disabilitas di Pemilu 2024

Tersangka terancam penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1(satu) tahun dan denda paling sedikit Rp 50 Juta dan paling banyak Rp1 miliar.

“Kasus ini penyidik juga telah menyelesaikan proses penyidikannya dan kasus ini juga telah dinyatakan lengkap oleh pihak kejaksaan yang berdasarkan surat dari Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepri,” ujar Harry

Pelaku RL saat ini tengah menjalani hukuman pidana penjara selama lima tahun di Rutan Tanjungpinang kasus korupsi yang merugikan keuangan Negara sebesar Rp565 juta atas investasi dana jangka pendek disalah satu BUMD di wilayah Bintan.

Kontributor : Nadya
Editor : Pramonco

Share :

Baca Juga

Nusantara

Bangunan Kantor BPD Lingga Kepri Rusak dan Hampir Roboh

Nusantara

Polisi Gerebek Judi Online di Kepri Beromzet Ratusan Juta Rupiah

Nusantara

Pemutusan Hubungan Kerja PTT dan THL Sepihak, Puluhan Massa datangi Rumah Bupati Lingga

Nusantara

Mantan Wakil Ketua IMPKR Pekanbaru maju sebagai bakal calon Kepala Desa Kudung

Nusantara

Pantau Progres Proyek Jalan di Dabo Singkep, Ini Pesan Bupati Lingga

Nusantara

Korea Selatan Danai Proyek Jembatan Batam-Bintan Kepri

Nusantara

Keunikan Merebus Ketupat Lebaran Dengan Tungku Batu di Karimun Kepri

Nusantara

Ruko Milik Pemdes di Lingga Kepri Terbakar, Kerugian Mencapai Ratusan Juta